Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.227


__ADS_3

Setelah selesai makan di resto yang tak jauh dari pombensin mereka mengisi minyak,Andi membawa Mila ke toko roti untuk membawa oleh oleh untuk keluarga Andi. Tak mungkin juga ke rumah mertua pertama kali setelah menikah tidak membawa apapun.


Sampai di toko roti mereka berdua pun turun bersama sama, untuk memilih apa yang akan di bawa.


"bang...bolu pisang yang mamak suka kan ?"Mila memastikan apa yang akan di bawa.


"iya..."jawab Andi


"yang lain apa?"tanya Mila


"sejenis bolu saja...tapi apa ya...?"


"bolu tape bagaimana?"tanya Mila


bolu tape adalah kesukaan mama nya Mila


"boleh...itu juga enak...itu ada bolu sukade satu lagi."


"oke... siapa yang suka itu?"


"beli aja...abang juga suka ."jawab Andi


"baik... berarti itu kesukaan abang ya..."kata Mila.


Pelayan toko membawakan pesanan Mila ke kasir tapi terlebih dahulu di potong. Setelah selesai membayar mereka pun keluar dari toko tersebut tapi tiba tiba mereka berpapasan dengan seseorang.


"sudah pulang kalian Ndi...?"


"eh... sudah..."jawab yang kaget bertemu dengan bos beserta Bu Nani.


"pengantin baru ternyata...kapan ke rumah?"tanya Bu Nani


"mmmhhh...iya Tante... secepatnya..."jawab Andi sementara Mila yang ada di samping langsung menyalim Bu Nani.


"Tante tunggu ya... semoga pulang honeymoon membuahkan hasil ya..."kata Bu Nani sehingga Mila tersenyum malu dengan perkataan Bu Nani.


"insha Allah secepatnya Tante..."kata Mila.


"ya sudah...kami mau masuk... ambil pesanan mama..."kata Dafi.


"oke bos...kami duluan ya..."


"oh...iya...kapan kamu masuk?"


"yang pasti besok belum masuk bos...mau cari rumah."


"apa yang mau di cari... rumah mu banyak, tinggal pilih salah satu."kata Andi


"ah...bos bisa saja sambil langsung berjalan"jawab Andi sambil menggaruk kepalanya dan mengajak Mila ke mobil.


Mila yang mendengar perkataan Dafi sedikit bingung."apa maksud omongan pak Dafi "kata Mila dalam hati sambil melihat ke arah istrinya.


Tak berapa lam kemudian mereka pun sampai ke rumah mamak, mobil di parkirkan lalu masuk ke dalam rumah.


"Assalamualaikum..."kata Andi sambil menggandeng tangan istrinya masuk ke dalam rumah yang tertutup tapi tidak di kunci.


Masuk ke dalam rumah yang suasana yang sepi, seperti tidak ada orang di dalam rumah.

__ADS_1


"Assalamualaikum...Mak... di mana?"kata Andi mencari keberadaan mamaknya...


Mamak yang ternyata ada di dapur lagi membuat teh manis hangat untuk ayah.


"mamak... dari tadi di cari... ternyata ada di sini?"kata Andi


Mamak kaget melihat keberadaan Andi yang sudah masuk ke dalam rumah.


"Astaghfirullah hal'azim... Andi...kalian sudah pulang?"tanya mamak sambil mendekati anaknya dan Andi serta Mila Salim kepada mamak.


"iya...Mak... lagi ngapain? buat teh manis? ini kami ada bawa temannya."kata Andi pada mamak.


"Alhamdulillah...mamak membuat teh manis untuk ayah, dia lagi sakit."kata mamak.


"sakit apa Mak? "tanya Andi langsung ke kamar mamak.


"mmmhhh...ayah lagi demam... badan nya panas... kadang turun... enggak tentu..."kata mamak yang ke dalam kamar juga sementara Mila canggung untuk ke kamar,lalu dia pun duduk di meja makan sebelum nya dia mengambil piring untuk meletakkan kue bolu yang tadi di beli untuk oleh oleh tangan tadi.


Sementara di kamar Andi memeriksa badan ayah yang lagi berbaring di tempat tidur.


"badan ayah ini panas, sudah berapa hari Mak?"tanya Andi.


"baru semalam kok, tadi sudah minum obat... paling bentar lagi turun"ayah yang menjawab pertanyaan Andi.


"tapi ini panas kali... sekarang kita ke praktek dokter saja."ajak Andi pada orang tua nya.


"kamu seperti tidak ngerti ayah saja...mana mau dia , paling kalau belum sembuh besok pagi kita bawa."kata mamak


"enggak usah bentar lagi ayah sudah sembuh Andi, kamu kapan sampai."tanya ayah


"barusan ayah dengan Mila."jawab Andi.


"ya sudah... sekarang ayah minum obat tapi kalau masih panas juga... nanti malam kita ke dokter."kata Andi.


"dengar ayah...apa kata Andi..."kata mamak


"ya..."jawab ayah.


Ayah memang lebih mendengarkan apa kata Andi karena selama ini dia yang bertanggung jawab pada keluarga,apa lagi dalam hal materi.


Mila yang lagi meletakkan kue yang baru di beli di piring, dan Leli tiba tiba ada di depan nya tanpa dia sadari.


"Mila...kapan datang?"kata Leli.


Deg....


Mila yang kaget dan terkejut melihat ternyata ada Leli di depan mata.


"baru saja..."jawab Mila


"bang Andi di mana ?"tanya Leli.


"ada di kamar, katanya ayah sakit."jawab Mila.


"oh..."kata Leli dan langsung mencari keberadaan abangnya.


Andi keluar dari kamar di sambut dengan Leli yang mau masuk ke kamar."bang...kapan pulang?"kata Leli.

__ADS_1


"nih... baru saja ,sudah jumpa dengan kakak ipar mu ?"tanya Andi


"sudah di ruang makan tadi,mana oleh oleh untuk kami?"kata leli


"tanya sama kakak mu, dia yang beli kan "jawab Andi.


Leli yang mendengar di belikan Mila sedikit kecewa karena mana mungkin dia tau selera Leli.


"ck...kenapa si Mila itu yang belikan? apa tau dia selera ku?"kata Leli dalam hati.


"aturan nya abang yang belikan karena sudah tau selera ku"kata Leli pada abangnya.


Andi tak memperdulikan apa yang di katakan adiknya , berjalan melihat Mila di ruang makan yang sendirian.


"Kamu ngapain?"


"ini kue mau di antar ke kamar mamak tapi abang saja yang membawakan."kata Mila.


Mengambil piring di tangan istrinya lalu memberikan pada adiknya.


"Leli...ini antar ke kamar mamak"kata Andi


Leli mengambil piring tersebut karena mana mungkin dia menolak perintah dari abangnya.


"mmmhhh..."mengambil piring dari Andi.


"is... kenapa aku yang jadi mengantar ini?"kata Leli dalam hati.


"kita ke kamar saja bawa barang itu."kata Andi pada istrinya.


Masuk ke dalam kamar Andi untuk pertama kalinya, Mila masuk ke dalam melihat suasana sekeliling kamar."ini kamar abang?"tanya Mila


"iya...tapi tempat tidur masih ukuran tiga kaki."kata Andi yang ukuran spring bed ukuran tiga kaki.


"enggak apa-apa malam ini gelar tikar saja kita di bawah."kata Mila.


"jangan... kamu saja tidur di atas Abang di bawah saja."kata Andi sambil memeluk Mila dari belakang.


"kalau satu di atas satu di bawah...abang enggak mau malam ini kita..."kata Mila yang sengaja memancing Andi.


"enggak bisa gitu...ya sudah kita tidur di bawah bersama."kata Andi tidak mau membuang kesempatan dari Mila...


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like...like...like...


add favorit...


komentar yang membangun


serta


vote... vote... vote...

__ADS_1


terima kasih


🙏🙏🙏


__ADS_2