
Setelah tim dokter melakukan observasi pada ayah... akhirnya Ayah di bawa ke ruang ICU, untuk di pantau lebih lanjut. Mendengar hal itu mamak menjadi histeris...dia tidak menyangka kalau ayah langsung drop.
Andi ke rumah sakit di ikuti oleh Mila, melihat mamak yang menangis di depan kamar ICU dan ada Faisal juga di sana.
"mak...apa yang terjadi? bagaimana dengan keadaan ayah?"tanya Andi.
Mamak yang masih sedih hanya diam saja jadi Faisal yang bicara pada Andi.
"bang... sebaiknya kita temui dokter saja...biar kak Mila yang temani mamak."kata Faisal.
"oh...iya...kita temui dokter,tapi administrasi nya bagaimana?"tanya Andi.
"maaf bang... belum di bayar, jadi HP aku dan mamak jadi jaminan."kata Faisal.
"ke bagian administrasi saja kita... baru temui dokter."
Andi memeriksa isi dompet mau membayar melalui debit, tapi ternyata kartu debit sudah tidak ada dengan nya."Astaghfirullah hal'azim... kartu ku sudah sama Mila."kata Andi dalam hati
"sebentar ya...di sini dulu."kata Andi.
Mendekati istrinya mau meminta kartu debit, membawa Mila agak jauh dari mamak.
"Mila... kartu ATM yang pernah abang berikan, ada di bawa?"tanya Andi.
"ada bang... kenapa?"
"pinjam dulu... kartu itu yang banyak isinya, yang sama abang yang sedikit saja...bisa uang nya di pakai dulu?"tanya Andi.
Mila yang tau kalau orang tua Andi yang hanya sederhana, dan tidak mempunyai biaya. Mengambil kartu debit di dalam dompet dan menyerahkan pada suaminya
"ini bang..."kata Mila
"terima kasih..."kata Andi lalu mendekati Faisal untuk membayar ke bagian administrasi.
Tak membutuhkan waktu lama di bagian administrasi, setelah itu ke bagian dokter yang menangani ayah.
Sampai di bagian dokter, Andi mendengar penjelasan dari dokter.
"bagaimana dokter dengan keadaan orang tua saya?"
"kita lihat dua jam ke depan, kalau tidak ada perubahan...kita akan lakukan operasi."
"kenapa harus di operasi?"
"ada penyumbatan di kepala...semoga saja tidak terjadi apa apa."kata dokter.
Andi dan Faisal saling melihat dan lemas mendengar berita dari dokter.
"tolong lakukan yang terbaik untuk orang tua kami..."kata Andi
"kami akan berusaha... untuk seluruh keluarga... do'akan yang terbaik untuk orang tua bapak."kata dokter.
Tok...tok...tok...
Tiba tiba perawat datang ke bagian dokter.
__ADS_1
"dokter...pasien yang baru masuk sepertinya harus secepatnya di berikan tindakan operasi."kata perawat.
"secepatnya minta persetujuan dari keluarga dan siapkan ruang operasi dan hubungi dokter anastesi dan tim yang lain."kata dokter.
"baik dokter."kata perawat keluar kamar.
Karena dokter ada kesibukan yang lain maka Andi dan Faisal permisi.
"kalau begitu kami permisi dokter."
"sama sama...maaf ada operasi yang harus secepatnya di lakukan."kata dokter
Keluar dari ruangan dokter dan kembali ke depan kamar ICU ,di sana terlihat mamak duduk dan Mila seperti menunggu kedatangan Andi.
"bang... dari mama saja?"tanya Mila
"dari ruang dokter, ada apa?"
"tadi perawat mengabarkan kalau ayah harus secepatnya di tangani."kata Mila
Andi yang belum bisa mencerna perkataan istrinya."maksudnya?"
"ayah mau di operasi jadi minta tanda tangan keluarga secepatnya."
"jadi... waktu di ruang dokter tadi... yang mau di operasi adalah ayah?"kata Andi.
"iya lah bang...mana mungkin yang lain."kata Faisal yang ada di sana juga.
Andi mendekati mamak untuk mengatakan keadaan ayah dan harus ada persetujuan keluarga, jadi mamak harus tau semua nya.
"mak... kata dokter ... keadaan ayah perlu tindakan lanjut..."kata Andi.
"ayah mau di operasi...jadi perlu persetujuan dari keluarga, jadi untuk itu mamak harus tanda tangani surat perjanjian dengan pihak rumah sakit."
Mamak semakin sedih dan air mata makin banyak yang tumbuh, mendengar suami tercinta mau di operasi... dunia seperti mau kiamat.
Tapi dia sadar kalau keluarga harus optimis dan semangat."kalau itu bisa membantu ayah untuk sembuh...mamak bersedia."
"Mak...kita berdoa ya... manusia berusaha tapi Allah yang akan menentukan."kata Andi.
"iya nak...mamak tau itu...ya sudah kita tanda tangani surat itu...biar ayah secepatnya di operasi."kata mamak
Mereka berdua pun ke ruang dokter kembali untuk tanda tangan persetujuan operasi.
Perawat menyerahkan hitam di atas putih agar secepatnya di tanda tangani.
"silahkan di baca dulu setelah itu di tanda tangani."kata perawat.
"baik suster."kata Andi.
Mengambil surat tersebut lalu membacanya setelah itu menyerahkan kepada mamak untuk di tanda tangani.
"Mak...tanda tangan di sini."kata Andi
Dengan petunjuk dari Andi maka mamak menandatangani surat, dengan mengucap Bismillah...mamak menandatangani surat persetujuan operasi untuk ayah saat ini juga.
__ADS_1
Setelah selesai penandatanganan persetujuan operasi, ayah langsung di bawa ke ruang operasi. Tak berapa lama tim yang mengoperasi ayah juga masuk ke dalam.
Pintu kamar operasi di tutup dan lampu merah di depan kanan menandakan di mulai nya di hidupkan.
Di luar ada tiga orang yang menunggu dan tak berapa lama kemudian,abang dan kakak Andi juga datang.
Rumah abang nya Andi sebenarnya dekat dari rumah mamak tapi karena dia sibuk dan pulang malam makanya jarang batang hidungnya kelihatan.
Anak anak abang Andi dulu sering ke rumah mamak tapi karena Leli sering marah dan mengusir mereka pulang ke rumah. Maka sudah lama juga tak pernah datang ke rumah.
Menghampiri mamak yang lagi lemas menunggu jalannya operasi.
"Mak...ayah kenapa?"tanya Abang Andi.
Mamak memeluk anak tertuanya itu, seperti sudah lama tak berjumpa.
"mamak enggak tau...tadi pas ngobrol sama Leli...dia sedikit emosi...dan setelah selesai marah...ayah langsung ambruk."kata mamak
"sabar mak... sabar..."kata kakak perempuan Andi.
Abang tertua marah mendengar nama Leli di sebut.
"mana anak itu?"kata Abang Andi.
"abang cari siapa?"
"si Leli lah...dia itu selalu berbuat onar."kata Abang.
Andi mendekati abang tertua, untuk apa emosi di saat situasi seperti ini.
"bang... sabar... jangan emosi...Leli tidak ada di sini...dia juga anaknya di rumah.
Mamak yang sudah pikiran nya kalut dan entah bagaimana...dia pun berniat mau sholat. Tanpa di sadari ternyata hari sudah malam...mamak baru sadar kalau waktu magrib sudah selesai.
"mamak mau ke mushola rumah sakit saja... dari pada bengong di sini."kata mamak
"kakak ikut ya Mak... sholat berjamaah bersama kita."kata kakak
"iya...Mila ikut sama kami ya..."kata mamak
"baik Mak..."jawab Mila.
Mereka bertiga pun ke mushola... sementara tiga pria itu menunggu di sana.
BERSAMBUNG
***
jangan lupa
like...like...like...
subscribe...
dan komentar yang membangun
__ADS_1
terima kasih
🙏🙏🙏