Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.205


__ADS_3

Mendengar jawaban Mila melalui dari mulut mamanya membuat Andi senang sekali, rasanya seperti mimpi dan tidak percaya mendengar nya.


"Alhamdulillah... akhirnya Mila menerima aqu"


kata Andi dalam hati.


Sementara ke dua ayah tak kalah serunya mendengar kabar itu.


"jadi mamak Andi di dalam ngapain?


tanya ayah Andi.


"ibu itu lagi bicara berdua dengan calon mantu,biar akrab katanya "


jawab mama Mila.


"oh... gitu ya..."kata ayah Mila.


Mendengar itu sedikit berbunga-bunga hati Andi karena mamak sudah mulai mengakrabkan diri dengan calon nya, tapi di hati nya masih ada mengganjal karena harus menjalani syarat selanjutnya.


"Alhamdulillah... mamak sudah mengakrabkan diri dengan Mila, padahal aqu saja masih belum begitu akrab dengan Mila, calon istri qu"kata Andi dalam hati.


"wah... kalau istri saya memang seperti itu, banyak mau tau nya, yang sabar ya Bu dengan mamak Andi"kata ayah Andi


"bapak bisa saja...biasa itu pak, biarkan saja biar cepat akrab "jawab mama Mila.


Di ruang keluarga Mila masih ngobrol dengan mamak , sehingga membuat Mila bingung karena sebenarnya dia takut bertemu dengan mamak mertua karena banyak cerita yang tidak enak di dengar.


"Mila... rasanya senang sekali akhirnya Andi sudah menemukan calon istri nya, mudah mudahan tidak ada halangan dan hambatan ya..."


"a...min... Bu..."


"Andi itu pekerja keras jadi misalnya dia tidak ada menghubungi mu satu hari,itu artinya dia memang sibuk. Jadi biar komunikasi tetap terjaga sering sering mengingatkan sesuatu melalui WhatsApp "


"maksudnya Bu..."


"misalnya kalau siang,tanya dia sudah makan atau belum "kata mamak lagi.


"oh... seperti itu,insha Allah Bu..."


"Alhamdulillah... semoga kalian berjodoh ya...mamak enggak sabar mau gendong cucu dari Andi"


Mila tersenyum mendengar perkataan mamak Andi karena mereka masih mengenal satu dan lainnya tapi orang tua Andi sudah berhalu punya cucu.


"aduh... bagaimana ini...aqu dengan bang Andi juga masih penjajakan belum mengenal terlalu jauh, makanan apa yang dia suka saja aqu enggak tau..."kata Mila dalam hati.


Karena seperti nya sudah lama mereka ngobrol akhirnya mamak mau kembali ke ruang tamu, mau mendengarkan percakapan para ayah dan anaknya.


"mamak ke depan dulu ya...kamu mau ikut?"


"Mila di sini saja Bu..."


"ya sudah... nanti kalau di panggil ke depan ya .."


"baik Bu..."


Masuk ke ruang tamu ternyata di dalam lagi ngobrol akrab, walaupun baru kali ini berjumpa. Para ayah seperti sudah saling kenal satu dan lainnya.


Pas mamak duduk sekarang Andi bertanya pada ayah Mila tentang syarat selanjutnya.


"pak...saya boleh bertanya?"


"tentu saja boleh, mau tanya apa?


ayah Mila malah bertanya balik pada Andi.

__ADS_1


"mmmhhh begini... sebelum kata bapak setelah syarat pertama selesai,ada syarat selanjutnya.jadi saya mau tanya apa syarat selanjutnya?"


Mamak yang tidak mau melihat anaknya kesusahan dengan syarat yang di ajukan oleh ayah Mila.


"pak... kalau boleh... jangan terlalu sulit atau banyak syarat nya"


"oh... itu... sebelum saya ungkapkan sebaiknya mama bawa Mila ke sini, biar dia dengar juga"


"bentar ayah...mama panggilkan Mila dulu."


Mama ke dalam melihat Mila yang lagi main HP,dia pun mendekati anaknya.


"Mila...ada yang mau ayah bicarakan serius dengan kamu dan Andi, jadi kita ke depan lagi."


"bicara serius apa ya ma..."


"mana mama tau, seharusnya kamu lebih tau"


Mereka berjalan beriringan, Mila mengikuti mama dari belakang. Lalu Mila kembali duduk berjauhan dengan Andi.


Ayah Mila pun memulai pembicaraan yang sedikit serius.


"bagaimana kalau Andi dan Mila duduk berdekatan saja, mana tau syarat dari saya ini mereka bisa kompromi"


"boleh juga...agar ada kesepakatan bersama"


"ya sudah... sekarang Andi yang pindah dekat Mila" tuan rumah mempersilahkan pada tamu yang akan menjadi calon menantu.


Andi berpindah mendekati pujaan hati yang ada di kursi tamu di depannya, setelah mendekati Mila maka mereka pun duduk bersebelahan.


Mamak yang melihat anaknya berdekatan dengan Mila, dan dia pun senang melihat itu


"pak... sebaiknya kita biarkan mereka ngobrol berdua saja biar kita para orang tua ngobrol bersama.


Para orang tua pun membiarkan mereka berdua untuk ngobrol untuk saling berkenalan dan mengakrabkan diri dan memakan buah tangan yang di bawa,sementara itu Andi yang duduk di sebelah Mila memulai pembicaraan.


"enggak apa apa tapi kenapa enggak bilang?"


"bagaimana mau bilang,mamak sudah siap untuk ikut dengan perlengkapan semua ini."


"enggak apa apa kok bang... mamak mu baik dan sedikit lucu."


"anaknya bagaimana? baik atau tidak?"


"anaknya...ya baik sih...tapi suka enggak jelas, selalu membuat aqu terkejut "


"oh... gitu...aqu suka memuat kamu terkejut? maaf kalau begitu "


"telat minta maaf nya..."


"jadi setelah ini apa ya syarat selanjutnya?"


"enggak tau... terima saja tantangan selanjutnya "


"kalau ada dukungan dari kamu... pasti tantangan itu akan di lalui dengan mudah."


Andi sambil memegang tangan Mila


"bang...di lihatin tuh...aqu kan jadi malu "


"oh...iya... maaf...tapi kamu mau kan melalui bersama."


"apa abang sudah yakin dengan Mila?"


"ya...insha Allah yakin... seperti nya kita kenal sudah setahun lebih kan... tapi kita belum kenal satu sama lainnya "

__ADS_1


"kalau niat kita baik insha Allah lambat laun kita akan saling mengenal."


"Alhamdulillah... kalau kamu mau mengerti, kalau begitu biar abang tanyakan saja sama ayah mu apa syarat selanjutnya."


Lima belas menit Andi dan Mila di berikan kesempatan untuk ngobrol dan selanjutnya Andi yang berusaha untuk menanyakan syarat selanjutnya.


"Pak... boleh saya bertanya?"


"boleh...mau tanya apa?"


Yang lain jadi melihat ke arah Andi yang mau bertanya.


"saya mau tanyakan syarat selanjutnya"


Ayah Mila tersenyum mendengar pertanyaan dari Andi yang sepertinya tidak sabar lagi.


"oh...itu..."


"seperti nya anak kami sudah enggak sabar pak"ayah Andi berbicara.


Menarik nafas panjang untuk menjawab pertanyaan dari Andi.


"sebenarnya syarat selanjutnya sudah kamu penuhi Andi..."


Semua pada bingung dengan omongan dari ayah Mila,Andi yang menebak arah pembicaraan.


"maksudnya kedatangan kami ini adalah syarat selanjutnya pak?"


"mmmhhh...iya...maksud bapak kemarin setelah itu kapan kamu bawa orang tua ke sini untuk perkenalkan orang tua"


"oh... seperti itu...tuh kan Andi... enggak sia sia mamak dan ayah ikut datang"kata mamak antusias.


"seperti ada feeling ya Bu..."kata mama Mila.


"iya Bu... padahal tadi hampir saja kami enggak di perbolehkan"


"maaf Mak...Andi sangat bersyukur mamak dan ayah bisa ikut juga."


"kalau begitu... tinggal kapan kami datang kembali untuk yang lebih serius lagi"kata ayah Andi.


"terserah saja pak ..kami pihak keluarga menerima saja"


"Alhamdulillah... kalau begitu ini ada saya bawa simbolis untuk Mila"


mamak Andi mengeluarkan sebuah kotak cincin dari tas nya.


"Masya Allah...mamak sudah mempersiapkan itu juga..."tanpa sengaja keluar dari mulut Andi.


Sehingga yang lain jadi melihat ke arah Andi


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like...like...like...


add favorit...


komentar yang membangun


serta


vote... vote... vote...

__ADS_1


Terima kasih


🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2