
Mila dan mamanya di dalam kamar, rencananya mama mau bicara dari hati ke hati dan sama sama perempuan jadi lebih enak kalau bicara.
Dalam kamar mama duduk di kursi meja belajar sementara Mila duduk di sisi tempat tidur."Mila... kenapa enggak cerita tentang siapa itu tadi? mama pun enggak sempat lihat."kata mama
"bang Andi ma... bagaimana mau cerita orang dia enggak pernah mengungkapkan perasaan nya pada qu"jawab Mila
Mama hanya tersenyum mendengar perkataan anak gadis nya yang tidak peka."Nanti kamu yang enggak peka, orang biasanya kamu orang nya memang cuek. Kalau enggak di kasi tau ya enggak ngerti"kata mama
"ma... Mila jalan dengan bang Andi itu hanya beberapa kali dan pasti ada berhubungan dengan Nadya"kata Mila
Sebagai seorang ibu tentu saja lucu dengan cerita anaknya."nah... memang dia sengaja ngajak kamu karena takut kamu tolak"kata mama
"enggak bisa gitu ma... seharusnya dia ngomong sama aqu dulu. Ini juga karena bang agung yang jadi kompor."kata Mila.
"sayang... kamu enggak bisa menyalahkan orang atau keadaan. Agung itu dari jam tiga sudah sampai trus nungguin kamu."kata mama
Dengan wajah manyun Mila melihat mamanya."zaman canggih gini, kenapa enggak what's up sih"kata Mila.
"dia sengaja karena mau lihat kamu pergi dengan siapa, karena kamu pulang nya malam gini jadi dia nginap "kata mama.
Mama pun memberikan wejangan dan saran pada anak perempuan satu satunya itu.,"menurut mama ..apa yang di katakan ayah tadi benar. si Andi itu memang serius dengan mu kalau tidak mana mungkin dia ngomong seperti itu."kata mama
Mila yang perasaan nya yang campur aduk pun berkomentar"iya ma...tapi setidaknya dia ngomong dulu dengan Mila .
"oh... gitu...jadi kamu enggak suka dengan Andi?"tanya mama
"Mila enggak tau...suka atau tidak"jawab Mila sambil menunduk.
"saran mama... sebaiknya kamu terima saja ta'aruf dengan Andi, selama satu bulan ini kalau kira kira tidak cocok dan banyak permasalahan atau kendala, baru kamu mundur"kata mama panjang lebar.
Melihat mamanya yang memberi saran."betul juga apa yang di katakan mama"kata Mila dalam hati. Tapi dia mengangguk saja yang menandakan setuju.
"masa kamu ngangguk saja jawab dong "kata mama.
"terserah mama saja kalau Mila oke saja"jawab Mila.
"wah... berarti setuju "
"kan...tapi kata mama jalani saja dulu",kata mama.
Takut anak gadis nya ngambek maka mama pun menjawab."iya...iya... Alhamdulillah... nanti mama akan sampaikan pada ayah "kata mama pada anaknya.
Mila pun berdiri dari tempat tidur,dia mau ke kamar mandi untuk cuci wajah dan mengambil air wudhu."ma...Mila mau sholat dulu "kata Mila.
__ADS_1
"ya sudah...mama pun mau tidur... tapi Mila mama yakin nanti sampai ke rumah pasti Andi menelpon mu "kata mama lalu meninggalkan anaknya di kamar.
"mama ini ada ada saja,mana mungkin"jawab Mila.
Setelah mamanya keluar baru Mila berpikir."masa sih bang Andi mau nelpon aqu? ya sudah lah... lihat saja nanti"kata Mila dalam hati.
Sementara Andi yang baru sampai rumah, suasana rumah sudah mulai sepi. Para keponakan sudah kembali ke rumah. Tinggal ayah dan mamak nya yang lagi berdua menonton televisi.
"Assalamualaikum..."kata Andi masuk ke dalam rumah.
"wa'alaikum salam... dari mana saja kamu Andi?"tanya mamak.
"hari ini anak Dafi lahir Mak...jadi aqu sedikit repot"jawab Andi.
"sudah lahir anak Dafi,apa orang nya?"tanya mamak
"laki laki ma..."jawab Andi.
Karena kecapean Andi meluruskan badan di depan televisi dan bergabung dengan kedua orang tua nya."Dafi sudah punya anak, kamu kapan menyusul? kemanakan sudah panggil uwak"kata ayah Andi.
"do'akan saja sebentar lagi Andi menikah"jawab Andi.
Mamak yang senang mendengar perkataan anaknya karena biasanya dia tidak peduli dan tidak ada jawaban dari mulut nya."apa... enggak salah yang mama dengar ini kan?"kata mamak
"mau doa restu...bawa perempuan itu ke sini,jumpai mamak dan ayah"kata mamak
"iya Mak... secepatnya Andi kenalkan"jawab Andi.
Penasaran dengan tingkah anaknya mamak menanyakan ulang."betul ini kan Andi? kamu tidak mempermainkan kami"kata mamak.
"Astaghfirullah hal'azim Mak...mana mungkin Andi tega berbohong pada ayah dan mamak", jawab Andi terduduk dari tidur untuk menandakan keseriusan nya.
Ayah dan mamak saling pandang dan tersenyum karena senang mendengar kabar yang sudah lama mereka tunggu."Alhamdulillah...ayah... sebentar lagi Andi mau menikah... dengan siapa nak?"tanya mamak.
"sabar Mak... secepatnya Andi akan kenalkan dan lamar dia, masih penjajakan tapi Andi sudah ngomong sama orang tua nya mau ta'aruf"kata Andi penuh percaya diri.
Terlihat kebahagiaan kedua orang tua Andi mendengar kabar bahagia tersebut. Andi melihat ada kebahagiaan di mata ayah dan mamak nya. "Senang mamak dengarnya, Kalau calon mu itu mau datang, kabari ya...."pesan mamak
"iya Mak...tapi jangan kasi tau yang lain dulu...Andi hanya mau minta restu dari mamak dan ayah."kata Andi.
"owalah...nak... kami berdua sebagai orang tua selalu mendoakan yang terbaik untuk anak anak tanpa di minta"kata mamak.
"Andi...apa yang di katakan mamak mu itu betul, kalau sudah cocok dengan pilihan mu itu jangan di tunda... segerakan lah secepatnya"kata ayah pada Andi.
__ADS_1
Andi terdiam mendengarkan nasehat dari ayah dan mamaknya, apa yang di katakan kedua orang tua nya memang ada benarnya. Apa lagi dari segi usia dia sudah matang dan juga sudah ada kerjaan untuk memenuhi kebutuhan keluarga nya kelak.
Di rumah Andi juga termasuk salah satu tulang punggung keluarga, semua di penuhi Andi untuk makan sehari-hari kedua orang tua nya bahkan terkadang saudaranya minta bantuan pada Andi juga.
Karena sudah malam maka Andi permisi untuk istirahat."Mak... sudah malam, Andi masuk kamar dulu"kata Andi.
"ya...pesan mamak secepatnya kamu kenalkan calon istri mu sama kami"kata mamak
"insha Allah secepatnya, jangan lupa do'akan semoga lancar lancar,tanpa ada hambatan"kata Andi.
"a...min..."kata mamak.
Masuk ke dalam kamar dengan keadaan capek. Bersih bersih dan mengambil wudhu untuk melaksanakan sholat isya. Tenang rasanya kalau sudah melaksanakan rukun Islam yang kedua tersebut.Untuk tidur jadi aman dan damai rasanya.
Setelah melaksanakan shalat maka Andi naik ke atas ranjang, dia sebenarnya ngantuk tapi kepikiran dengan Mila."kenapa aqu tadi enggak bicara dulu dengan Mila? malah langsung ngomong sama ayah nya, pasti dia marah sama aqu"kata Andi bicara sendiri.
Setelah berpikir sejenak maka di ambil nya HP di atas meja."lebih baik qu telpon dia, tapi sudah tidur atau belum?"kata Andi ragu ragu.
"lebih baik qu telpon saja dia"kata Andi sambil menekan nomor HP Mila.
Andi pun menelpon Mila melalui WhatsApp."kalau tidak nyambung berarti dia sudah tidur dan belum rezeki, besok aqu jumpai saja di tempat kerja waktu dia pulang kerja"kata Andi sambil memegang HP
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like ...like...like...
add favorit...
komentar yang membangun
vote...vote... vote...
dan kirim kan bunga mawar atau secangkir kopi hangat biar Author lebih semangat lagi melanjutkan ceritanya.
🤭🤭🤭
Terima kasih
🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1