
Siska keluar dari kantor Raja Pratama dengan wajah yang marah, kesal karena dia di usir oleh Dafi. "seenaknya saja mengusir aqu, belum tau kamu Dafi siapa saya sebenarnya, awas kamu !!!tidak aku lepaskan kamu begitu saja" Siska marah marah di dalam mobil sendirian.
"Aaaaaaaaa....."Siska menjerit sekuatnya di dalam mobil tapi tidak ada yang mendengar karena di area parkir sepi, tidak ada orang dan juga masih jam kantor.
"aqu tidak bisa di perlakukan seperti ini, aqu akan balas kamu"Siska meracau tak jelas juga.
Lalu dia pun pergi meninggalkan kantor Dafi. Tancap gas dia berlalu dengan cepat tanpa melihat ke kanan atau pun kiri, karena masih jam kantor jadi tidak ada lalu lalang kendaraan yang di lewati Siska di area baseman parkir.
Tak berapa lama Siska keluar dari area parkir, Dafi pun sampai di area parkir dan menuju mobil nya. Di perhatikan di sekeliling parkiran, "Ternyata mobil tadi sudah tidak ada"Dafi berkata dalam hati."ngapain aqu memikirkan mobil tadi, lebih baik ke rumah mau antar Nadya untuk terapi"Dafi berbicara sendiri sambil berjalan menuju rumah Nadya untuk menjemput nya.
Dalam perjalanan pulang dari kantor, Dafi merasa seperti ada yang mengikuti nya mulai dari keluar kantor . Karena seperti ada yang mengikuti nya, Dafi memilih Melawati jalan raya yang ramai lalu lalang.
Sampai di rumah ternyata Nadya sudah tidak ada, dia pergi terapi bersama Bu Nilam yang menemani kata mbok Sumi."eh...pak Dafi sudah pulang, mbak Nadya sudah pergi sama ibu tadi"kata mbok Sumi
"sudah lama mbok ???"tanya Dafi pada mbok Sumi
"sudah 1 jam gitu pak, mbak Nadya yang enggak sabaran mau terapi. ya udah ibunya yang temani, kalau pak Arif juga sudah pergi kerja." penjelasan mbok Sumi.
"saya langsung ke rumah sakit aja ya mbok"kata Dafi permisi sama mbok Sumi.
"hati hati di jalan pak"kata mbok Sumi
Dafi pun berjalan menuju mobil dan mau ke rumah sakit.
Sebelum jalan Dafi menelpon Andi sambil menghidupkan mobil nya, biar dingin AC waktu dalam perjalanan.
๐ Andi : "Assalamualaikum...bos, ada masalah lagi ???"tanya Andi di seberang sana
๐Dafi. :"Wa'alaikum salam...Ndi, dari keluar kantor tadi di ikuti mobil yang qu foto tadi.sudah kamu buka foto tadi ???"tanya Dafi
๐Andi : "aduh... maaf bos belum sempat karena banyak hari ini yang mau di periksa"jawab Andi sambil memukul kepalanya sendiri karena lupa
๐Dafi :"ya sudah..., sekarang coba kamu lihat bagian CCTV. siapa yang memakai mobil tersebut"perintah Dafi sambil keluar rumah menuju rumah sakit, karena masih telponan dangan Andi jadi di pakai nya handset ke telinga biar komunikasi dan nyetir mobil tidak terganggu.
__ADS_1
๐Andi :"oke... sekarang juga aqu ke bagian CCTV, bos sekarang di mana?"langsung berjalan menuju ruangan CCTV.
๐Dafi :"di jalan.Ahmad Dahlan... menuju rumah sakit, tapi mobil itu masih mengikuti"kata Dafi
๐ Andi :"sabar bos ini lagi di bagian CCTV, dan memutar rekaman tadi pagi"kata Andi
๐Dafi :"kamu periksa aja yah...aqu lagi di jalan, Astaghfirullah hal'azim... mobilnya seperti sengaja mau menabrak qu"Dafi kaget karena mobil tersebut berjalan kencang dan mau menghantam mobil Dafi, tapi masih dapat ter'elakkan.
๐ Andi :"hati hati bos, pasti mobil itu sengaja"
๐Dafi. :"iya...tapi mobil itu...ya... Allah...Brug..."
๐Andi :"Astaghfirullah... bos...hallo...bos..."tiba tiba Hp mati tidak terdengar suara Dafi lagi, tapi Andi mendengar suara tabrakan yang keras.
"Innalilahi...aqu harus segera ke jalan tersebut"Andi berbicara sendiri. Tapi karena dia sudah sampai jadi di perintahkan nya bagian CCTV untuk mengirim rekaman tadi pagi ke HP-nya."pak tolong kirim kan rekaman jam 8 sampai jam 10 ke HP saya aja langsung"perintah Andi.
"baik pak"jawab petugas CCTV.
Karena dia takut kena macat dan lama kalau naik mobil maka kendaraan yang di bawanya sepeda motor. Dalam perjalanan Andi menghubungi Hp Dafi pakai handset tapi tidak ada jawaban, semakin takut terjadi apa apa dengan bosnya itu.
Sampai di Jalan Ahmad Dahlan memang seperti baru terjadi kecelakaan, di parkirkan-nya sepeda motor yang di bawanya di area bank terdekat dari lokasi."kalau parkir di bank, maka akan aman di situ. apalagi bank tersebut adalah langganan transaksi, dengan satpam di sana kenal,pastinya aman"Andi berkata dalam hati.
Setelah itu dia pun ke area terjadi kecelakaan dan ternyata memang benar itu mobil Dafi."pak saya anggota keluarga yang bawa mobil ini, dimana orang yang di dalam"tanya Andi pada polisi karena dia tidak bisa mendekat lokasi sudah di pasang batas polisi.
"korban sudah di bawa ke rumah sakit terdekat"jawab polisi.
"Terima kasih atas informasinya"kata Andi.
Karena dalam keadaan kalut maka Andi langsung ke rumah sakit yang terdekat dengan menaiki ojek yang ada di sekitar, dia lupa kalau sebenarnya juga membawa sepeda motor."mas tolong ke rumah sakit terdekat"perintah Andi pada ojek.
Tidak memakan waktu yang lama akhirnya Andi sampai dan langsung ke ruang UGD, dan ternyata Dafi sudah ada di sana. Karena di bawa ke rumah sakit tempat Nadya dulu di rawat maka pihak rumah sakit langsung mengurus Dafi dengan perawatan terbaik.
"Ya... Allah...Kenapa bisa seperti ini?yang kuat bos kamu pasti kuat"kata Andi pada Dafi yang sekarang sudah di bawa ke ruangan ICU karena sudah tidak sadarkan diri."suster... barang korban ada di mana samua ? karena saya mau menghubungi keluarga-nya"tanya Andi pada perawat.
__ADS_1
"karena ini kasus terjadi di jalan dan di bawah pengawasan polisi maka barang korban sudah di tangan polisi"jawab perawat
"oh... seperti itu, terima kasih atas informasinya"kata Andi.
"Aduh....siapa yang harus aqu hubungi?"kata Andi dalam hati. Dia lalu lalang di depan ruangan ICU. Tanpa sengaja di lihat nya ada Nadya dan Bu Nilam hendak melewati ruangan ICU.
"Bang Andi... kenapa ada di depan ruangan ICU"tanya Nadya heran melihat teman sahabat itu
"lho... Nadya kok di sini"tanya Andi pada Nadya penasaran
"aqu hari ini jadwal terapi, karena sudah selesai, kok pengen lewat sini ya???"kata Nadya lagi.
Mendengar alasan Nadya membuat Andi merasa, "apakah ini firasat seorang istri"Andi berkata dalam hati. Bagaimana cara Andi menjelaskan bahwa Dafi sedang berada di ruangan ICU???
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa...
like...like...like...
vote... vote... vote...
Komentar yang membangun..
add favorit....
Share... share... share..
Terima kasih
๐๐๐
__ADS_1