
Dalam perjalanan Andi membawa mobil seperti biasa Mila yang di antar lebih dahulu baru dia ke kantor.
"bang... nanti aku pulang ke rumah mama dulu...mau ambil baju kerja...eh... hadiah untuk mama dan papa masih di dalam mobil kan? tidak di turunkan?"
"ada...jadi jemput di rumah mama saja?"tanya Mila
"iya...tapi bang...aku mau ambil kereta."
"untuk...?"
"maksudnya ke sekolah pakai kereta, enggak perlu abang antar... jadi kalau pulang, enggak perlu abang jemput...aku bisa belanja di pasar."kata Mila.
"nanti ya kita bicarakan...ada uang mu di dompet sayang...?"
"ada tapi... bentar di lihat dulu..."Mila memeriksa uang di dompet.
Selama mereka menikah Andi yang membelanjakan semua pengeluaran tapi tidak ada di berikan pada Mila.
"ini kartu ATM kemarin,pin nya tanggal,bulan dan tahun kelahiran kamu tapi terbalik... ingat...terbalik."kata Andi mengingatkan.
"iya... masih ingat...tapi ada dua lembar uang biru... cukup lah itu."sambil memasukkan kartu ATM dari suaminya.
"cukup segitu?"
"cukup lah... untuk beli makan siang satu lembar uang biru pasti berlebih, tapi beli nasi Padang."kata Mila.
"abang nanti makan apa?"
"ada di kantin tapi kalau lagi meeting di luar...ya dapat makan siang."kata Andi.
"oh... gitu... kalau besok masak...abang bawa bekal ke kantor ya..."
"mmmhhh..."jawab Andi.
Tak terasa Mila sampai di depan gerbang sekolah, tempat dia bekerja.
"terima kasih bang...aku kerja dulu... hati hati di jalan..."kata Mila
"ya... jangan judes dengan anak murid mu."pesan Andi.
"ih... siapa juga yang seperti itu...ngarang ya... Assalamualaikum..."kata Mila sambil Salim pada suaminya
Andi tersenyum mendengar celoteh istri
"Wa'alaikum salam...bawa apa itu?"
"bolu yang semalam kita beli...yang ini untuk teman ku"kata Mila meninggalkan suami nya.
"pantesan tadi malam minta Singgah ke bakery."
Andi pun menjalankan mobilnya menuju perusahaan Raja Pratama , tempat di mana dia bekerja setiap hari.
Masuk ke dalam yang sudah mulai ada orang di sana padahal sebelumnya dia selalu cepat datang, duluan sampai dari yang lainnya.
Ternyata di dalam sudah hadir Dafi sebagai seorang CEO di kantor, Andi pun menghadap atasnya.
__ADS_1
Tok... tok...tok..
Andi mengetuk pintu ruangan bos raja Pratama.
"masuk..."terdengar dari dalam suara Dafi mempersilahkan masuk ke dalam.
Krek... membuka pintu untuk masuk ke dalam.
"Assalamualaikum...bos..."kata Andi.
Melihat sumber suara yang dia hafal betul itu suara siapa yang datang.
"Wa'alaikum salam... akhirnya pengantin baru kita masuk juga hari ini."kata Dafi.
Andi tersenyum mendengar perkataan bos sekaligus sahabatnya itu.
"cuti nya sudah habis bos... kalau tambah cuti... nanti aku mau makan apa dengan istri."jawab Andi.
"duduk lah... Alhamdulillah kamu datang hari ini karena kita ada meeting di luar,jadi kamu pelajari ya...aku kirim kan file nya melalui pdf."kata Dafi menjelaskan.
"baik bos... kirim melalui HP saja... nanti tinggal sambungkan ke laptop."kata Andi.
"baik lah... sekarang kembali saja ke ruangan mu biar kamu pelajari, setelah meeting kita boleh lah ngobrol."
"siap bos...izin kembali ke ruangan."kata Andi meninggalkan sahabatnya.
Dafi sangat senang kehadiran sahabat nya itu hari ini karena dia tidak capek mengajarkan defisi yang lain untuk belajar dan persentase dengan rekan bisnis nya.
Siang menjelang sore Mila pun keluar dari sekolah, dia pun langsung menuju rumah orang tua nya naik kendaraan umum, dari tadi pagi Mila juga sudah bilang mau langsung ke rumah orang tua nya.
"Assalamualaikum... mama..."panggil Mila sambil mengetuk pintu rumah
Dari dalam mama pun keluar melihat siapa yang datang."seperti suara Mila?"kata mama keluar memeriksa siapa yang datang.
"Wa'alaikum salam..."membuka pintu sambil tersenyum senang karena yang datang adalah Mila.
"ya... Allah...Mak... masuk...sama siapa ke sini ?"tanya mama
Mila menyalim mama dan langsung masuk ke dalam rumah."Mila dari sekolah... langsung ke sini... nanti di jemput bang Andi."kata Mila
"oh... begitu...kamu sudah makan?"tanya mama
"tadi sudah...tapi lapar lagi..."jawab Mila.
"ya... sudah...makan sekarang saja."kata mama mengambilkan piring.
Mila membuka tudung saji yang ternyata di sana terdapat menu yang menggugah selera.
"sedap nya...ada dendeng balado dan sawi pahit rebus, bisa nambah ni makan."kata Mila karena ini adalah salah satu makanan favorit nya.
"pantesan tadi pagi mama mau masak ini... ternyata kamu mau datang ke sini."kata mama
Melihat Mila makan dengan lahap karena tadi dia makan hanya sedikit karena di kasi temannya saja, mau keluar enggak ada kendaraan dan jauh lokasinya.
"enak sekali ma...jadi nambah nih ma..."kata Mila.
__ADS_1
"makan saja... masih ada di belakang."kata mama sambil melihat anaknya yang lagi makan.
Ada rasa rindu melihat Mila yang datang, Karena sudah menikah jadi dia harus ikut suami nya."bagaimana hidup dengan Andi ? dia baik kan?"tanya mama
"Alhamdulillah... Andi baik ma... nanti Mila ceritakan setelah makan ya..."kata Mila.
Menunggu anaknya makan dan dia juga penasaran mendengar cerita dari anaknya.
Setelah selesai makan Mila merapikan meja makan dan Mambawa piring kotor ke belakang, langsung di cuci di wastafel pencucian piring.
Mereka duduk di ruang keluarga sambil televisi di hidupkan, padahal tidak di tonton.
"ma... Alhamdulillah...bang Andi baik sama aku."
"jadi kalian tinggal di mana?"
"ternyata bang Andi punya rumah ukuran type 36 di dekat rumah orang tua nya,jadi kebetulan sudah kosong. jadi setelah menikah kami tinggal di situ."
"ih...ini anak... kenapa di beri tahu? mama dan ayah bisa datang."
"rumah itu kecil ma...kami mau lihat rumah type 45...kata bang Andi ada tawaran dari pak Dafi... bos nya itu."kata Mila
Mama mencerna cerita dari anaknya karena masih ada rumah kok mau pindah lagi.
"banyak juga rumah Andi ternyata... berarti ada dua.?"kata mama.
"mungkin lah... katanya dia ada bisnis sampingan jual beli rumah, yang kami tempati itu kalau kosong ada yang mau sewa."kata Mila.
"oh... begitu...tadi pas makan kamu bilang tapi...apa tapi nya...?"mama mengingatkan
"oh...itu...ada sedikit cerita tentang adik bang Andi yang perempuan."kata Mila
Mama berpikir sejenak mengingat keluarga Andi."yang... punya dua anak laki laki kan?
"mmmhhh...iya ...ma... banyak kali drama nya... malah enggak sopan dengan Mila...masa dia panggil Mila dengan nama saja... padahal dia harus panggil kakak."kata Mila
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like...like...like...
add favorit...
komentar yang membangun
serta
vote... vote... vote...
Terima kasih
🙏🙏🙏
__ADS_1