
Prov Dafi
Hari ini pelaksanaan pernikahan antara aqu dan Nadya. Alhamdulillah... sesuai dengan rencana, tapi yang membuat bingung adalah mahar yang mau di berikan kepada Nadya. Sudah sering qu tanya, mahar-nya minta apa? Tapi dia bilang terserah Abang aja, yang penting sanggup tidak boleh ngutang. Wkwkwkwk... tertawa mendengar nya. Malu malu-in aja.
Mau di bawa kemana muka ini, belum lagi dengan mama pasti akan marah sekali. Waduh... pasti kacau jadi nya. Ijab kabul tidak jadi ke KUA, cukup di rumah saja.
Tidak ada perayaan pernikahan, hanya di undang Jiran tetangga, pengajian mama dan papa Nadya saja. Untuk pesta pernikahan nanti saja kalau Nadya sudah sembuh, kalau sekarang pasti akan merepotkan dia.
Suasana pagi hari di rumah kami juga sudah heboh, karena mama mengundang tetangga untuk mengantar ke rumah Nadya. Walaupun sederhana tapi seperti pengantin pria umumnya. Di antar dengan beberapa mobil mengiringi. Ini pasti sudah rencana mama, mana yang di bawa juga banyak untuk seserahan. Tapi ya sudah biar itu urusan mama, aqu konsentrasi aja untuk ijab Kabul.
Ijab Kabul adalah ikrar seorang laki laki kepada Allah untuk mengucap janji bahwa aqu sudah memiliki tanggung jawab. Katanya juga waktu ijab kabul itu ada malaikat di sekitar kita yang menyaksikan, jadi harus siap dan ikhlas mengucapkan nya. Insha Allah lancar.
Prov Author.
Pagi ini Bu Nani sudah heboh dengan semua persiapan yang mau di bawa. Tak lupa dia sudah mengundang Jiran tetangga. Walaupun hanya di seputar rumah-nya saja. Tapi Bu Nani juga sudah menyiapkan ala kadar makanan untuk di cicipi, sudah di pesan nya dari kemarin.
"Marni... jangan lupa siapkan semua di atas meja lontong sayur yang saya pesan kemarin di atas meja karena sebentar lagi tamu kita mau datang". perintah Bu Nani pada mba Marni
"iya Bu, minuman nya apa Bu?"
"air mineral cup di susun aja dan teh hangat buatkan di ceret agak besar, nanti kalau tidak habis masukkan ke dalam kulkas untuk pak min yang suka minum"kata Bu Nani
"iya Bu"jawab mba Marni
"Ayah... ayah...dimana" Nisa mencari Dafi.
"ada apa Nisa ? kok teriak teriak? ayah mu paling juga di kamar".kata Bu Nani
"Nisa mau minta tolong sama ayah suatu"kata Nisa.
"minta tolong apa princess? jangan yang aneh aneh ya...ayah lagi sibuk"Bu Nani memperingatkan cucu-nya.
"iya Oma"jawab Nisa.
Lalu Nisa ke kamar Dafi.
tok...
tok...
tok...
"ayah... boleh Nisa masuk?"Nisa bertanya di depan pintu kamar Dafi
__ADS_1
"ya... ayah di dalam, masuk aja princess"jawab Dafi.
"ayah...Nisa bingung mau pakai baju apa?"tanya Nisa
"Nisa sudah mandi? tanya Dafi kembali
"sudah..nih coba ayah cium, pasti wangi dan harum"jawab Dafi
Dafi langsung menggendong dan mencium Nisa."iya...harum dan wangi... Bajunya mungkin di kamar Oma. Nisa pakai baju cople sama Oma"jawab Dafi
"oke ayah, Nisa coba cari di kamar Oma. Dari tadi Oma sudah sibuk, Nisa ambil sendiri aja"kata Nisa
"iya... nanti minta tolong mba Marni memakai bajunya"perintah Dafi
Lalu Nisa keluar kamar dan menuju kamar oma-nya. Di dalam kamar Oma, ternyata sudah ada di gantung di dinding lemari baju Oma dan Nisa. Tapi si Oma lupa karena sibuk persiapan acara pagi ini di rumah.
Ternyata Oma lagi keluar dari kamar mandi, melihat Nisa di dalam kamar nya.
"Princess... ngapain ? pasti cari baju-kan?" tanya Oma sambil mendekati Nisa.
"iya Oma, Nisa dari tadi cari baju"jawab Nisa
"o..walah... tadi pas cari ayah, mau nanya baju ya?"tanya Bu Nani pada cucu nya
"iya...lah"jawab Nisa
"maaf....Oma tadi enggak kepikiran kalau princess lagi cari baju" kata Bu Nani sambil memeluk Nisa.
"nanti minta tolong sama mba Marni ya... karena Oma juga lagi mau siap siap. Tamu sudah pada mau datang,masa tuan rumah belum siap"kata Oma.
"iya Oma..."jawab Nisa dan keluar kamar untuk memakai baju.
Tak berapa lama para tamu sudah mulai datang satu persatu, mereka lalu di persilahkan untuk makan makanan yang sudah di hidangkan. Tak lupa minuman dan kue ala kadarnya saja.
"bapak dan ibu... langsung saja di ambil sajian kami. maaf hanya ini yang ada, mudah mudahan suka dan bisa menjadi darah daging untuk kita"kata Bu Nani pada para tamu untuk mulai mengambil makanan yang sudah di persiapkan.
Dari dalam ruangan Dafi sudah siap dengan baju kemeja putih di balut jas, tak lupa memakai peci. Dafi keluar kamar terlihat gagah dan sudah siap untuk menikah.
"wah... pengantin-nya seperti nya sudah tidak sabar ya..."celoteh seorang ibu melihat dafi berjalan dengan gagah nya
"macam tak pernah muda aja"jawab teman ibu tersebut."jangan di godain tersebut, nanti dia bisa grogi"kata ibu yang lain lagi.
"selamat nak Dafi... saya doakan semoga sakinah mawadah warahmah" pak RT mendekati Dafi untuk mengucapkan selamat."a...min... terima kasih atas do'a-nya"jawab Dafi.
__ADS_1
"silahkan di santap sajian yang ada pak"kata Dafi kepada pak RT."iya nak Dafi...bapak makan dulu ya..."jawab pak RT.
Para tamu sudah menyantap makanan yang sudah di persiapkan. Tak lupa tuan rumah pun ikut bersantap untuk memakan makanan yang ada.
Tak berapa lama ternyata Andi baru sampai ke rumah Dafi."maaf bos sedikit telat karena melihat kantor tadi walaupun sebentar"kata Andi.
"ya... sudah enggak apa-apa, langsung saja"jawab Dafi
"Wah...bos, kelihatan ya kalau mau jadi mantenan. Sedikit kalem."kata Andi.
"biasa aja, kamu aja yang baper"kata Dafi.
Mereka pun ikut menyantap makanan yang ada.
Tak berapa lama semua sudah pada selesai makan dan bersiap untuk mengantar Dafi ke tempat Nadya. Semua Alhamdulillah... berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan apa pun.
Dafi masuk ke dalam mobil yang paling depan dan mobil yang lain ikut mengiringi dari belakang
"Alhamdulillah...ya Allah berjalan dengan lancar, semoga kami menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah.",Dafi berkata dalam hati.
mobil pun berjalan beriringan dari depan ke belakang.
Sementara Nisa dan Oma satu mobil dengan Dafi, kali ini yang membawa mobil adalah Andi.
Sementara pak Min ikut mengiringi dan membawa para tetangga yang mobil mereka di bawa untuk kerja.
Bagaimana dengan akad nikah antara Dafi dan Nadya ???
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like...like ..like ...
komentar...
add favorit...
share....
Vote...vote... vote...
__ADS_1
Terima kasih
🙏🙏🙏