Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.175


__ADS_3

Hasil pemeriksaan Bu dokter terhadap siska sebenarnya tidak akurat,


"kalau boleh saya tau, kapan haid terakhir"tanya Bu dokter.


"bulan semalam dokter tapi untuk bulan ini saya belum halangan"jawab Siska


"untuk bulan ini sudah telat?"tanya Bu dokter lagi.


"seperti nya sudah, tapi itu kan biasa terjadi"jawab Siska


Bu Mona yang mendengar jawaban anaknya langsung berkomentar.


"nah....mami yakin kalau kamu memang hamil karena dulu mami seperti itu"kata Bu Mona


"tapi Siska biasa kok kalau telat seminggu,"kata Siska lagi


"sudah berapa lama telat?"tanya Bu dokter.


Siska berpikir untuk mengingat kapan terakhir dia halangan.


"seperti nya sudah sepuluh hari"jawab Siska.


"Alhamdulillah...mami yakin kalau kamu hamil,jadi untuk hari ini kamu istirahat saja dulu"kata Bu mona.


"mami...apaan sih..."kata Siska cemberut


"untuk memastikan sebaiknya di USG saja"kata Bu dokter.


"masih rentan dokter, pakai alat testpack saja"kata Bu Mona


"itu juga bisa ibu, tapi untuk dunia kedokteran juga sudah bisa karena hanya memastikan saja supaya bisa di jaga."kata dokter.


Suasana hati Bu Mona yang senang karena dia menyakini kalau anaknya itu memang hamil. Sementara yang punya badan belum percaya apa yang di katakan oleh mamanya.


Dokter memberikan resep obat yang harus di apotik untuk menebusnya.


"ini ada resep obat untuk Bu Siska"kata Bu dokter


"obat apa ini?"tanya Bu Mona mengambil kertas


"itu hanya vitamin kok Bu,saya permisi dulu ya karena ada jadwal pagi ke rumah sakit"kata Bu dokter


"terima kasih Bu dokter nanti di transfer ya..."kata Bu Mona dan mengantarkan dokter keluar kamar sampai depan rumah.


Siska yang tinggal di kamar sendirian kembali melanjutkan tidur nya karena kepala dan mata masih berat, susah di ajak untuk kompromi.


Mengantarkan ke depan rumah Bu dokter permisi untuk pulang."terima kasih Bu dokter"kata Bu Mona


"sama sama Bu"jawab Bu dokter dan langsung keluar rumah.


Rumah yang besar sehingga dua lelaki tidak menyadari apa yang terjadi di rumah, tapi Pak Kusuma melihat dari kejauhan dokter pribadi baru meninggalkan rumah.


"lho...kok Bu dokter baru keluar dari rumah ya...siapa yang sakit? perasaan tadi enggak ada yang sakit"kata pak Kusuma pada Dedy.


"iya...ya...Pi..yuk kita ke rumah, tanya mami"kata dedy.


"ya lah...lagian sudah siang ini"kata pak Kusuma.


Di dalam rumah seperti biasa saja tidak ada yang perlu di khawatirkan. Bu Mona yang lagi di meja makan lagi mempersiapkan sesuatu.


"mami...tadi Bu dokter baru keluar dari rumah, siapa yang sakit?"tanya pak Kusuma sambil duduk.

__ADS_1


"enggak ada yang sakit tapi mami yang panggil"kata Bu Mona.


"kenapa di panggil? mau periksa mami?"tanya pak Kusuma lagi.


"Bu dokter tadi periksa Siska"kata Bu Mona.


Dedy yang juga lagi duduk di meja karena mau minum air putih.


"lho...Siska kenapa? tadi enggak ada masalah apapun waktu di tinggal"kata Dedy sedikit khawatir.


"memang enggak ada masalah tapi mami curiga saja kalau Siska itu lagi hamil"kata Bu Mona.


Dedy yang lagi minum mendengar istrinya lagi hamil sedikit terkejut dan saat minum sampai sedikit nyembur tapi di tahan nya agar tidak kena orang sehingga kena dirinya sendiri.


"pasti itu masih prediksi mami, lihat tuh si Dedy minum sampai nyembur gitu"kata pak Kusuma.


"maaf... tidak bermaksud hati membuat Dedy kaget."kata Bu Mona.


"enggak apa apa mi...Dedy ke atas dulu mau lihat Siska"kata Dedy permisi dan naik ke atas mau melihat keadaan istri tercinta.


Sampai di atas Dedy masuk kamar dan melihat istrinya yang sedang tidur."Siska... Siska...kamu sakit?"tanya Dedy sambil memegang kening istrinya.


"Siska... tidak panas kok"kata Dedy lagi


Siska yang merasa ada yang memegang kepalanya jadi terbangun.


"mas...ada apa?"tanya Siska


"enggak ada apa apa, tadi kata mami kamu..


"kata Dedy dengan suara terputus.


"kata mami aqu hamil? gitu kan?"kata Siska menyambung perkataan yang terputus.


"mami itu halu mas, enggak ada bukti nya juga"kata Siska.


Dedy berpikir sebentar lalu menanggapi perkataan istrinya."tapi...bulan ini kamu belum datang bulan kan?"


"iya...tapi itu biasa , paling sebentar lagi haid"kata Siska.


"tapi itu dulu... sebelum kamu menikah, sekarang kan sudah ada suami, lagian suami mu itu suka khilaf melihat kamu. apa lagi di malam hari, sekarang aja kalau tidak di kontrol khilaf lagi."kata Dedy.


Mendengar penjelasan suaminya yang ada benarnya, Siska jadi berpikir dan tidak bisa tidur kembali.


"iya...ya...mas , biasanya aqu telat seminggu tapi sekarang sudah seluruh hari telatnya. ini efek dari ke khilafan kamu"kata Siska pada suaminya.


"apa... sudah sepuluh hari? kamu sudah buang air kecil setelah bangun?"tanya Dedy


"ya sudah...tadi sebelum sholat, pipis dulu. kenapa mas ?"tanya Siska yang enggak mengerti.


Dedy menjelaskan apa yang dia ketahui pada istrinya yang tidak mengerti.


"kalau untuk testpack kehamilan itu sebaiknya di pagi hari, saat air seni setelah bangun tidur"Dedy menjelaskan.


"oh... gitu ya...mas kok tau?"tanya Siska.


"pernah baca di internet, di sana banyak informasi"kata Dedy.


"jam berapa sekarang? aqu mau mandi dulu"kata Siska.


Mereka berdua juga tidak tau kalau sekarang jam berapa,lalu melihat jam dinding.

__ADS_1


"astaghfirullah hal'azim... sudah jam delapan "kata Siska.


"kamu libur saja hari ini biar mas yang kerja "kata Dedy.


"enggak mau...aqu juga mau kerja "kata Siska.


"ya sudah... nanti kamu akan berurusan dengan mami saja kalau begitu "kata Dedy.


Siska akhirnya mengalah dan membiarkan Dedy untuk mandi duluan.


"biar saja mas Dedy berangkat duluan, aqu nyusul saja"kata Siska dalam hati.


Dedy yang di dalam kamar mandi sementara Siska menyiapkan pakaian yang di pakai suaminya ke kantor.


Setelah mandi Dedy melihat baju kerja sudah ada di atas tempat tidur.


"pakaian dalam nya mana ini?"tanya Dedy


"Belum ada ya... bentar aqu ambilkan "kata Siska lalu mengambilkan dan menyerahkan pada suaminya.


"enggak di pakaikan sekalian?"tanya Dedy pada istrinya.


"ih...mas...mau khilaf lagi? enggak mau... nanti ke kantor bisa telat. Pak Kusuma nanti marah enggak ada pemimpin perusahaan yang hadir hari ini "kata Siska


"ya sudah...kalau begitu pakai sendiri saja, biar cepat ke kantor "kata Dedy


"gitu dong...mana dasi nya biar aqu pakaikan yang rapi"kata Siska.


Setelah berpakaian lengkap, tinggal pakai dasi. maka Siska naik ke atas tempat tidur dan berdiri dengan lutut nya, lalu di pakaikan untuk suami tercinta.


"terima kasih ya..."kata Dedy yang dari tadi melihat istrinya.


"sama sama...kerja yang rajin "


"insha Allah kerja yang rajin, untuk anak di dalam ini"kata Dedy pada Siska.


"Amin... hari ini mas kok romantis gitu, kenapa?"


"karena mas yakin apa yang di katakan mami, kalau kamu itu lagi hamil "kata Dedy sambil mengecup b*b*r seksi Siska agar tidak ada lagi bantahan, sehingga Siska tidak bisa bicara.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like... like...like...


add favorit...


komentar yang membangun


bunga mawar yang bermekaran


secangkir kopi hangat


serta


vote... vote...vote...


terima kasih

__ADS_1


🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2