Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.242


__ADS_3

Makan pecel lele di pinggir jalan bertiga, Faisal yang sebenarnya sedih melihat anaknya yang seperti tak terurus padahal istri di rumah, enggak kerja apapun.


Tapi anak tidak begitu di perhatikan oleh Leli.


"Dio... masih mau ?tanya Faisal


"bawa pulang boleh papi?"tanya Dio dengan ragu.


"untuk siapa? kalau untuk mami tidak boleh."kata Faisal


Dio berpikir sejenak sambil minum, dia kasian dengan mami nya yang belum makan jadi dia pun punya ide.


"papi... belikan dua untuk kakek, nenek saja kalau begitu."kata Dio


"ya sudah...kamu pesan sana."kata Faisal.


Dio pun ke dekat kasir untuk memesan makanan yang mau di bawa pulang. Sebenarnya Faisal tau kalau Dio membelikan untuk mami nya, tapi dia berpura tidak peduli.


Membantu adek yang masih makan karena masih umur empat tahun harus di suapkan juga biar cepat selesai.


"ayo dek...makan nya cepat,biar kita pulang."kata Faisal.


"adek sudah Kanyang... untuk papi aja."kata adek memberikan makanan nya, jadi karena sayang di buang...maka Faisal menghabiskan makanan tersebut.


Setelah selesai makan Dio kembali duduk bersama mereka."sudah kamu pesan?"


"sudah ayah..."


"makanan adek enggak habis...kamu mau?"


"enggak ayah... sudah kenyang."


"tumben kamu... biasanya kamu yang menghabiskan makanan adek mu."kata Faisal.


"tadi sebelum pergi...Dio kan makan di rumah kakek, jadi sudah kenyang di tambah pecel lele tadi."jawab Dio.


Faisal yang sengaja cepat untuk makan karena adek yang sudah ngantuk dan ini jam tidur nya.


Setelah makan Faisal menggendong adek untuk membayar makanan di ikuti Dio dari belakang.


Membayar pesanan semua membuat Faisal bingung karena kok bayarannya tidak seperti biasa.


"pak...ini pesanan anaknya?"kata kasir memberikan


"oh...iya... terima kasih..."mengambil makanan tersebut yang ternyata ada tiga porsi, Faisal geleng kepala dan memberikan pada Dio anaknya.


Sambil berjalan keluar Faisal menanyakan pada anaknya."tadi katanya pesan dua tapi pas di kasir jadi tiga?"


"tiga itu untuk kakek,nenek dan dio..."kata Dio menjelaskan.


"katanya sudah kenyang... jangan jangan untuk mami..."


"kalau di rumah...Dio lapar lagi... kalau mami mau... ya...bagi dua."kata Dio menjelaskan pada papi.


Faisal tidak mau berdebat,dia hanya menggelengkan kepalanya mendengar alasan yang di berikan Dio yang masuk akal.

__ADS_1


"pintar juga anak ku ini mencari alasan yang tepat."batin Faisal berkata.


Sampai di rumah ternyata Leli menunggu mereka di ruang tamu, Faisal tidak memperdulikan istrinya. Dia langsung membawa adek ke kamar mandi untuk mencuci wajah dan buang air kecil.


Masuk ke kamar untuk menggantikan pakaian adek biar nyaman tidur nya. Sementara Leli mendekati Dio anaknya yang membawa plastik makanan.


"apa itu?"


"ssssttt...mami...kita ke rumah nenek."kata Dio seperti berbisik.


Leli mengikuti Dio ke rumah mamak, mengikuti instruksi dari anaknya sendiri. Sempai di rumah mamak mereka langsung ke meja makan.


Mamak dan ayah sedang menonton televisi, tapi mereka tidak mau bertanya. Dio memberikan satu bungkus untuk maminya dan dua untuk nenek dan kakeknya.


"itu ada tiga bungkus...dua lagi untuk siapa?"tanya Leli


"satu untuk mami dan dua lagi untuk nenek dan kakek."jawab Dio.


"oh...satu aja kasi...mami lapar kali ini."


"enggak bisa seperti itu... kalau papi tau satu untuk mami...Dio bisa di marahi...."


"kenapa bisa seperti itu?"


"enggak tau...papi tadi itu marah kali sama mami...nasi uduk saja kata papi beli dua aja untuk kakek dan nenek. Tapi Dio tambahkan satu dengan alasan untuk..."


"untuk siapa?"


"untuk Dio lah..."


"Dio...bawa apa itu?"


"ini ada pecel lele dari papi nek...kek..."kata Dio


"Alhamdulillah... terima kasih cu...bilang sama papi murah rezeki ya..."mamak mengambil bungkusan.


"a...min..."kata dio


Melihat ke arah ayah untuk memakan bawaan dari cucu,mamak yakin kalau ayah masih bisa di isi perutnya karena tadi makan malam yang sedikit karena hanya ceplok telur.


"kek...ini ada pecel lele dari Dio...ayo kita makan sekarang."


bangkit dari lagi tiduran mendekati mamak.


"kelihatannya enak...yuk kita makan sekarang."ajak ayah.


"bentar ambil cuci tangan dan minuman."kata mamak ke dapur.


Kakek dan Dio pun membuka makanan.",kita makan sama sama Dio."kata ayah.


"Kakek saja tadi Dio sudah makan di tempat jualannya."jawab Dio.


Mamak pun sudah bersama mereka dengan bawaan nya,jadi mereka makan bertiga, sementara Leli duduk di meja makan sendirian.


"Dio... punya nenek ini pasti lebih...jadi kita makan bersama."kata mamak.

__ADS_1


Dio mengikuti perintah dari nenek nya sebenarnya dia sudah kenyang tapi masih bisa di isi perutnya. Mamak yang tau kalau cucunya itu selera makannya tinggi jadi mana mungkin dia bisa makan kalau cucunya hanya diam dan memperhatikan saja.


Sementara Faisal yang sudah mengurusi adek sampai tidur,dia pun membersihkan diri nya sendiri. Membersihkan wajah dan badan nya lalu menggantikan baju dan memakai sarung.


Sebelum tidur dia mau isya terlebih dahulu dan dia mencari keberadaan Dio untuk berjamaah.


"Dio...isya dulu kita..."kata Faisal


Yang di cari tidak ada jadi Faisal ke rumah mertua nya dari dapur,di lihat nya Leli duduk lagi makan di meja makan sementara Dio bersama mertua di depan televisi.


Tidak memperdulikan istrinya berjalan mendekati mertua nya.


"Dio... sudah siap makannya? "tanya Faisal.


Dio melihat ayahnya di belakang sedikit kaget karena ketahuan memberikan satu bungkus untuk mami nya.


"iya... papi..."jawab Dio gugup


"terima kasih pecel lele nya Faisal."


"sama sama mak...si Dio yang memesankan tadi... ingat dia untuk nenek dan kakeknya."jawab Faisal.


"oh... pintar cucu kakek ini..."kata ayah.


"papi tunggu sepuluh menit di rumah ya...kita isya berjamaah."kata Faisal kembali ke rumah tanpa memperdulikan istrinya.


"iya Pi..."jawab Dio yang lagi makan.


Mamak membantu mengambil ikan lele untuk cucu nya ,biar cepat karena sudah di tunggu. Setelah merasa kenyang Dio pun kembali ke rumah.


Ayah yang melihat anaknya tidak di perdulikan oleh Faisal."pasti mereka berdua bertengkar mak...Leli...Leli...ada saja masalah nya"kata ayah.


"iya... mungkin karena Leli tidak menyiapkan makanan untuk anak dan suaminya, sebentar mamak tegur dia."kata mamak


Leli yang sudah selesai makan pun membersihkan sampah makanan nya lalu mendekati orang tua nya karena plastik tadi bersama mereka.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like... like... like...


add favorit...


komentar yang membangun...


serta


vote... vote... vote...


terima kasih


🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2