Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab 144


__ADS_3

Azan subuh berkumandang di mesjid tapi Dedy dan Siska masih tertidur pulas di kamar, Bu Zubaidah yang sudah menunggu mau sholat subuh berjamaah sampai mengetuk pintu kamar.


"tok...tok...tok...Dedy... sudah azan subuh... bangun..."kata Bu Zubaidah


Karena tidak ada jawaban dari dalam maka Tito yang memimpin jadi imam sholat subuh.


"Tito...jadi imam kamu...kita sholat sekarang"kata Bu Zubaidah pada Tito dan Rahma yang sudah menunggu.


Pagi ini Tito yang memimpin jadi imam, mereka bertiga sholat berjamaah. Setelah selesai sholat Dedy juga belum bangun maka Bu Zubaidah membangunkan anak dan menantunya.


"tok...tok...tok... Dedy...Siska... bangun... sebentar lagi waktu subuh habis..."kata Bu Zubaidah mengetuk dan memanggil dengan suara keras sehingga dari dalam Siska yang terlebih dahulu terbangun dan melihat Dedy yang masih tertidur memeluk dirinya.


"iya mak... maaf kesiangan..."jawab Siska.


Mendengar jawaban dari dalam maka Bu Zubaidah pun ke dapur untuk memasak tapi dia berpesan pada Siska."bangun kalian Siska... waktu subuh pendek...jadi cepat sholat..."pesan Bu Zubaidah.


"iya...mak...ini langsung sholat..."jawab Siska dari dalam.


Siska yang baru tersadar pun membangunkan suaminya yang masih tertidur."mas... bangun kita subuh dulu...mas... bangun..."kata Siska yang membangunkan suaminya.


Dedy terbangun karena di bangunkan Siska.


"jam berapa sekarang sayang...mas masih ngantuk"kata Dedy.


Siska melihat jam di dinding dan melihat juga ke HP nya."sudah jam setengah enam mas...aqu mau mandi karena belum subuh"kata Siska.


"sama aja kita mandinya..."kata Dedy.


Siska yang merasa kurang yakin melihat mata suaminya"mas... sekarang kita mandi dengan cepat karena sudah mau habis waktu subuh..."kata Siska.


"ya...mas janji...tapi setelah subuh mas enggak janji ya..."kata Dedy.


"mas... jangan sekarang jangan lah...aqu enggak enak dengan mamak,"jawab Siska yang ke kamar mandi di ikuti Dedy dari belakang.


Mandi junub bersama dengan waktu yang mepet di ujung waktu subuh. Setelah mandi langsung sholat subuh berjamaah di kamar berdua, setelah itu berdoa lalu salim sama pak imam.


Sholat subuh sudah sekarang Siska mau keluar melihat mamak memasak sekalian bantu sedikit dengan yang dia bisa. Biasanya di rumah nya dia tidak pernah membantu bibi masak, bangun tidur,mandi dan sarapan lalu pergi ke kantor.


Saat mau keluar kamar, tangan nya di tahan oleh Dedy."mas...aqu mau ke dapur... enggak enak aqu nanti dengan mamak"kata Siska.


"mas... masih mau lagi seperti semalam... boleh ya..."tanya Dedy

__ADS_1


"mmmhhh... enggak bisa mas... kalau mau seperti itu kita kembali ke kota saja... kalau di sana enggak masalah bangun tidur, sholat lanjut lagi yang tadi malam juga boleh. Tapi untuk saat sekarang ini... enggak bisa mas..."kata Siska pada suaminya.


Dedy yang tidak kehabisan akal punya ide.


"sebelum keluar kamar...kamu merem sebentar...mas mau kasi hadiah..."kata Dedy.


Sementara Siska hanya mengikuti perintah suaminya mata di meremkan, dengan cepat Dedy mengecup b*b*r seksi istrinya.


Yang di serang terkejut, dia diam dengan mata terbuka saat pertama tapi setelah itu dia terbuai dengan sentuhan suaminya.


Mereka yang duduk di samping tempat tidur pun di bimbing Dedy untuk naik ke atas, c*u*a* itu turun ke leher jenjang istrinya, sehingga membuat Siska bingung... antara melanjutkan atau berhenti.


Mau di berhentikan sayang... karena sudah terbuai dengan permainan suaminya, kalau mau lanjut dia malu dengan mamak mertua.


"m...a...s... ber...hen...ti... dulu...aqu...mau... bantu...mamak...agh...agh...agh..."kata Siska dengan suara men*e*a* sehingga membuat Dedy bersemangat untuk melanjutkan lagi sampai tuntas.


Sekarang permainan turun di tempat favorit Dedy...dia paling suka bagian d*d* istrinya yang menantang dan kalau semua terbuka terlihat indah di mata Dedy dan membuat dia menge*u* satu persatu dan m*r*m*s ke duanya.


"mas...su...dah...agh...agh...agh...",kata Siska dan tidak bisa menolak karena tenaga Dedy lebih kuat.


"tok...tok...tok..bang...di panggil mamak..."suara Rahma dari balik pintu sehingga membuat konsentrasi Dedy pecah dan dia yang menjawab."iya... sebentar..."jawab Dedy.


Karena di panggil mamak maka Dedy memberhentikan permainan yang dia ciptakan.


"mmmhhh...janji ya... nanti kita lanjutkan..."kata Dedy.


"iya...mas...tapi kapan kita kembali ke kota?"tanya Siska.


"paling cepat minggu depan... kenapa? sudah bosan tinggal di sini?"kata Dedy.


"bukan seperti itu...tapi kalau di rumah papi...kita bebas mas...kamar juga kedap udara"kata Siska.


"ya sudah... nanti mas tanyakan sama papi... apakah kita boleh pulang dengan cepat"kata Dedy yang langsung keluar dari kamar karena di panggil oleh mamak.


Di kamar Siska memikirkan tentang perkataan suaminya tadi."mas Dedy menanyakan pada papi apakah kami boleh kembali atau tidak? apakah ini rencana papi?"kata Siska dalam hati sambil memakai baju sebelum keluar kamar.


"nanti qu tanyakan pada mas Dedy saja, apakah papi yang rencanakan?"kata Siska lagi dalam hati.


Di pikiran Siska jadi banyak pertanyaan tentang papinya, apa maksud dari papi nya. Setelah selesai berpakaian dia keluar kamar dengan rambut yang basah.


Rahma yang melihat kakak iparnya keluar dari kamar dengan rambut basah dan begitu juga dengan abangnya yang pagi hari sudah segar rambut sedikit basah.

__ADS_1


"kak Siska...yuk kita sarapan... sudah siap kok"ajak Rahma.


Siska jadi malu karena kelamaan keluar dari kamar"iya...jam berapa ke sekolah...?"tanya Siska.


"sebentar lagi kak..."jawab Rahma.


Mamak Keluar dari dapur membawa telur dadar."Siska... sebentar lagi mamak dan Dedy mau ke balai desa,kamu sebaiknya di rumah saja"usul mamak.


Belum di jawab Siska ternyata di dengar Dedy.


"masa Siska sendiri Mak...biar saja dia ikut"jawab Dedy.


Siska melihat ke arah suaminya, tersenyum karena di bela dan melihat mertua nya"Mak... terserah mas Dedy saja...Siska enggak masalah kok"jawab Siska.


Mamak yang merasa Dedy keberatan istrinya tinggal akhirnya mengalah"ya sudah... terserah kalian saja..."jawab mamak


"mak...sini telur nya Tito sudah lapar, sebentar lagi mau ke sekolah,takut telat..."


"ya sudah...biar kak Siska saja yang antar kamu dan Rahma..."kata Siska.


"ya kak dengan senang hati Rahma bersedia"jawab Rahma.


Tito melihat kakak perempuan nya dan tersenyum"senang lah kak Rahma... nanti bisa dapat jajan tambahan uang merah..."kata Tito dalam hati sambil melihat kakak nya.


BERSAMBUNG


jangan lupa


like... like...like...


add favorit...


komentar yang membangun...


bunga mawar yang bermekaran


secangkir kopi hangat


serta


vote... vote... vote...

__ADS_1


terima kasih


🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2