
"Apa?"kata Nadya karena dia terkejut dengan pertanyaan dari suaminya. Bagaimana Nadya menjawab pertanyaan suaminya
"Maksud Abang apa?"tanya Nadya penasaran dengan pertanyaan dari Dafi suaminya dan rasanya tidak percaya.
"saya tanya, kamu itu siapa ??? Mama mana ?"tanya Dafi dengan Nadya.
"mama lagi di rumah bang, bentar lagi pulang"jawab Nadya
Nadya sengaja tidak menjawab pada Dafi siapa dirinya, biar Bu Nani saja yang menjelaskan. Kalau mamanya yang menjelaskan pasti dia percaya."mungkin dia lupa siapa aqu"kata Nadya dalam hati
Dari luar perawat masuk ke ruangan Dafi untuk mengecek keadaan Dafi."maaf Bu Nadya mengganggu, saya mau memeriksa keadaan pak Dafi"kata perawat.
"silahkan suster"Jawab Nadya.
Dafi melihat suster diam saja tapi memperhatikan apa yang di lakukan perawat.
"Pak Dafi sudah siuman, boleh saya tanya sesuatu ?" tanya perawat
"ya suster, mau tanya apa?"tanya Dafi pada perawat
"Bapak kenal sama ibu itu?"tanya perawat menunjuk ke arah Nadya yang berdiri di samping.
Dafi melihat Nadya dan kembali melihat perawat karena mau menjawab pertanyaan perawat"tidak dokter, saya tidak kenal. makanya saya mencari mama saya"jawab Dafi.
"oh...baik lah, Bu Nani mungkin sebentar lagi ke sini kok. saya permisi dulu, nanti dokter akan ke mari juga"kata perawat.
",baik suster"jawab Dafi
"ya pak...yang pasti Bu Nadya adalah orang terdekat bapak, makanya dia yang menemani bapak di sini"kata perawat lagi.
Mendengar penjelasan perawat Dafi melihat ke arah Nadya dan memperhatikan nya dari atas sampai bawah. Sementara Nadya yang di perhatikan dari atas sampai bawah senyum saja saat mereka bertatapan mata nya. Tapi Dafi hanya melihat Nadya dengan wajah datar saja.
"Abang mau apa ? mana tau bisa aqu bantu?"tanya Nadya.
"aqu hanya mau katemu mama saja"jawab Dafi sambil membaringkan tubuhnya dan memegang kepala nya.
"Abang masih pusing? ya sudah istirahat aja lagi, nanti kalau mama datang aqu bangunkan"kata Nadya sambil mendekati Dafi untuk merapikan selimut di bagian kakinya.
Dan tak berapa lama mata Dafi terpejam.
Di sore hari Bu Nani dan Nisa pun datang ke rumah sakit sambil membawa makanan untuk di malam hari yang di bawa oleh pak Mien.
"mama..."Nisa masuk ruangan dan mencari keberadaan Nadya.
"eh...anak mama sudah datang"Nadya melihat kedatangan Nisa dan mereka pun berpelukan.
"Nisa rindu mama"kata Nisa
"sama sayang"jawab Nadya.
"Duh... yang rindu sama mamanya"kata Bu Nani
melihat interaksi antara mereka.
__ADS_1
"pak Mien barang bawaan nya letakkan di meja saja"perintah Bu Nani
"iya Bu" jawab pak Mien sambil meletakkan barang bawaan dan setelah itu melihat Dafi di atas tempat tidur.
"duduk aja dulu di sini, nanti kalau mau pulang aja kita turun bersama"perintah Bu Nani lagi.
"baik Bu"jawab pak Mien.
"Nadya bagaimana tadi? Dafi sudah siuman? tanya Bu Nani
"tadi bang Dafi sudah bangun, dia mencari keberadaan mama"jawab Nadya
"Alhamdulillah... kalau begitu, tidak ada masalah-kan?" tanya Bu Nani sambil memperhatikan Nadya yang sedikit kecewa.
"itu ma...tadi bang Dafi cari mama. tapi?",kata Nadya seperti bingung menjelaskan.
"tapi kenapa?"tanya Bu Nani merasa cemas ada sesuatu kabar tidak baik di dengar.
"bang Dafi tidak ingat sama Nadya, tadi saja dia nanya siapa kamu?" Nadya menjelaskan.
"oh... seperti itu ya...? ada dokter datang?"tanya Bu Nani
"belum ma... yang datang hanya suster"kata Nadya lagi.
"Nadya... tadi dokter sudah datang mau memeriksa, tapi Dafi masih tidur. Jadi nanti di periksa nya lagi, secara fisik Dafi tidak ada masalah. Tapi psikis atau ingatan nya belum tau."kata Bu Nani
"Tapi kenapa dengan Nadya tidak ingat ya ma...? Nadya takut kalau bang Dafi kena..."tanya Nadya lagi dengan perasaan cemas karena Nadya takut kena Amnesia.
"maksud mu Amnesia ?"Bu Nani melanjutkan kalimat yang terputus dari menantunya itu.
Bu Nani memeluk menantunya supaya lebih tenang."kita do'akan yang baik untuk Dafi, mama juga tidak mau kalau Dafi kena Amnesia. Kalian baru saja menikah, semoga ujian ini cepat berlalu"kata Bu Nani memberi semangat pada Nadya.
Nisa melihat Nadya dan Oma berpelukan, mendatangi mereka dan bertanya"Oma...mama...kenapa ??? apa yang terjadi pada Ayah?"
Nadya pun melepaskan pelukannya, melihat Nisa dan menjawab"ayah tidak apa apa, insha Allah sebentar lagi sehat. Kita doakan semoga Ayah cepat pulih dan pulang ke rumah bersama kita"Nadya memberikan penjelasan pada Nisa.
"Nisa lihat pak Mien dimana?"kata Bu Nani
"keluar Oma katanya mau merokok di perkiran"jawab Nisa.
Nisa pun duduk di sebelah Dafi dan memegang tangan Ayahnya.
"Ayah...Nisa datang ni... jangan lama lama tidur nya, Nisa rindu Ayah"sambil meletakkan tangan Dafi ke pipinya.
"sayang... jangan ganggu ayah dulu"kata Bu Nani.
"Nisa enggak ganggu hanya pegang tangan saja, enggak sakit kok"jawab Nisa
Karena Nisa dan Oma nya lagi ngobrol di dekat Dafi tiba tiba Dafi bangun dari tidur nya.
"Alhamdulillah... ayah sudah bangun Oma..."kata Nisa.
Dengan refleks Bu Nani melihat ke arah Dafi dan ternyata mata Dafi sudah terbuka.
__ADS_1
"mama..."kata Dafi
"Alhamdulillah...ya Allah...kamu sudah bangun sayang?"kata Bu Nani sambil mengelus kepala anaknya itu.
Dafi melihat mamanya, Nisa dan Nadya yang berdiri di dekat tempat tidur nya.
"Ayah... sudah bangun ? Nisa senang sekali"kata Nisa.
Melihat Nisa yang menggemaskan Dafi tersenyum dan berkata"kalau senang peluk Ayah dong"kata Dafi.
Nisa pun berdiri di kursi tempat duduk nya dan memeluk ayahnya."Nisa rindu sama Ayah..."kata Nisa sambil memeluk erat Dafi.
"ayah sudah sembuh?"tanya Nisa lagi
"sudah princess ayah"kata Dafi pada Nisa
"Oma... sebentar lagi ayah sudah bisa pulang-kan?"kata Nisa.
"iya ..kita do'akan ayah cepat pulang ke rumah", jawab Bu Nani.
"Princess sudah lama sampai ke sini?"tanya Dafi pada Nisa.
"enggak begitu lama, tadi yang jaga ayah di sini kan mama."kata Nisa
"mama...?"tanya Dafi
"iya...mama yang tunggui ayah, iya kan ma???"kata Nisa melihat ke arah Nadya meminta jawaban.
"iya... sayang"jawab Nadya ke arah Nisa.
Mendengar percakapan Nadya dan Nisa yang menunjuk bahwa Nadya adalah mama Nisa membuat Dafi terkejut."itu mama Nisa???"tanya Dafi
"iya lah...masa ayah lupa"jawab Nisa
Dafi yang masih bingung melihat mamanya untuk meminta jawaban juga."iya sayang...diam istri mu,mana mungkin mama meningkatkan kamu dengan orang lain"jawab Bu Nani.
Dafi pun melihat ke arah Nadya yang hanya tersenyum ke arah nya."jadi kamu itu...???"kata Dafi pada Nadya, sementara hanya diam dan menganggukkan kepalanya saja.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like...like...like...
add favorit....
komentar yang membangun
vote... vote... vote...
Terima kasih
__ADS_1
🙏🙏🙏