
Besok hari setelah pulang kerja, Nadya seperti biasa mau pulang ke rumah. Tapi hari ini tiba tiba Dafi sudah menunggu di depan sekolah untuk menjemput Nadya tanpa konfirmasi terlebih dahulu.
Tin...
Tin...
Tin...
Ada suara klakson mobil di depan, pada saat Nadya mau memesan ojek online. Nadya pun kaget, tapi dia tidak mengenal mobil tersebut dan dia tidak pernah hafal plat mobil . Lalu Dafi langsung keluar mobil dan mendatangi Nadya karena tidak ada tanda tanda mendatangi mobil nya.
"Lagi menunggu siapa Bu ???" tanya Dafi
"Astaghfirullah, Abang kok enggak bilang mau ke sini???"
"kebetulan lewat tadi, menunggu apa???"
"biasa lah, ojek online"
"sudah di pesan ???"
"belum"
"ya udah, yuk kita jalan"
" mau kemana ???"
"ikut aja, nanti pasti tau"
"oke lah"
Mereka pun jalan menuju mobil, tak lupa Dafi membukakan pintu mobil untuk Nadya.
"silahkan sweet heart"
"terima kasih" jawab Nadya sambil tersenyum.
mereka pun jalan, di dalam mobil Dafi memulai percakapan.
"Nanti malam, ada waktu ??? tanya Dafi
"mau kemana" tanya Nadya
"ada undangan dinner rekan bisnis, dia mengundang keluarga. bisa ikut kan ???"
"nanti malam enggak ada rencana kemana mana,tapi permisi dulu sama ayah"
"kalau itu pasti, kalau gitu kita ke butik ya cari baju untuk nanti malam" ajak Dafi
"kenapa harus beli baju segala???" tanya Nadya
"ya memang harus seperti itu, Abang enggak mau nanti mereka memandang mu rendah hanya karena melihat baju" kata Dafi
"oh... seperti itu"
"iya, tidak harus couple kita tapi setidaknya menyamakan"
"terserah Abang aja, aqu ikut saja"
"sama rekan bisnis ini, Abang bilang bawa anak dan istri"
"apa ?"
" jangan kaget gitu, santai aja. lagian kita kan memang lagi ta'aruf. insha Allah secepatnya kita menikah"
"Abang sudah yakin"
"insha Allah yakin"
"kamu???"
__ADS_1
"iya bang, insha Allah yakin juga kalau Abang yakin"
"lho...kok gitu ???"
"karena kalau seorang laki laki sudah mantap dengan pilihan nya, aqu sebagai seorang perempuan bisa menerima"
"oh... gitu ya Bu guru"
"untuk apa kita mengejar seorang laki laki kalau dia tidak suka dengan kita"
Dafi hanya mendengarkan perkataan Nadya.
"kalau begitu,bisa secepatnya aja kita menikah"
"kita masih penjajakan,beri aqu waktu untuk memantapkan hati"
"oke lah kalau begitu, nanti malam rencana Nisa ikut juga"
"wah...bakalan seru kalau Nisa ikut"
"iya, bagaimana cara nya Nisa jangan panggil Bu guru nanti malam???"
"harus di biasakan kalau itu"jawab Nadya. waduh kalau keterusan memanggil mama di sekolah bakalan heboh nanti Nadya berkata dalam hati.
Tak berapa lama, mereka pun sampai di butik tempat langganan keluarga Mereka langsung masuk dan di sambut oleh pelayan butik
"Selamat siang menjelang sore pak Dafi"
"siang" jawab Dafi
"ada yang bisa saya bantu???"
"saya minta tolong, cari kan baju untuk dinner untuk ibu Nadya" Langsung menunjuk Nadya
"baik pak, kapan mau di pakai"
" malam ini"
mereka pun langsung masuk menuju tempat baju yang mau di coba. Setelah memasuki ruangan untuk memilih baju, Nadya takjub dengan kemegahan butik tersebut, harga baju baju di sini pasti mahal semua. Pelayan butik langsung mengambil beberapa baju yang seperti nya cocok untuk Nadya.
Dafi dan Nadya juga melihat lihat baju yang cocok untuk di pakai acara dinner malam ini. Pelayan toko langsung menunjukkan baju yang akan di fitting.
"pak, ini semua seperti nya cocok untuk ibu Nadya, tinggal kita pilih mana yang paling cocok"kata pelayan toko.
"oh...iya, sini kami mau lihat" kata Dafi
Mereka pun melihat dan memilih mana yang cocok untuk acara dinner di rumah Siska malam ini. Yang antusias memilih gaun adalah Dafi, dia tidak mau di depan Siska nanti kalau Nadya itu jelek dan tidak berkelas.
Nadya itu cantik tapi penampilan sehari hari dia sederhana, apa adanya. Sebagai seorang guru memang harus seperti itu penampilan yang sederhana.
"coba kamu lihat ini sweet heart, seperti nya cocok untuk kamu" kata Dafi
Nadya melihat pilihan Dafi, tapi sepertinya dia enggak suka."coba kita lihat yang lain" jawab Nadya. Mereka pun melihat lihat yang lain.
"yang ini coba lihat" Dafi memilih baju berwarna pink, baju yang panjang, tidak begitu ketat untuk Nadya.
"boleh juga pilihan Abang" jawab Nadya
"mba tolong ini di fitting langsung, mana tau ada yang enggak pas coba langsung di perbaiki"perintah Dafi
"iya pak" jawab pelayan toko
"mari Bu kita coba dulu baju ini"kata pelayan toko lagi.
Nadya langsung ke kamar ganti untuk mencoba baju pilihan Dafi. Setelah di coba , ternyata cocok untuk Nadya. Baju tersebut langsung pas kan ke badan Nadya.
"bang, bagaimana baju untuk Nisa ???" tanya Nadya ke Dafi
" kalau baju warna pink, dia banyak baju warna itu" jawab Dafi
__ADS_1
"tapi bahannya kan lain, enggak senada nanti kami"
"bentar di tanya sama mereka" jawab Dafi
"mba ada baju untuk anak anak dengan bahan yang senada ??? biar seperti couple ibu dan anak" kata Dafi
"untuk umur berapa tahun pak"
"anak 5 tahun, badan nya sedikit berisi tapi tidak gemuk" Dafi menjelaskan
"coba saya cari dulu pak, seperti nya ada gaun untuk anak".pelayan toko langsung ke tempat penyimpanan untuk mencari gaun untuk anak.
Tak berapa lama pelayan toko tersebut membawa banyak pakaian di tangan nya.
"seperti nya ini sama bahan dengan baju ibu tadi tadi" kata pelayan toko
Dafi langsung melihat dan mencocokkan dengan baju Nadya tadi. "seperti nya cocok ini, coba kamu lihat sweet heart"
Nadya mengambil dari Dafi dan memperhatikan dengan teliti." iya warna nya pas, model nya juga cocok untuk Nisa" jawab Nadya
"iya cocok ini, ukuran nya juga pas untuk Nisa" kata Dafi.
"Bagaimana pak, ini jadi???" tanya pelayan toko
"iya, saya ambil ini dan yang tadi" kata Dafi
"untuk Abang, enggak ???"tanya Nadya
"Sudah ada di rumah, dan pas untuk baju yang kita beli ini" jawab Dafi
Setelah semua nya dapat, mereka pun langsung ke casir tempat pembayaran. Dafi mengeluarkan kartu para sultan yaitu black card. Penjaga casir mengambil kartu Dafi dan melirik Nadya yang di samping-nya.
Dalam hati nya berkata beruntung sekali ibu mba ini mendapat kan pak Dafi, di lihat dari penampilannya dia kelihatan orang biasa saja. Kapan ya...aku dapat seorang sultan, astaghfirullah melamun apa aqu ini. Penjaga casir langsung membungkus belanjaan Dafi dan langsung menyerahkan kepadanya.
"Terima kasih sudah belanja di butik kami, semoga Bapak dan ibu datang kembali" kata Panjaga casir.
"ya, mba" jawab Nadya.
Mereka pun keluar dari butik dan memasuki mobil, tak lupa Dafi membukakan pintu.
"bang, saya bisa sendiri"kata Nadya
"enggak apa apa, aqu yang mau membukakan pintu" jawab Dafi
Mereka pun langsung jalan, dan mengantarkan Nadya pulang ke rumah.
"kita enggak makan dulu" tanya Dafi
"enggak usah bang, nanti malam kita kan mau Dinner"
"oke lah" kata Dafi
Tak terasa hari sudah sore maka mereka pun langsung menuju rumah Nadya.
*****
Terima Kasih sudah hadir di novel ini,
jangan lupa
like... like... like....
vote... vote... vote...
favorit.. favorit... favorit...
komentar yang membangun Author
Tanpa kalian novel ini tidak ada apa apa nya
__ADS_1
🙏🙏🙏