
Setelah selesai belanja elektronik dan bed cover untuk di rumah Bu Zubaidah mamak Dedy. Siska merasa senang karena baru saja belanja walaupun untuk keperluan kamar dan dapur.
Mereka pulang ke rumah semua belanjaan di bayar oleh Dedy karena black card Siska tidak bisa di gunakan daerah perkampungan yang terpencil.
Di dalam mobil Siska mengembalikan uang yang di belanjakan tadi dengan SMS banking melalui HP."untuk Singal HP bisa di sini, kalau tidak? aduh... ingin rasanya melarikan diri entah kemana"kata Siska dalam hati.
Dedy yang mengendarai mobil tidak sabar kalau ada masuk dana ke rekening. Dalam perjalanan pulang mereka berdua hanya diam, tenggelam dalam pemikiran masing masing."sampai kapan aqu harus di kampung ini?"kata Siska dalam hati.
"kenapa papi yakin sekali sama Dedy, padahal melihat rumah dan keluarga nya aqu sebenarnya kurang suka,tapi bagaimana lagi?"kata Siska lagi dalam hati.
Sementara itu Dedy yang mengendarai mobil sambil curi pandang melihat Siska yang hanya diam saja dan pandangan Siska ke arah depan. Merasa diperhatikan Siska melihat ke arah Dedy."kamu itu konsentrasi aja nyetir, nanti kita bisa nabrak orang.bisa panjang ceritanya"kata Siska.
"siapa yang memperhatikan? hanya saja kamu kok diam saja?"tanya Dedy.
"aqu enggak tau, mungkin kecapean karena belanja tadi dan kita juga baru sampai sudah belanja"kata Siska.
Tak terasa akhirnya sampai juga di depan rumah dan mereka di sambut oleh Rahma yang menunggu kepulangan mereka."bang...itu ada orang bawa AC dan lemari es, pesanan siapa?"tanya Rahma.
"oh... sudah sampai? pesanan kak Siska"jawab Dedy yang masuk ke dalam rumah melihat pesanan mereka tadi.
Di dalam petugas pemasangan AC sudah menunggu mereka,"pak mau di pasang di mana?"tanya petugas pemasangan AC.
"oh...di kamar saya saja dan lemari es nya letak di dapur saja.Rahma coba tolong tunjukkan tempat nya"kata Dedy.
Dengan sigap Rahma menunjukkan tempat lemari es tersebut"Alhamdulillah...ada lemari es baru, yang lama memang sudah tidak layak pakai"kata Rahma dalam hati.
Setelah selesai meletakkan lemari es Rahma kembali ke depan melihat Siska yang membawa barang belanjaan bersama Dedy."wah... memborong ya .. tinggal tempat tidur nya aja yang lama"kata Rahma.
"tempat tidur masih cantik kok, ngapain juga beli yang baru"jawab Dedy.
Siska duduk di depan memeriksa barang belanjaan nya dan ternyata sudah pas semua,lalu dia mengambil dua seprei biasa tapi merk yang oke."Rahma ini seprei untuk ganti ganti, itu untuk semuanya ya..."kata Siska.
Rahma yang mendapat seprei baru sangat senang sekali"wah...aqu dapat seprei baru, terima kasih kak... murah rezeki..."kata Rahma.
"deg"
jantung Siska tersentuh mendengar perkataan adik iparnya.
"kamu senang sekali, di kamar kan ada seprei.sementara yang lama masih ada kan?"kata Siska.
"sudah lama kami enggak ada ganti seprei kak"jawab Rahma.
"jadi kamu pakai seprei yang bagaimana"tanya Siska lagi.
"owala kak terkadang kami pakai kain panjang"kata Rahma
__ADS_1
"a...masa sih"tanya Siska penasaran.
Akhirnya Rahma menunjukkan dan membuka pintu kamar dan Siska memperhatikan dan melihat dari jauh"oh... ternyata memang benar"kata Siska melihat dari jauh setelah itu dia diam saja.
Setelah selesai samua akhirnya Dedy masuk sendiri ke dalam rumah, dia melihat orang yang memasang AC di kamar apakah sudah sesuai atau belum dan biar tidak salah penempatan nya.
Setelah di lihat ternyata mamak sudah ada di sana melihat orang yang kerja."Mak... di sini?"tanya Dedy hanya berbasa basi dan menyalim tangan orang tua nya.
"iya... sudah pulang kamu? kalian dari mana?"tanya mamak penasaran.
"sudah Mak, tadi Siska ada yang mau dia cari"jawab Dedy.
"sudah sore... sebaiknya kamu mandi sana kan sebentar lagi magrib"
"baik Mak..."jawab Dedy yang ke kamar mandi.
Siska yang masih dengan Rahma di ruang tamu memeriksa belanjaan."kak tadi belanja di mana?"tanya adik ipar
"di kecamatan kata abang mu"jawab Siska.
"lain kali kalau pergi ajak aqu ya..."kata Rahma lagi.
"iya... besok kita jalan cari makanan mau? setelah kamu pulang sekolah"kata Siska.
"ih...aqu mau... tunggu aqu ya kak"kata Rahma sambil memeluk Siska."ternyata punya kakak ipar itu menyenangkan, enggak seperti cerita teman qu yang berantem melulu"kata Rahma.
Pemasangan AC sudah selesai jadi mamak keluar dari kamar berserta orang yang memasang AC."Rahma sudah sore kami sudah mandi nak? sebentar lagi magrib."kata Bu bedah.
"iya mak...ini juga mau mandi"jawab Rahma.
"oh...iya... kakak juga belum mandi"kata Siska.
Sampai di kamar Siska melihat AC sudah terpasang namun suasana kamar yang berantakan,dan ternyata Dedy yang baru siap mandi dengan memakai handuk di pinggang."Siska...kamu di sini? mandi saja dulu biar kamar aqu yang bersihkan"kata Dedy.
Siska yang melihat suaminya pakai handuk jadi salah fokus karena terlihat perut roti sobek/sixpack badan suaminya."i...ya...aqu mau ambil handuk dulu..."jawab Siska.
"mau mandi di luar kamar? bagaimana ini?"kata Siska dalam hati.
Dedy yang sudah selesai berpakaian melihat istrinya yang kebingungan."kamu kenapa?"tanya Dedy.
"aqu bingung bagaimana mandi nya?"kata Siska
"kamu bawa handuk dan pakaian ganti ke kamar mandi,trus pakai di dalam bajunya"jawab Dedy.
"kenapa kamu tidak melakukan hal yang sama? malah pakai baju di kamar"tanya Siska.
__ADS_1
Dedy diam sejenak melihat istrinya lalu menjelaskan"kalau kamu seperti aqu pakai handuk dari kamar mandi kan enggak enak di lihat mamak, bagaimana pun ini rumah orang tua qu"kata Dedy.
"ya sudah kalau begitu, aqu mandi dulu.
Ternyata di kamar mandi ada Rahma tapi sudah selesai"eh...kak Siska,mandi juga?"
"iya..."jawab Siska.
Siska masuk kamar mandi dan melihat di sekeliling nya, ada air dari kran dan air sumur. Air dari kran sudah terisi penuh, air nya juga bersih.
Lalu dia mandi dengan memakai peralatan sabun yang dia bawa dari rumah, setelah mandi dia mau memakai baju yang di sarankan oleh Dedy.
Tapi ternyata belum sempat dipakai baju tersebut jatuh dan basah."aduh... bagaimana ini?"kata Siska ngomong sendiri.
Dedy yang masih ragu dengan Siska pakai baju di kamar mandi ternyata berada di luar pintu."Siska...kamu sudah siap"panggil Dedy.
"sudah..."kata Siska dan membuka pintu kamar mandi menarik Dedy masuk kamar mandi.
"Baju aqu basah, bagaimana ini?"tanya Siska.
Melihat istrinya yang pakai handuk dari dada sampai paha atas membuat Dedy seperti mendapat pemandangan indah."ini aqu bawakan handuk"kata Dedy menyerahkan handuk jubah.
Siska mengambil handuk tersebut dan mengganti di depan suami nya."kamu kok seperti itu lihat nya?kata Siska yang melihat suaminya tidak seperti biasanya, ada hasrat terpendam di sana.
Dedy tidak menjawab tapi mendekati dan m*l*m*t b*b*r istrinya, sehingga membuat Siska kaget tapi dia pun menikmati nya, c"u*a* yang dalam kalau tidak di hentikan. Lalu Dedy tersadar dan menghentikan nya."maaf..." hanya itu yang keluar dari mulut nya."kalau tak qu hentikan bisa khilaf aqu... sampai kapan aqu harus menahan hasrat dengan istri qu sendiri"kata Dedy dalam hati.
Dia keluar dari kamar mandi terlebih dahulu dan tak berapa lama Siska pun keluar juga."kenapa ciuman nya kali ini aqu merasa manis sekali"kata Siska dalam hati sambil wajah tersenyum masuk ke kamar.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like... like...like...
add favorit...
komentar yang membangun
serta
vote... vote... vote...
terima kasih
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏🙏