
Ba'da Magrib baru mereka pergi ke praktek dokter karena kondisi Nadya yang lemas, hari sudah malam jadi Nisa tidak jadi ikut pergi dia tinggal dengan mba marni di rumah.
"Nisa...di rumah aja ya... karena sudah malam, besok kan mau sekolah!"kata Dafi
"tapi Nisa mau ikut ayah..."jawab Nisa
"enggak bisa... nanti di tempat praktek malah ketiduran , ayah nanti jadi bingung. mau ngurusin bunda atau menggendong Nisa yang lagi tidur"kata Dafi pada anaknya.
Nisa berpikir sejenak mencerna omongan dari ayah-nya itu dan menjawab"iya ayah...lain kali Nisa ikut ya..."
"gitu dong...anak pintar, ayah jadi makin sayang sama princess"kata Dafi yang menggendong dan membawa ke meja makan
"Nisa makan sekarang ya...ayah mau cepat ke tempat praktek dokter. Setelah makan belajar lalu tidur"pesan Dafi pada anaknya.
"siap ayah..."jawab Nisa.
Bu Nani yang keluar dari kamar sudah siap siap ikut ke praktek dokter.
"Dafi...ayo kita berangkat biar cepat selesai,mana sudah malam"kata Bu Nani sambil mendekati cucu kesayangan nya.
Mendengar perintah mama-nya, Dafi ke kamar mau membawa Nadya ke mobil.
"ih... princess Oma pintar nih... mulai bisa makan sendiri"puji Bu Nani
"Nisa kan sudah besar oma, bentar lagi SD dan kata mama bentar lagi punya adek."Jawab Nisa.
"Alhamdulillah... kalau begitu kalau sudah besar,jadi sebentar di tinggal sama mba marni di rumah bisa ya.... enggak lama kok, siap periksa langsung pulang"pesan oma.
"siip oma, itu ayah dan bunda sudah keluar kamar"kata Nisa
"oh...iya...baik Budi di rumah ya sayang"kata Bu Nani yang mencium kepala Nisa dan bergegas keluar karena Dafi dan Nadya sudah ke mobil duluan.
Tak berapa lama mereka sudah sampai ke tempat praktek dokter, ternyata di sana sudah banyak yang ngantri. Apa lagi dokter kandungan seorang perempuan pasti banyak pasien nya. Karena Dafi sudah daftar dari pagi hari maka setelah daftar ulang, kira kira 15 menit menunggu langsung di panggil ke dalam.
"Bu Nadya... langsung saja berbaring di tempat tidur..."perintah Bu dokter.
Di bimbing Dafi ke tempat tidur karena Nadya merasa pusing.
Bu dokter memberikan jell di perut Nadya yang masih rata, dan mau melihat kondisi di rahim.
"haid terakhir kapan ya...Bu?"tanya Bu dokter sambil menggerakkan alat USG di perut Nadya tapi pandangan ke layar monitor.
"saya lupa dokter...tapi sepertinya saya sudah telat 2 minggu dari tanggal saya haid"jawab Nadya.
"oh... sudah lama menikah pak ?"tanya dokter pada Dafi yang lagi fokus di layar USG.
"kira kira masih 6 bulan dokter"jawab Dafi.
__ADS_1
"pantesan istrinya enggak bagitu mencatat kapan terakhir haid"kata Bu dokter.
"saya enggak pernah mencatat nya dokter"jawab Nadya
"enggak apa apa ibu, dari hasil yang saya lihat, Alhamdulillah...ibu memang lagi hamil. Ini dia benih nya masih terlalu kecil"kata Bu dokter sambil menunjuk di layar USG hasil pemeriksaan.
Mendengar perkataan dokter Dafi seperti tidak percaya tapi dia pun langsung mengatakan"Alhamdulillah... terima kasih ya... Allah"kata Dafi tanpa dia sadari.
Bu Nani yang juga di dalam sangat senang sekali mendengar nya"Alhamdulillah...bentar lagi tambah cucu"
Bu dokter yang sudah selesai memeriksa pun pindah tempat duduk, sekarang dia berhadapan dengan Dafi dai Bu Nani.
Sementara suster membantu Nadya untuk membersihkan jell yang ada di perut Nadya.
"sudah berapa cucu nya Bu?"tanya Bu dokter
"masih satu dokter"jawab Bu Nani
"oh... sebentar lagi nambah, selamat ya Bu"kata dokter sambil menulis resep untuk Nadya.
"ibu Nadya kira kira ada keluhan?"tanya Bu dokter pada Nadya yang lagi duduk di tempat tidur.
"saya sedikit mual dokter, pusing juga ada terus kalau dekat suami bawaan nya mual dan bau aja"kata Nadya melihat ke arah Dafi.
Bu dokter tersenyum mendengar keluhan dari Nadya,
"baik dokter nanti setelah ini langsung di tebus"kata Dafi.
"oke pak, trus kalau untuk bawaan mual dan bau melihat bapak itu hanya bawaan saja, mungkin anaknya nanti mirip ayah nya,tapi kalau enggak jumpa Rindu kan Bu?"tanya dokter pada Nadya.
Tidak ada jawaban dari Nadya dia hanya tersenyum begitu juga Dafi dan Bu Nani di dalam juga tertawa."biasa itu Nadya, mama juga dulu begitu waktu hamil Dafi."kata Bu Nani.
"betul kan Bu, itu hanya bawaan saja.tanya sama mama mertua kalau yang seperti itu"kata Bu dokter.
"iya dokter"jawab Nadya
"kira kira ada lagi yang mau di tanyakan?"kata Bu dokter
"seperti nya enggak ada"jawab Dafi
"oke kalau begitu bulan depan datang lagi, kita biar lihat kondisi baby di dalam dan jangan lupa resep di tebus di apotik lalu di minum ya..."pesan Bu dokter.
"baik dokter, kalau begitu kami permisi"kata Dafi.
Bu dokter tersenyum dan duduk kembali di kursinya.
Setelah selesai di praktek dokter mereka pulang ke rumah dan tak lupa ke apotik untuk menebus obat. Dafi yang turun menebus resep sementara Bu Nani dan Nadya di dalam mobil menunggu.
__ADS_1
"Nadya...kamu masih pusing?"tanya Bu Nani
"sedikit ma..."jawab Nadya
"kamu mau sesuatu? mumpung di luar biar di belikan Dafi"tanya mama mertua nya
"apa ya...ma...kira kira?"tanya Bu Nani
"belum ada kepikiran ma..."jawab Nadya.
"ya sudah...coba lihat di luar... banyak jual makanan, kalau selera bilang aja , biar perut mu enggak kosong"kata Bu Nani.
"iya ma... Nadya coba lihat di luar sana"jawab Nadya.
Tak berapa lama Dafi sudah selesai menebus obat di apotik, dia pun membawa mobil untuk pulang ke rumah.
"ma...ada yang mau di beli? sebelum sampai ke rumah?"tanya Dafi pada mamanya
"mama enggak ada coba tanya Nadya, dia dari tadi pagi makan-nya sedikit"jawab Bu Nani
"apa ya...aqu juga enggak tau mau apa"jawab Nadya
"kalau begitu abang kepingin makan martabak mesir, kamu mau ?"tanya Dafi pada istrinya.
"enggak usah di tanya Dafi belikan saja mana tau di rumah dia baru selera"jawab Bu Nani
"iya bang belikan saja, nanti mana tau aqu juga mau pas di rumah"jawab Nadya
Dafi pun memarkirkan mobilnya di dekat penjual martabak mesir yang ternyata panjang antrian untuk membeli nya.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like...like...like...
add favorit...
komentar yang membangun
serta
vote... vote...vote...
terima kasih
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏🙏