Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.159


__ADS_3

Sampai di bawah Andi berjalan menuju nya dan tiba tiba.


"Brug..."


Dia lagi tebrakan dengan seseorang sehingga barang bawaan Andi jatuh ke bawah.


"maaf...pak...saya tidak sengaja...."kata orang yang menabrak Andi.


Andi melihat perempuan yang bertabrakan dengan nya, dia hanya melihat perempuan itu tanpa ekspresi, tidak bisa di katakan apakah Andi marah, terpesona melihat perempuan itu atau...


Hanya Andi yang tau isi hatinya.


Perempuan tersebut dengan cepat mengambil barang Andi yang jatuh. Barang yang di bawa Andi biasanya tas tapi hari ini dia membawa beberapa map yang mau di pelajari saat di rumah nanti.


"pak ini... sekali lagi saya minta maaf karena jalan enggak lihat sehingga menabrak bapak"kata perempuan tersebut sambil menyerahkan barang Andi dengan senyuman.


"mmmhhh...ya sudah... enggak apa-apa"jawab Andi mengambil barang bawaan dari perempuan tersebut.


Perempuan tersebut tersenyum dan mau berjalan kembali."tunggu...kamu kerja di perusahaan ini kan?"tanya Andi.


"iya pak...tapi tolong jangan di perpanjang masalah ini,saya salah... minta maaf..."kata perempuan tersebut sambil ketakutan karena Andi menanyakan tentang kerja di mana.


"siapa yang mau mempermasalahkan saya hanya menanyakan"kata Andi.


"oh...iya pak...saya saja yang baper..."


Andi melihat nametag yang masih di pakai perempuan tersebut, tertulis di sana SARAH.


Perempuan itu melihat Andi yang melihat nametag yang dia pakai, akhirnya memperkenalkan diri.


"pak... kenalkan nama saya Sarah dan bekerja di perusahaan ini baru tiga bulan"kata Sarah.


"oh..."kata Andi dingin.


"kalau begitu saya permisi dulu pak... permisi..."kata Sarah sambil membawa barang bawaan yang jatuh bersamaan dengan punya andi.


"ya..."jawab Andi dan menuju bagian parkir.


Andi yang biasa naik sepeda motor ke kantor, dia pun berjalan mendekati kendaraan yang setiap hari di bawa. Dengan menggunakan helm, masker dia pun jalan dengan kendaraan tersebut.


Tanpa sengaja Andi melihat Sarah yang lagi menunggu kendaraan umum melintas."cewek yang tadi...ya sudah lah, lagian aqu enggak kenal siapa dia"kata Andi dalam hati sambil berjalan menuju rumah.


Sementara itu Dafi yang sudah sampai rumah dan ternyata sudah di tunggu oleh Nadya dan Nisa."ayah... sudah pulang... Alhamdulillah..."kata Nisa sambil berlari mendekati Dafi.


Dafi yang melihat Nisa berlari mendekati nya langsung menggendong nya."princess ayah... sudah rapi dan wangi,mau kemana?"tanya Dafi

__ADS_1


"tapi mau pergi sama mama dan ayah,kita kan mau periksa dede di perut mama"kata Nisa.


"Astaghfirullah hal'azim... ayah lupa,ya sudah Nisa tunggu sebentar biar ayah mandi dan ganti baju"kata Dafi.


"jangan lupa sholat ashar ayah..."kata Nisa mengingatkan.


"oh...iya... sholat ashar juga"kata Dafi menurunkannya Nisa.


Di kamar ternyata juga sudah siap dan menunggu Dafi."maaf... waktu pulang kerja tadi aqu masih ingat sweet heart tapi pas di jalan lupa"kata Dafi.


"ya sudah bang, enggak apa apa kok. paling kamu lagi mikirin pekerjaan kan?"kata Nadya.


"kamu kok tau... kantor lagi ada kerja sama dengan perusahaan Dewa Kusuma"kata Dafi sambil mendekati istrinya karena mau mengelus perut Nadya yang sudah mulai kelihatan hamil."Dede...baik Budi di perut mama ya... biar ayah kerja nya tenang"kata Dafi mengelus perut Nadya.


"ya ayah... sekarang mandi sana biar ke dokter periksa dede di perut"kata Nadya.


"oke... sweet heart"kata Dafi sambil mengecup kening istrinya.


"ya sudah mandi sana... nanti malah enggak jadi pergi kita"kata Nadya.


Kehamilan Nadya yang sudah masuk tri mester ke dua, jadi Dafi sudah mulai bisa berhubungan dengan istri nya. Nadya juga sudah mau makan dan tidak tidur saja dan muntah tentunya.


Nadya mengambilkan baju dan perlengkapan lainnya untuk di pakai suaminya dan setelah itu dia menunggu di luar bersama Nisa.


"ma... masih lama kita Pulang?"tanya Nisa


"oh...iya...Nisa terbalik ngomong nya, habis Nisa enggak ngerti"kata Nisa.


"makanya di kasi tau...Oma mana ya..."tanya Nadya mencari mertuanya Bu Nani.


Dari dapur Bu Nani membawa teh manis hangat"kalian mau keluar?", tanya Bu Nani.


"iya ma...mau ke dokter kandungan"jawab Nadya.


"Nisa kok ikut... biasanya ke dokter kandungan ngantri nya panjang, kasian kalau Nisa ikut bisa ketiduran dia"kata Bu Nani.


"enggak apa apa kalau Nisa ikut karena tadi Nadya sudah daftar melihat what's up jadi insha Allah tidak akan lama ngantri nya"jawab Nadya.


"oh... kalau begitu enggak masalah, minum teh dulu sambil nunggu Dafi"kata Bu Nani.


Mereka bertiga pun minum teh hangat di sore hari di temani cake Velvet yang menggoda. Nisa makan cake Velvet dengan lahap sampai mulutnya belepotan."Nisa...makannya yang benar dong, belepotan kan... nanti bajunya kotor, padahal ayah mu sudah siap tuh"kata Bu Nani.


"cake Velvet nya enak Oma,Nisa suka"jawab Nisa.


"eh... princess... makannya jangan berlebihan, secukupnya saja ya..."kata Dafi pada anaknya.

__ADS_1


"ya ayah..."jawab Nisa.


Nadya yang melihat mulut anaknya yang belepotan mengambil tissue basah dan melap mulut Nisa."makannya pelan saja...mama dan ayah tunggu kok"kata Nadya.


"ya ma..."jawab Nisa.


Karena sudah kenyang akhirnya Nisa pun berhenti makan cake Velvet dan minta air putih."enggak mau teh manis Nisa mau air putih saja"kata Nisa menolak teh dari Omanya.


Setelah selesai nge teh di sore hari maka Nadya dan Dafi pun ke dokter kandungan untuk memeriksa kan."Nadya jangan lupa... lihat jenis kelamin nya ya..."kata Bu Nani.


"iya ma... setiap periksa biasanya aqu tanya,tapi enggak jelas laki laki atau perempuan."kata Nadya.


"mama juga ngerti kok,hanya biar tidak penasaran saja"kata Bu Nani


Mereka bertiga pun masuk mobil,tapi Nadya duduk di samping driver. sementara Nisa hanya duduk sendiri."enggak ada yang ketinggalan kan????"tanya Dafi.


"enggak ada bang, ya sudah jalan saja sekarang"kata Nadya.


Nadya dan Dafi memeriksa kandungan dengan dokter perempuan, dokter yang menangani Nadya sebenarnya Dafi yang carikan. Dia tidak mau orang lain menyentuh istrinya."tadi kamu daftar dengan siapa?biar Abang telpon menanyakan pendaftaran mu"tanya Dafi.


Dengan sedikit gugup Nadya menjawab pertanyaan suaminya."bang... jangan marah ya..."kata Nadya


"ngapain marah? mau marah dengan siapa?"jawab Dafi melihat istrinya.


"mmmhhh..itu bang...tadi aqu daftar dengan kak Yusuf"kata Nadya sambil menggaruk kepala yang tidak gatal.


"apa...!"kata Dafi.


BERSAMBUNG


*****


jangan lupa


like...like...like...


add favorit...


bunga mawar yang bermekaran


secangkir kopi hangat...


serta


vote... vote... vote...

__ADS_1


Terima kasih


🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2