
Jam satu siang Dedy sudah pulang ke rumah karena mau pulang kampung. Sampai rumah di lihat nya ada koper di kamar yang sudah tertutup rapat.
Dedy baru ingat kalau dia pulang kampung dengan Siska."kamu sudah siap?"tanya Dedy pada Siska yang lagi duduk di atas tempat tidur."Siska kenapa bisa mau ikut? pasti karena ancaman dari papi"kata Dedy dalam hati.
Siska dengan wajah datar menjawab pertanyaan suaminya"kamu enggak lihat kalau aqu sudah siap"
"ya... lihat... sebentar aqu siapkan baju qu dulu,"kata Dedy.
Dedy mengambil baju seperlunya saja hanya beberapa pasang saja."bawaan mu hanya itu?"tanya Siska.
"ya... memang segini aja,lagian di sana baju qu juga masih ada"jawab Dedy.
"oh..."jawab Siska.
Mereka turun ke bawah dan ternyata pak Kusuma dan Bu Mona di meja makan tapi sudah siap makan."kalian mau berangkat sekarang?"tanya Bu Mona
"iya mi..."jawab Siska
"sebelum berangkat kalian makan dulu"kata Bu Mona.
"baik mami"jawab Dedy.
Sepasang suami istri itu pun makan di meja dengan pengawasan pak Kusuma."kalian pulang kampung naik kendaraan apa?"
"naik kendaraan umum papi"jawab Reza
"apa??? enggak bisa begitu, aqu enggak setuju"kata Siska.
"jadi kamu maunya seperti apa? tanya pak Kusuma.
"ya...bawa mobil yang setiap hari aqu bawa papi"jawab Siska.
"untuk sementara mobil mu tinggal saja dan pakai mobil yang biasa saja"kata pak Kusuma.
"tapi ayah...aqu mobil yang biasa qu bawa saja"kata Siska
Pak Kusuma melihat Dedy yang hanya diam"Siska sebaiknya jangan pakai itu, karena jalan nya sedikit rusak"kata pak Kusuma.
"jadi kami naik apa?"tanya Siska.
Sementara pak Kusuma melihat interaksi antara suami istri tersebut."makan aja kamu dulu baru kita lihat"kata pak Kusuma.
maka antara Siska dan Dedy makan sesuai dengan selera masing masing.
Selesai makan Siska yang sudah siap langsung mencari keberadaan Dedy."kamu kemana?"tanya Siska
"tapi dari dalam mau lihat mobil kita bawa nanti.
__ADS_1
Siska yang melihat mobil pilihan papinya geleng kepala dan mau menjerit."enggak salah papi kirim ini?"tanya Siska.
"enggak ada yang salah kamu harus bawa ini saja, kalau pakai yang biasa pasti akan membuat kehebohan di kampung"jawab papi.
Tidak ada pilihan dan tawaran dari papinya Siska,mau atau tidak Siska harus terima."wih... mobil nya kok jelek amat, pasti aqu di dalam mobil itu tidak nyaman,tapi bagaimana lagi?"kata Siska dalam hati.
Dedy yang sudah selesai makan permisi memasukkan koper ke dalam mobil."papi...kami jalan dulu...mami... do'akan kami selamat di jalan"kata Dedy pada ke dua mertuanya.
"ya... hati hati di jalan... titip Siska, kamu harus banyak bersabar menghadapi nya"kata Bu Mona.
"baik ma ..."jawab Dedy.
Sementara Siska tidak berkata apa-apa dia hanya menyalim papi dan mami nya.
"kamu jaga diri di tempat mertua"pesan Bu Mona.
"mami... ngomong apa sih? enggak jelas"kata Siska.
Pak Kusuma mendengar itu langsung melotot"Siska..."kata pak Kusuma.
"enggak papi hanya bercanda saja kami"jawab Siska.
Akhirnya sepasang suami istri itu pun berangkat dengan mengendarai mobil yang di sediakan oleh pak Kusuma."masih oke pun mobil nya, tapi kenapa Siska enggak suka? oh... mungkin karena dia selalu memakai mobil keluaran Eropa,ya...wajar saja itu"kata Dedy dalam hati.
Sementara Siska hanya diam tidak mau bicara."Siska...aqu mau beli oleh oleh kamu ikut atau tunggu di mobil"tanya Dedy.
"oke... sebentar... dulu ya..."kata Dedy.
Memilih kue untuk di bawa pulang membuat Dedy bingung sendiri,mana yang harus di beli.
"permisi...mau pesan apa?"tanya penjaga toko.
"kalau kue untuk anak anak biasanya yang mana?"kata dedy
"pesan bolu gulung pakai seres pasti anak suka"jawab penjaga toko.
"ya sudah pesan bolu 1 dan manisan satu kilogram"kata Dedy.
"oh...iya...bika Ambon satu kotak"kata Dedy
"baik pak"jawab penjaga toko yang langsung menyiapkan pesanan Dedy.
Pesanan yang di beli Dedy lumayan banyak di bandingkan pada saat dia pulang kampung sendiri. Ini di lakukan Dedy agar nama baik Siska di mata keluarga nya baik, walaupun kehidupan rumah tangga dengan Siska masih penuh tanda tanya, dia hanya menjalani selama satu tahun ini. Setelah itu dia ikhlas apapun yang akan terjadi.
Jika jalan yang terbaik bercerai,dia akan menerima dengan ikhlas. Dan jika jodoh nya bersama Siska masih ada dia juga akan ikhlas menerima Siska apa adanya bukan adanya apa.
Keluar dari toko Dedy begitu banyak membawa oleh oleh untuk keluarga yang di kampung.
__ADS_1
Sementara Siska di dalam mobil melihat Dedy begitu banyak membawa belanjaan."beli apa sih dia? sampai sebanyak"kata Siska ngomong sendiri di dalam mobil.
Siska memperhatikan lagi Dedy,"sepertinya Si Dedy itu ganteng juga?tapi dari dekat suka ngeselin aqu aja"kata Siska dalam hati.
Dedy sudah mendekati mobil dan membuka bagasi pintu belakang, setelah semua oke dan masuk ke dalam mobil Dedy pun masuk."ada yang mau di beli lagi?"tanya Dedy pada Siska.
Siska masih memikirkan sesuatu tapi sepertinya tidak ada."enggak ada"jawab Siska.
"sneak di jalan mau?tanya Dedy.
"boleh...tapi apa ya..."tanya Siska pada suaminya.
"kripik, coklat atau kreaker"kata Dedy.
"boleh juga itu, kamu tolong belikan"kata siska.
"sepertinya di depan itu sepertinya ada"kata Dedy.
"beli di situ aja,tapi kamu yang belikan"kata Siska.
"baik tuan putri"jawab Dedy yang langsung keluar mobil lagi membelikan pesanan untuk Siska.
Di toko jual kripik dan makanan lain banyak aneka macam yang bisa di pilih,jadi Dedy membelikan beberapa macam kripik, coklat dan kreaker."beli banyak aja kalau dia enggak suka di rumah pasti di makan juga"kata Dedy dalam hati.
Tak memakai waktu yang lama akhirnya dia selesai belanja sneak makanan untuk Siska. Sampai di dalam mobil Siska bingung karena terlalu banyak yang di beli Dedy.,"kok bisa sebanyak ini?"tanya Siska pada suaminya
"aqu bingung mau ambil yang mana jadi qu beli aja ini, kalau kamu enggak suka bisa di kasi orang yang di rumah. hitung hitung perkenalan dengan orang yang di rumah"kata Dedy.
Siska tersenyum tapi tidak terlihat oleh Dedy"malu dong kalau kelihatan dia"kata Siska dalam hati.
BERSAMBUNG
*****
jangan lupa
like... like...like..
add favorit
komentar yang membangun
serta.
vote... vote... vote...
Terima kasih
__ADS_1
ππππβΊοΈ