Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab 277


__ADS_3

Sementara di rumah sakit ayah minta di bukakan selang oksigen, seperti ada yang mau dia katakan. Jadi perawat memperbolehkan tapi dengan izin dokter.


Retno membukakan nya dan ayah senang sekali, mamak di sebelah dengan setia mendampingi lalu memegang tangan ayah.


"ma...mak...."kata ayah


"ada apa ayah... istirahat saja...ayah masih lemas."kata mamak karena mendengar suara ayah yang lemas dan tak jelas suaranya.


Ayah menggelengkan kepalanya ... seperti ada yang mau di sampaikan. Retno mendekati ayahnya biar paham apa yang di omong kan ayah.


"ayah mau apa? mau minum?"tanya Retno.


Menggelengkan kepalanya dan dia berbicara lagi... sehingga Retno mendekatkan telinganya dekat mulut ayah.


"ayah sudah capek... enggak kuat..."kata ayah


Retno menangis mendengar perkataan ayah seperti itu.


"ayah enggak boleh ngomong seperti itu... ayah sebentar lagi sehat..."kata Retno


Mamak jadi histeris mendengar Retno bicara seperti itu karena dia tidak mau kehilangan suami nya.


"ayah... ngomong apa? sebentar lagi sembuh...dan kita akan pulang."kata mamak


"titip mamak...ja... jangan biarkan dia sendirian..."kata ayah lagi...


"iya... ayah...kami semua akan jaga mamak dan ayah... setelah ini tinggal bersama Retno dan Andi juga mau pindah ke rumah yang lebih besar...biar ayah dan mamak juga tinggal di rumah Andi."kata Retno sambil menangis.


Ayah melihat ke arah mamak yang juga menangis...


"ayah... istirahat saja... jangan pikirkan yang lain... pokok nya ayah harus sembuh...temani mamak di rumah."kata mamak


Retno keluar ruangan karena mau menelpon Andi ,abang,dan Leli. Meminta mereka ke rumah sakit sekarang juga, untuk memberikan semangat kepada ayah.


Tak berapa lama...Leli yang datang terlebih dahulu dengan membawa adek ikut serta.


Masuk ke dalam ruangan ayah di rawat, adek di dudukan di sofa lalu mendekati tempat tidur ayah.


Ternyata ayah sudah tertidur kembali tapi mamak di samping ayah lagi duduk,dia menangis. Leli mendekati mamak nya


"Mak...ada apa? kenapa menangis?"tanya Leli.


Mamak hanya menggeleng... tidak menjawab pertanyaan dari anaknya itu, jadi dari pada nanti akan membuat ayah terbangun...maka Leli membawa mamak duduk di sofa.


Mamak mengikuti saja ,apa yang di katakan oleh anaknya,. setelah duduk Leli bertanya lagi pada orang tua nya.


"Mak...ada apa ? kenapa menangis?"tanya Leli


Tidak juga menjawab tapi Retno yang dari luar masuk ke dalam sambil membawa sesuatu."kak... kenapa ayah? mamak dari tadi menangis saja?"tanya Leli


Retno duduk di sofa sebelum menjawab pertanyaan Leli dan membuka bungkusan plastik kresek yang ternyata berisi biskuit dan roti lalu memberikan satu pada adek.

__ADS_1


"tadi ayah sadar...dan dia ngomong kalau dia sudah capek... enggak kuat...trus..."kata Retno terputus.


Karena omongan Retno yang gantung, membuat Leli semakin penasaran.


"trus apa kak?"


"trus ayah titip mamak...jaga mamak."kata Retno sambil menangis... seperti tidak bisa melanjutkan cerita nya.


Leli sedih juga mendengar hal itu, tak terasa air mata menetes di pipi nya.


Tok...tok...tok...


"permisi....saya mau cek kondisi pasien ya Bu..."kata perawat permisi pada pihak keluarga


"silahkan..."jawab Retno dan mamak mengikuti perawat untuk memeriksa ayah.


Perawat rumah sakit memeriksa kondisi ayah, dari suhu badan,selang,jarum infus, kateter, selang oksigen dan alat detak jantung...


Setelah di periksa dan di catat maka perawat mau kembali ke ruangan nya.


Tapi mamak yang mau bertanya jadi menahan perawat untuk duduk terlebih dahulu.


"suster... boleh saya bertanya?"


"boleh ibu...mau tanya apa?"jawab perawat dengan lemah lembut.


"bagaimana keadaan suami saya...?"


"oh... seperti itu...tapi tadi dia bilang sudah enggak kuat..."kata mamak berhenti bicara karena menangis.


Perawat memeluk mamak untuk menenangkan nya.


"Bu...itu biasa terjadi... karena...coba kita lihat... tangan di ada jarum, pasang kateter,mana lagi selang oksigen...itu pastinya sakit... wajar kalau ngomong seperti itu ",kata perawat.


Mendengar hal itu mamak sedikit lega... pasti badan ayah sudah cepek yang sudah satu bulan lebih tidur saja.


"begitu ya suster..."kata mamak


"iya Bu...kita doakan bersama... semoga bapak berangsur sembuh...dan secepatnya kembali ke rumah."kata suster


"baik suster... terima kasih atas masukannya...ibu jadi sedikit lega..."kata mamak


"selain berdoa...kita juga memberikan dukungan dan semangat agar pasien cepat sembuh... kalau begitu saya permisi...."kata perawat.


Perawat kembali ke tempat nya...Leli yang tadi tak mendengar pembicaraan mamak dan perawat karena adek minta di suapkan makan roti nya.


"Mak... bicara apa tadi dengan suster..."


"tanya perkembangan ayah...tapi itu bukan wewenang nya jadi biar Andi saja yang bertanya pada dokter."kata mamak.


"oh... seperti itu...aku permisi dulu...mau jemput Dio pulang sekolah..."kata Leli

__ADS_1


"mmmhhh... hati hati di jalan, ini satu untuk Dio..."kata mamak memberikan roti ukuran sedang untuk cucu yang selalu menghibur nya.


Leli mengambil pemberian mamak dan memasukkan ke dalam tas adek."Mak... pulang dulu..."kata Leli sambil mencium punggung tangan mamak nya


"ya...hati hati di jalan..."pesan mamak


Perubahan mulai terjadi pada Leli semenjak kakaknya Retno turun tangan memberikan nya nasehat. Retno mengancam kalau tidak pernah berubah...maka mereka tak segan mengusir dari rumah mamak.


Tempat tinggal untuk Leli di buat kan di sebelah rumah mamak, jadi tanah tempat tinggal Leli adalah masih hak orang tua mereka.


Retno kembali duduk di sebelah mamak, melihat perubahan pada Leli membuat mamak penasaran dan bertanya pada anaknya.


"Retno...mamak lihat Leli sudah mulai berubah...apa yang kamu katakan padanya?"tanya mamak


Retno tersenyum mendengar pertanyaan mamak dan dengan santai dia menjawab.


"Mak...aku sudah capek melihat tingkah dia...jadi kemarin aku katakan padanya... kalau tidak berubah... lebih baik dia tinggal di rumah keluarga Faisal."kata Retno.


Mamak tersenyum mendengar cerita dari anak perempuan nya karena dia juga sudah capek memberikan nasihat pada Leli.


"mudah mudahan dia sadar dan mau merubah sikapnya yang selama ini seenaknya saja."kata mamak


"Mak... mana mau Leli tinggal dengan keluarga Faisal...satu rumah sama mertua? mana adek Faisal ada dua lagi yang belum berumah tangga."kata Retno lagi.


Mamak dan Retno tersenyum karena mereka senang melihat perubahan sikap atas Leli.


"Assalamualaikum..."


Seseorang masuk ke dalam ruangan sehingga membuat mamak dan Retno melihat ke arah sumber suara.


"wa'alaikum salam..."mamak dan Retno menjawab


"bagaimana dengan keadaan ayah..."


BERSAMBUNG


***


Jangan lupa


like...like...like...


subscribe...


komentar yang membangun


serta


Penilaian nya ..


terima kasih

__ADS_1


🙏🙏🙏


__ADS_2