
Tinggal Andi dan Mila yang lagi makan sate, di piring masing masing tinggal setengah.
"sayang... kenapa makan mu enggak habis dari tadi?"tanya Andi karena untuk Mila yang lebih dulu di berikan.
"biasa lah bang... kebanyakan ngobrol...lupa makan, tadi kan kita juga sudah makan di rumah mama."kata Mila.
"makan yang banyak...tadi kita juga sudah tidur...jadi nanti di rumah biar strong...apa lagi baju dinas yang satu lagi masih menunggu untuk di pakai."kata Andi menggoda istrinya.
Wajah Mila jadi merah merona karena mendengar gombalan dari suaminya.
"ssssttt...bang...malu dengar orang..."kata Mila.
"kamu itu...mana mungkin ada yang ngerti dengan kode yang kita buat, hanya kita lah yang tau."kata Andi.
Mila yang enggak ngerti jadi paham
"iya ya bang...aku kok enggak kepikiran ke situ."kata Mila
"itu lah keistimewaan diri mu...ya sudah... cepat di habiskan...biar cepat pakai baju dinas."
"bang... Andi..."kata Mila dengan wajah merona karena malu.
Sepuluh menit kemudian mereka pun keluar tapi sebelum nya Andi ke kasir mau membayar makan tadi.
"berapa semuanya di meja 5?"tanya Andi
Kasir memeriksa bon yang ada dengan nya lalu mengambil bon meja 5.
"maaf pak ... sudah di bayar dengan bapak yang pulang pertama kali
Sedikit terkejut karena sudah di bayar oleh Dafi."oh...teman saya tadi yang sudah bayar?"tanya Andi.
"iya pak...ini bukti nya."kata kasih.
Andi memeriksa bon di tangan nya,mana tau salah hitung.
"oh...iya... terima kasih..."kata Andi karena memang betul.
Mila yang masuk duluan,dia menunggu di dalam mobil. urusan bayaran tentu Andi yang lakukan.
"sudah di bayar bang?"tanya Mila
Andi yang bingung dengan pertanyaan istri nya, sudah di bayar Dafi atau Andi.
"maksudnya?"
"sudah abang bayar?"
"ih... sudah...tapi Dafi yang bayar sayang."jawab Andi.
"kok bisa? kita kan yang terakhir?"kata Mila
"bisa saja sayang...Dafi langsung membayar semuanya...beres...gitu aja kok repot."
"oh... begitu..."kata Mila
*
__ADS_1
Pagi hari di rumah orang tua Andi masih seperti biasa, mamak dan ayah lagi menikmati sarapan pagi.
Tiba tiba Dio datang menghampiri mereka berdua.
"nek... lagi makan?"tanya Dio
"iya...mari sini...kita sarapan."
Ikut bersama untuk sarapan, Dio memang sering makan di tempat nenek karena mami nya suka beli makanan di luar dan Dio bosan.
"nasi goreng nya enak nek...".
"kalau suka... tambah lagi..."
"iya...habis ini dulu, baru dio ambil lagi."
Melihat cucunya yang enak makan membuat nenek enggak selera untuk makan.
"mami mu enggak masak?"
"enggak... makanya Dio ke sini, nenek sama kakek marah?"
"enggak...nanya saja... nenek sama kakek sayang sama dio...ayo makan."
"tapi jangan terlalu banyak karena di sekolah bisa ngantuk kalau kebanyakan makan."kata kakek.
"baik kek..."
Terdengar suara Leli yang memanggil anaknya dari rumah.
"Dio...Dio... ayo kita berangkat."kata Leli.
"pelan saja... nanti keselek."kata nenek.
Leli masuk ke rumah mamak dan melihat anaknya makan.
"cepat habiskan makanan mu..."kata Leli ke depan rumah.
Dio tidak menjawab karena masih makan jadi Leli berjalan ke depan dan masuk ke kamar Andi yang tidak terkunci.
Melihat kamar yang kosong lalu melihat ke arah lemari pakaian Andi.
Leli melihat ada kunci di sana,jadi dia pun mengambil kunci tersebut.
"ini pasti kunci rumah yang di tempati bang Andi."
Di ambil dan di simpannya di kantong celana yang dia kenakan.
Keluar kamar tanpa ada yang tau, membuka pintu melihat ke kanan dan kiri. Merasa aman dia pun keluar kamar dan berjalan kembali melihat anaknya.
"sudah siap?"
"sudah mi..."jawab Dio.
"ya sudah...kita berangkat sekarang, jangan lupa salim kakek dan nenek."pesan Leli lalu kembali ke rumah
Dio mengikuti perintah mami, salim kepada nenek dan kakek.
__ADS_1
"yang rajin belajar ya cu."kata nenek
"iya...insha Allah, kek... pamit ke sekolah."kata Dio pada kakek.
"jadi anak yang pintar ya cu..."kata kakek memberikan uang jajan di saku Dio.
"makasih kek..."
"iya... jangan tau mami mu."
"ayah mu mana ? dari tadi tidak ada suara nya."
"dari pagi sudah pergi kek...ada kerjaan katanya.
"Assalamualaikum...."kata Dio
"wa'alaikum salam..."jawab mamak dan ayah.
Dio pun naik ke sepeda motor yang sudah di tunggu oleh Leli ,. sementara adek duduk di depan mau sekolah di paud dekat rumah.
Dio terlebih dahulu di antar oleh Leli, sampai di depan sekolah di antar.
Setelah itu mengantar adek, sekolah paud adek berada di perumahan tempat tinggal Andi dan Mila.
Sampai di sekolah paud, adek minta di tunggui oleh Leli.
"mami... jangan pulang...adek mau cama mami."kata adek.
"enggak boleh seperti itu...adek sudah besar... sekolah sama teman... nanti mami jemput."kata Leli.
Tapi anaknya juga enggak mau,jadi terpaksa Leli duduk menunggu sampai anaknya masuk. Karena bosan jadi Leli berpura mau ke toilet.
"adek...mami sakit perut, jadi tunggu di sini ya..."
"enggak mau...ada toilet sekolah" lalu mengambil kunci sepeda motor di tangan Leli.
"ya sudah...adek pegang kunci...mami ke toilet."kata Leli.
Bel sekolah pun berbunyi jadi semua berbaris dan masuk ke dalam. Setelah semua masuk jadi Leli pun keluar dari sekolah.
"Dari pada bosan di sini... lebih baik aku ke rumah bang Andi...jalan kaki lima menit juga sampai."kata Leli dalam hati.
Rumah yang di tempati Andi memang hanya berjarak satu blok,jadi Leli pun ke sana. Kunci rumah juga sudah dia pegang.
Melihat kanan dan kiri sekeliling rumah yang sepi, dengan cepat dia pun membuka rumah dan masuk ke dalam rumah.
Masuk ke dalam rumah dengan type 36,jadi masuk langsung keliatan isi rumah.
"bersih juga rumah mereka,"kata Leli sambil berjalan melihat kamar yang juga sudah rapi.
Tapi ada tumpukan baju di sudut kamar, terlihat lingerie Mila di dalam tumpukan baju itu. Leli melihat lingerie yang masih terlihat baru "ini paling baru satu kali pakai...qu ambil saja lah."kata Leli ngomong sendiri.
Lingerie yang pilihan Mila di ambil, lalu ke belakang mencari plastik kresek yang ada di laci.
Di masukkan nya lingerie Mila, setelah itu dia periksa isi kulkas.
"wah...ada beberapa lauk pauk, aku ambil nugget aja untuk anak anak."kata Leli ngomong sendiri.
__ADS_1
BERSAMBUNG
*****