
"Assalamualaikum.... maaf...saya datang sedikit terlambat..."kata pak Anto.
semua yang ada ruangan melihat ke arah sumber suara yang mengucapkan salam.
"wa'alaikum salam..."
jawab seisi ruangan dan melihat ke arah pak Anto.
"Alhamdulillah...semua sudah pada ngumpul, sekarang kita bisa mulai rapat kemarin yang belum selesai."kata pak kades.
Semua orang yang ikut rapat pun sudah hadir dari dua belah pihak keluarga, Bu Zubaidah dengan anak dan menantunya sementara pak Anto sendiri saja dan dari pihak kantor desa tentunya pak kades sendiri dan dua anggota.
Rapat di lakukan secara tertutup, hanya orang yang berkepentingan yang hadir tidak untuk umum.
"ayo semua di persilahkan untuk duduk di tempat di sediakan"kata pak kades yang bentuknya saling berhadapan sementara dari pihak balai desa di tengah tapi sedikit di ujung.
Semua pun duduk di tempat di sediakan dan suasana masih tegang.
Pak kades sebagai pihak penengah pun memulai percakapan"pak Anto... bagaimana... apakah masih dengan permintaan bapak kemarin?"tanya pak kades.
"lha...la iya pak... enggak ada tawar menawar lagi,saya minta ganti rugi"jawab pak Anto.
Dedy sangat marah mendengar jawaban itu dia mau langsung menjawab tapi tangan nya di tahan oleh Siska. Sementara pak kades beralih ke pihak Bu Zubaidah dan menyatakan pendapat mereka."bagaimana pak Dedy... apakah menerima tuntutan dari pak Anto...?"tanya pak kades.
"kalau di tanya seperti itu saya tidak bersedia dan keberatan karena saya tidak ada berjanji apapun dengan Siti anak pak Anto"kata Dedy.
Pak Anto yang mendengar jawaban Dedy pun menjawab"memang bukan kamu yang berjanji tapi mamak mu, iya kan Bu Zubaidah"kata pak Anto.
Bu Zubaidah yang bingung mau jawab apa karena memang ada niat seperti itu tapi belum pernah dia utarakan pada pak Anto secara langsung."saya memang pernah ada niat tapi tidak pernah saya ucapkan dengan bapak secara langsung", jawab Bu Zubaidah.
Pak Anto yang dengan lihainya memutarkan fakta yang seolah Bu Zubaidah yang bersalah."dengar pak kades...apa yang di katakan Bu Zubaidah, dia sudah ada niat"kata pak Anto.
Pak kades yang geleng kepala dengan warga nya yang satu ini tapi harus bersikap tegas pada semua biar masalah cepat selesai."pak Anto itu kan masih niat...dan belum pernah di ucapkan pada bapak"kata pak kades.
"pak kades sama saya itu sudah sah sama saja"kata pak Anto.
"tapi Dedy tidak mau menikah dengan anak bapak karena sudah ada istri,mana mungkin Dedy tinggalkan... cantik pula"kata pak kades.
__ADS_1
"kalau begitu Dedy harus ganti rugi sebesar seratus juta rupiah... sekarang juga biar selesai masalah nya"kata pak Anto.
Pak kades yang tidak mau berlarut langsung menanyakan Dedy bagaimana dengan dia? apakah bersedia...
"bagaimana pak Dedy? sudah sepakat dengan mamak dan istri?"tanya pak kades
"sudah pak... karena permintaan pak Anto seratus juta rupiah kami hanya bisa menyiapkan sebanyak lima puluh juta rupiah, setengah dari permintaan pak Anto"kata Dedy dengan berat hati karena dia sebenarnya tidak setuju tapi dia tidak mau mamak dan ke dua adiknya ada masalah saat di tinggal nanti karena dia akan kembali ke kota.
Pak Anto yang mendengar jawaban dari Dedy seperti acuh dan dengan wajah datar sehingga yang lain tidak bisa menebak, apakah pak Anto setuju atau tidak setuju karena hanya setengah permainan yang di sanggupi.
Pak kades menanyakan langsung pada pak Anto."bagaimana pak Anto... pihak Bu Zubaidah hanya bisa menyanggupi setengah dari permintaan bapak? setuju atau tidak? saya maunya semua selesai masalah ini, jangan berlarut larut"kata pak kades.
"saya masih berpikir ini pak... memutuskan masalah harus saya pikirkan secara mendalam biar tidak menyesal di kemudian hari"kata pak Anto.
Dedy yang geram mendengar jawaban dari pak Anto sebab seharusnya dia lah yang harus berpikir mendalam."pak Anto... seharusnya saya yang berpikir secara mendalam bukan nya bapak, tinggal jawab ya trus dapat uang. gampang sekali mencari uang kalau seperti itu"kata Dedy dengan sinis.
"oh... seperti itu ya Dedy...kok saya baru tau"kata pak Anto.
"pakai ini pak..."jawab Dedy menunjukkan kepalanya waktu menjawab.
Pak Anto mengeluarkan pendapat."pak kades,Bu Zubaidah...kasi saya waktu lima belas menit untuk menanyakan pengacara saya"kata pak Anto berlagak punya pengacara.
Pak kades dan anggota saling pandang,Bu Zubaidah dan anak menantu juga saling pandang karena mereka tidak menyangka kalau pak Anto punya pengacara untuk menghadapi masalah ini.
"pak Anto...kita di sini masih musyawarah untuk mufakat bukan di kantor polisi yang perlu pengacara"kata pak kades tegas.
"iya pak kades...tapi saya mau menanyakan pendapat pengacara saya terlebih dahulu supaya saya tidak salah langkah"jawab pak Anto yang berlagak seperti mengerti hukum.
Setelah berpikir sejenak akhirnya pak kades menyetujui permintaan pak Anto"baik pak...saya tunggu lima belas menit"kata pak kades.
Pak Anto keluar dari ruangan dan seperti menelpon seseorang, pak kades dan anggota ke dalam kantor karena istirahat lima belas menit jadi di ruangan tinggal Bu Zubaidah,Dedy dan Siska.
"Bu Zubaidah,pak Dedy dan istri kami istirahat sebentar ya...ada yang mau saya tanda tangani juga di dalam"kata pak kades permisi.
"silahkan pak kades,kami menunggu di sini saja"jawab Dedy.
Tinggal lah mereka bertiga di dalam ruangan tersebut."Dedy... kalau pak Anto setuju dengan lima puluh juta, apakah uang nya sudah ada?"tanya Bu Zubaidah.
__ADS_1
"sudah mak...Siska yang siapkan"jawab Dedy melihat istrinya.
Bu Zubaidah melihat ke arah menantunya itu"Siska... terima kasih ya... kalau tidak ada kamu kami tidak tau apa jadinya"kata Bu Zubaidah
"enggak masalah mak... masalah ini ada juga hubungan nya dengan Siska, seandainya saja..."kata Siska dan tiba tiba Dedy memotong pembicaraan istrinya
"sssstttt... jangan di teruskan"kata Dedy seperti tidak mau Siska melanjutkan ucapannya.
"sudah... tidak ada seandainya...kita selesaikan bersama"kata Dedy lagi.
Setelah lima belas menit pak Anto masuk ruangan dengan seseorang yang tidak asing dengan Siska dan Dedy. Membuat sepasang suami istri itu saling pandang, Siska melihat seseorang di hadapannya dan orang yang di rindukan nya...
Siapakah dia... apakah ada yang tau....
BERSAMBUNG....
*****
Jangan lupa
like... like... like...
add favorit...
komentar yang membangun
bunga mawar yang bermekaran
secangkir kopi hangat
serta
vote... vote... vote...
Terima kasih
🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1