Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.47


__ADS_3

Pagi hari di rumah sakit, matahari sudah terbit. Dan biasanya ruangan di bersihkan oleh O.B. Di ruangan Bogenvil 1.A. tempat di rawat Nadya dan Nisa juga di bersihkan. Jadi A.C kamar pun mati, karena merasa gerah/panas Nisa jadi bangun. Yang pertama orang yang di panggil nya adalah..."ayah...ayah..." panggil Nisa


Dafi yang duduk di samping Nadya pun mendatangi Nisa."ya Nisa... ayah di sini"jawab Dafi sambil mengusap kepala anaknya.Nisa pun membuka matanya, dia bingung keadaan sekitar. kok lain ya ???dalam hati nya berkata."ayah kita di mana ?"


"di rumah sakit"jawab Dafi


Nisa memperhatikan di semua ruangan."mama...ada di sini juga?"tanya Nisa.


"iya princess ayah"jawab Dafi.


"Nisa sudah sehat"tanya Nadya.


"Nisa sehat kok, siapa yang sakit?" jawab Nisa sambil garuk kepala, tapi tangannya kok ada benda yang mengganjal."Ayah...ini apa?"tanya Nisa pada ayahnya sambil memperhatikan selang kecil yang ada jarumnya.


"Princess semalam demam, jadi di opneme di sini. alat ini namanya jarum infus, di biar kan aja.jangan di cabut ya..."Dafi menjelaskan pada Nisa.


Di lihat nya Nadya di tempat tidur nya."sini sama mama"ajak Nadya. Nisa pun mendatangi Nadya sambil di bawa kan Dafi jarum infus nya agar darahnya tidak naik."mama kenapa di sini?"tanya Nisa


"mama lagi sakit"kata Nadya


"oh...cepat sembuh ya mama..."kata Nisa.


"a...min..."jawab Nadya


Karena lantai mau di pel O.B maka Dafi berinisiatif untuk mengajak Nadya dan Nisa jalan ke luar kamar, biar bisa menghirup udara segar di luar."mari kita keluar... kamarnya mau di bersihkan dan di pel"ajak Dafi sambil membawa kursi roda untuk Nadya.


Mereka pun jalan ke luar, Nadya di dorong Dafi sementara Nisa jalan saling beriringan di lorong menuju taman rumah sakit di lantai atas. Mereka pun duduk di taman sambil menghirup udara segar.


"ayah di rumah sakit ternyata ada taman nya juga ya?"tanya Nisa.


"iya... biar pasien bisa menghirup udara segar dan bisa melihat tanaman yang segar"jawab Dafi


"oh...Nisa tau, supaya tidak bosan di kamar aja"kata Nisa pada Dafi, tapi Nadya yang jawab


"Nisa kok tau ya?" tanya Nadya.


"karena Nisa bosan di kamar"jawabnya.


"kita doakan bersama supaya kita cepat sembuh agar bisa cepat pulang ke rumah"kata Nadya


"A...min..."jawab mereka bersamaan.


Dari kejauhan ada dua orang melihat interaksi mereka bertiga, seperti keluarga yang utuh. Yang melihat mereka adalah pak Arif dan Bu Nilam."ayah... lihat mereka seperti sebuah keluarga"kata Bu Nilam.

__ADS_1


"iya.."jawab pak Arif


"jadi tidak usah ragu lagi, percaya sama Dafi. insha Allah mama percaya sama dia" kata Bu Nilam.


"insha Allah ayah juga yakin ma..." jawab pak Arif.


Kedua orang tua Nadya melihat kemesraan mereka jadi terharu."mari ayah kita ke sana"ajak Bu Nilam sambil berjalan mendekati Nadya, Dafi dan Nisa.


"ayah...mama..."Nadya memanggil orang tua nya yang berjalan mendekati mereka."tadi kami ke ruangan/kamar tapi enggak ada"kata Bu Nilam. Nadya menyalami kedua orang tua nya yang di ikuti Dafi dan Nisa."tadi ruangan nya di bersihkan Tante" jawab Dafi


"iya...tadi O.B yang menunjukkan ke sini"jawab Bu Nilam.


"seperti nya O.B sudah selesai,mari kita ke ruangan lagi karena dokter mau periksa Nadya" aja pak Arif.


Mereka pun kembali ke ruang kamar, sementara menunggu dokter Nadya sarapan dulu karena mau minum obat dan begitu juga Nisa sarapan yang di suapi Dafi sangat telaten.


Tak berapa lama dokter Ilham masuk ke dalam ruangan dan memeriksa Nadya."Assalamualaikum...pagi semua",sapa dokter


"pagi dokter"jawab Bu Nilam dan pak Arif bersamaan, sementara Nadya hanya tersenyum saja dan Dafi juga karena dia lagi konsentrasi dengan Nisa.


"Bu Nadya...apa kabar? sudah kelihatan segar saya perhatikan"kata dokter.


"Alhamdulillah... sudah mulai sehat dokter"jawab Nadya.


"Dari hasil pemeriksaan dan observasi kami ada yang mau saya sampaikan"kata Ilham.


Sebenarnya pak Arif, Bu Nilam dan Dafi sudah tau hasilnya. Hanya saja mereka merasa terlalu berat untuk menyampaikan pada Nadya. Biar lah dokter yang menyampaikan pasti lebih bisa di terima oleh Nadya.


"Bu Nadya saya mau coba sekali lagi"kata dokter.


"maaf ya..."kata dokter sambil menepuk lutut Nadya.",apa rasanya"tanya dokter.


"tidak terasa apa apa dokter",kata Nadya


"sebelum nya saya minta maaf karena mungkin ini sedikit berat untuk Bu Nadya" kata dokter


"saya sudah siap mendengar nya dokter"kata Nadya. Mendengar pembicaraan sedikit serius maka Bu Nilam mendekati dan duduk di samping anaknya.


"akibat kecelakaan itu maka mengakibatkan bagian pantat sampai ke bawah sedikit bermasalah"kata dokter Ilham.


"jadi maksudnya dokter?" tanya Nadya penasaran sementara Bu Nilam memegang tangan anak nya.


"Jadi Bu Nadya akan mengalami kelumpuhan untuk sementara saja Bu, tidak permanen kok".

__ADS_1


dokter Ilham menjelaskan.


Nadya mendengar penjelasan dokter Ilham tidak terasa air mata tumpah di pipi. "hiks...hiks...hiks" sambil Mendengar penjelasan dokter."jadi setelah pulang dari rumah sakit, nanti kita mulai saja terapi nya."kata dokter Ilham.


"baik lah dokter, jadi kapan Nadya boleh pulang ke rumah?"tanya Dafi.


"paling lama tiga hari ini"jawab dokter


"Alhamdulillah kalau begitu"jawab Bu Nilam.


"setelah itu lanjut terapi nya? tanya Dafi kepada dokter Ilham


"ya tentu"jawab dokter.


"ada yang mau di tanyakan lagi ibu?" tanya dokter Ilham.


"sudah dokter kalau ada yang saya tanya langsung ke dokter.


"oke... kalau begitu saya pamit dulu,mau periksa yang lain"dokter berpamitan


"silahkan dokter, terima kasih atas informasinya"kata pak Arif.


Dokter pun keluar dari ruangan dan memeriksa yang lain. Sementara Nadya masih shock mendengar berita tentang dirinya untuk sementara lumpuh. Tapi bagaimana lagi nasi sudah jadi bubur. Harus ikhlas menjalani cobaan. Bukankah Allah tidak akan menguji hambanya jika melebihi kemampuan nya.


"Nadya yang tabah, insha Allah kamu bisa melewati cobaan in"kata Bu Nilam.


"iya ma... Nadya ikhlas"kata Nadya.


"nanti sama sama kita jalani ini "kata Dafi.


Di lihat nya di sekeliling ruangan, ternyata orang orang yang menyayangi nya selama ini."ada ayah yang selalu mendukung mu"kata pak Arif sambil memeluk Nadya putri nya.


BERSAMBUNG


*****


jangan lupa


like


komentar


add favorit

__ADS_1


vote


Terima kasih


__ADS_2