Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.153


__ADS_3

Makan siang hari ini di lakukan di rumah pak kades, semua orang yang ada di ruang balai desa dan staff kantor sudah hadir di rumah pak kades untuk makan siang.


Acara makan siang yang prasmanan, lalu duduk di lesehan bersama. Pak Kusuma,Bu Mona dan Siska duduk bersama. Sementara Dedy belum sampai karena menjemput adik adik nya pulang dari sekolah.


"Siska... mami perhatikan seperti nya kamu betah tinggal di kampung ini..."kata Bu Mona.


Siska melihat ke arah maminya, lalu dirinya sendiri dan menanyakan kenapa berpendapat demikian."kok mama bisa berpendapat seperti itu?"tanya Siska.


"kamu itu mami lihat sudah bisa beradaptasi di sini, lihat makanan yang ada ini? biasanya kamu mana selera memakan nya"kata Bu Mona menunjukkan piring makan Siska.


Menarik nafas panjang melihat ke piring dan maminya "bagaimana lagi ma? mungkin karena situasi dan kondisi kali. pada awalnya Siska tidak bisa menerima kenyataan seperti ini,tapi bagaimana lagi? Di kampung orang tidak ada tempat mengadu"jawab Siska.


Pak Kusuma tersenyum mendengar perkataan anaknya,ada rasa lucu, kasihan dan sedih. Tapi kalau tidak seperti ini, mungkin Siska tidak akan berubah."Alhamdulillah... kalau kamu sudah berubah,papi bangga dengan kamu. Jadi bagaimana hubungan mu dengan Dedy?"tanya pak Kusuma berpura tidak tau.


Bu Mona yang tau maksud dari suaminya pun berkomentar."jangan di tanya seperti itu papi...Siska kan jadi malu, kita tunggu saja kabar bahagia"kata Bu Mona


Siska yang tidak mengerti maksud dari ucapan maminya bertanya dari pada bingung sendiri."maksud mami apa? kabar bahagia bagaimana?"tanya Siska.


Pak Kusuma dan Bu Mona saling pandang karena Siska yang tak mengerti maksud perkataan maminya."kabar kamu kapan hamil?"kata Bu Mona.


"oh... itu...Siska tidak bisa menjawab, do'akan saja papi...mami..."jawab Siska.


"tapi Siska...kapan kamu kembali ke kota?"tanya pak Kusuma.


Siska yang ingat dengan cerita Dedy pun menanyakan langsung pada papinya."bukannya papi yang sengaja membuat Siska berada di kampung ini? sebagai hukuman yang Siska lakukan"kata Siska.


Pak Kusuma sedih mendengar perkataan dari Siska karena memang benar adanya."ya... memang papi yang merencanakan, sebenarnya Dedy minta cuti satu minggu,tapi papi tugas kan dia selama enam bulan"kata pak Kusuma.


"ya sudah pi... enggak apa apa kok karena mas Dedy sudah menceritakan nya"kata Siska.


"ih... sejak kapan kamu panggil Dedy dengan sebutan mas?"goda Bu Mona.


"mmmhhh... sejak kapan ya...kasi tau enggak ya..."jawab Siska.


"enggak usah di kasi tau... yang pasti mami dan papi bahagia melihat mu dengan Dedy, walaupun awalnya pernikahan karena sebuah kejadian semoga kalian jadi keluarga sakinah mawadah warahmah."kata Bu Mona.


"a...min..."kata Siska dan pak Kusuma bersamaan.


Di saat pak Kusuma dan keluarga makan, Dedy pun sampai di rumah pak kades.


Sampai di rumah tersebut dia pun di persilahkan untuk makan bersama.


Mengambil makanan secukupnya maka Dedy pun bergabung dengan papi mertuanya.


Sementara Bu Zubaidah bersama Rahma, Tito dan pak Anto bergabung.


Dedy pun duduk bersama mertua dan istrinya."papi...mami... sudah siap?"tanya Dedy membuka percakapan.

__ADS_1


"sudah... kamu makan lah...mana minum mu Dedy"kata pak Kusuma


"oh...iya...lupa Pi..."jawab Dedy yang baru sadar belum bawa minuman.


"Siska...kamu ambilkan minum suami mu sana..."kata Bu Mona.


"iya...mi..."jawab Siska.


Siska berdiri dan mengambilkan minum untuk suami nya."ini mas..."kata Siska memberikan minuman.


"terima kasih ya..."jawab Dedy tersenyum pada istrinya.


"ya..."jawab Siska


Pak Kusuma melihat menantunya itu, dia bersyukur bisa memilih Dedy menjadi menantu untuk anaknya.


Awal masuk nya Dedy di kantor adalah tanpa sengaja dia selalu bertemu dengan Dedy saat berpapasan di mushola kantor.


Pada saat sebelum di tugaskan di bagian bersama Siska.


Dedy hanya staff kantor di bagian bawah tapi dia rajin sholat dan bertanggung jawab bagian musholla kantor, karena sering bertemu dengan Dedy maka pak Kusuma meminta bagian HRD untuk memindahkan Dedy satu bagian dengan Siska.


Melihat anaknya sedikit liar dan berani maka pak Kusuma memilih Dedy satu kantor dan bisa menjaga Siska.


Walaupun tahap awalnya pak Kusuma kecolongan tapi akhirnya dia percaya pada Dedy yang orang sederhana dari kampung.


"huk..huk...huk..."Dedy tersedak mendengar pertanyaan papi mertua.


"duh...papi... orang masih makan di tanya, berikan minuman itu Siska..."kata Bu Mona.


Dengan cepat Siska memberikan minuman pada suaminya dan Dedy pun meminumnya.


"terima kasih..."kata Dedy setelah minum.


"makan saja dulu... nanti kita ngobrol lagi"kata pak Kusuma.


Pak kades yang melihat Dedy yang tersedak mengambilkan lagi minuman."kalau kurang ini ada lagi pak Dedy"kata pak kades


"terima kasih pak kades"jawab Dedy.


"pak kades ada yang mau saya tanyakan nanti setelah Dedy selesai makan"kata pak Kusuma


"iya pak Kusuma, nanti kita bicarakan"jawab pak kades.


Setelah Dedy selesai makan dan tenang maka dia pun menjawab pertanyaan yang tadi tertunda karena tersedak."papi... apakah kami sudah bisa kembali ke kota?"tanya Dedy pada mertuanya.


"sudah bisa kalian ke kota tapi awal bulan depan"jawab pak Kusuma.

__ADS_1


"ya sudah...insha Allah awal bulan depan kami kembali, bosan juga sudah satu bulan lebih seperti jadi pengangguran"kata Dedy yang sambil garuk kepala yang tidak gatal.


"oh... sudah rindu kerja kamu..."kata pak Kusuma


"iya pi... untung saja istri lagi enggak hobby belanja"kata Dedy melihat Siska.


"bagaimana mau belanja, enggak selera..."jawab Siska.


"Alhamdulillah... kalau begitu... namanya di kampung, enggak ada barang bermerk dan di sukai Siska"kata Dedy.


"namanya lagi menjalani hukuman,jadi ya harus hidup sederhana"kata Bu Mona.


"mami...bisa aja..."kata Siska dengan wajah merah merona karena dia jadi topik pembicaraan.


Setelah selesai makan tinggal keluarga pak Kusuma,Bu Zubaidah dan pak kades yang ada di sana. Ada yang mau di bicarakan oleh pak Kusuma.


Mereka duduk melingkar dan baru ini ke dua besan berhadapan.


"sebelumnya saya dan istri mengucapkan terima kasih pada Bu Zubaidah yang sudah menerima Siska anak kami jadi menantu"kata pak Kusuma.


"seharusnya saya yang mau mengucapkan terima kasih sudah percaya pada anak saya Dedy menjadi menantu bapak"jawab Bu Zubaidah.


"jadi Bu...biar tidak ada fitnah...saya mau mengadakan pesta pernikahan mereka di sini, konsep nya seperti pesta rakyat saja..."kata pak Kusuma.


Dedy dan Siska saling pandang dan kaget lalu mereka secara tidak sengaja berkata"apa....pesta...?"


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like... like... like...


add favorit...


komentar yang membangun...


bunga mawar yang bermekaran


secangkir kopi hangat biar enggak ngantuk author...


serta


vote... vote...vote ...menambah semangat untuk author...


terima kasih

__ADS_1


🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2