Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.246


__ADS_3

Masuk ke dalam kamar mau mengajak makan malam suami,Mila segan kalau makan tengah malam karena malu juga sama kedua orang tua nya.


"bang... bangun..."kata Mila


"mmmhhh...jam berapa sekarang?"


"jam setengah sembilan...ini di rumah mertua abang...kan malu kalau kita makan tengah malam,apa lagi sudah di siapkan."kata Mila.


"oh...iya...kita kan mau pulang ke rumah juga."kata Andi yang langsung bangun dan makan bersama dengan Mila.


Ada sedikit terasa canggung saat makan di rumah mertua,apa lagi mereka duduk tak jauh dari meja makan. Biasanya mereka makan terkadang ngobrol tapi kali ini hening menikmati makanan di depan mata.


Mama dan ayah di depan televisi saling pandang melihat tingkah pengantin baru tersebut."ayah... mereka makan kok enggak ada terdengar suara, paling suara sendok yang terdengar sesekali."kata mama


Mereka makan dengan tangan jadi sendok hanya untuk mengambil lauk atau nasi.


"ssssttt... biar saja... paling jaim karena ada kita di sini."jawab ayah.


Setelah selesai makan maka Mila dan Andi bergabung dengan pengantin lama. Mereka mau pamit pulang ke rumah, apalagi besok kembali kerja.


"ma... ayah... kami mau pulang sekarang."kata Mila


"lho... kirain nginap di sini... sudah malam lagi."kata mama


"pulang naik mobil kok ma...insha Allah aman."jawab Andi.


"tapi bang...Mila mau bawa sepeda motor metik."kata Mila.


Mendengar mau bawa sepeda motor, tentu tidak di izinkan oleh ayah karena mana tega melihat anak perempuan nya naik sepeda motor di malam hari."kalau naik sepeda motor ayah tidak izinkan, Andi pasti juga enggak izinkan."kata ayah.


"tapi yah...Mila susah kalau enggak ada itu...mana mungkin setiap hari naik kendaraan umum, sementara bang Andi kerja sampai sore."kata Mila mencari alasan.


Ayah geleng kepala mendengar alasan anak nya, mana mungkin dia memberikan izin pada Mila walaupun sudah berkeluarga.


"enggak boleh... kalau mau besok Andi bawa orang membawa sepeda motor ke sekolah pas jam makan siang."kata ayah dengan tegas.


"baik ayah...bisa besok abang ambil? Mila pulang besok mau ke pasar beli alat dapur."kata Mila jujur membuat mama jadi tertawa.


"wkwkwk...jadi itu alasan mau bawa sepeda motor?"kata mama akhirnya.


"enggak juga ma...Mila enggak mau tergantung terus dengan bang Andi,apa yang bisa di lakukan sendiri...ya di kerjakan."kata Mila lagi.


"mmmhhh... seperti itu... bagaimana Andi? besok ambil saja punya istri mu itu, apa lagi sepeda motor itu dia beli sendiri...ayah hanya kasi DP di awal."kata ayah.


"insha Allah bisa ayah... Andi usahakan."kata Andi.


"malam ini nginap di sini saja... besok berangkat kerja dari sini "kata mama membujuk anak nya.

__ADS_1


Mila dan Andi saling pandang karena di tawarkan nginap.


"malam minggu besok kami nginap di sini, bisa kan bang..."kata Mila.


"mmmhhh...bisa..."jawab Andi.


"biar rame ajak bang agung...biar lebih seru..."kata Mila.


"ya sudah ma... jangan di paksa...lagian mungkin ada yang mau mereka kerjakan... seperti enggak pernah muda saja."kata ayah


Wajah Mila jadi merah mendengar perkataan ayah nya,Andi hanya tersenyum simpul.


"ya sudah malam minggu nginap di sini... tapi kamu harus siap mental jadi bully an agung..."kata mama.


Menelan Slavina mendengar mama mengingatkan tentang agung, memang seperti itu lah abang nya suka gangguin dia.


"bang agung memang seperti itu."kata Mila


"kalau mau pulang... jangan lama lama... sekarang saja kalian bergerak..."kata ayah mengingatkan.


Apa yang di katakan ayah benar, lebih baik sekarang bergerak."iya ayah...bang...mana yang kemarin itu?"tanya Mila bungkusan hadiah pas honeymoon belum di serahkan.


"ada di mobil... sebentar biar abang ambil."kata Andi sambil mengambil apa yang di inginkan Mila.


Keluar rumah mengambil bungkusan yang di inginkan Mila, oleh oleh jalan saat honeymoon.


Dalam paper bag itu di masukkan nya saja, tanpa memberikan langsung pada mereka. Dia takut tersinggung atau pun dia sendiri yang segan pada mereka berdua.


Memberikan paper bag itu pada istrinya,lalu Mila memeriksa dan ada amplop di dalam.jadi dia tidak mau mengeluarkan isinya.


"ini ada untuk mama dan ayah... syarat nya di buka saat kami sudah pulang, bang... tolong keluarkan tas di kamar."kata Mila.


Andi mengambil tas di kamar dan memasukkan ke dalam mobil, untung bagasi belakang muat.


Ternyata Mila sudah keluar rumah di ikuti kedua orang tua, lalu mereka pun berpamitan.


"ma...ayah...kami permisi..."kata Mila Salim pada ayah nya.


"ya...baik baik dengan suami... jangan suka membantah."pesan mama pada anaknya.


"baik ma..."kata Mila sambil memeluk mama yang selama ini jadi teman curhat nya, saat berpelukan ada rasa ingin lebih lama bersama tapi mana mungkin karena Mila juga punya kehidupan sendiri.


Saat nya Andi salam dengan ayah.


"ayah... kami permisi dulu..."


"ya... hati hati di jalan... titip Mila anak saya, sekarang jadi tanggung jawab mu...jaga dan sayangi dia."pesan ayah pada menantu nya.

__ADS_1


"baik ayah...insha Allah saya ingat pesan ayah."jawab Andi.


Saat bersalaman dengan Andi... ayah merasa lega karena dia bisa menitipkan kepada orang yang tepat,jadi tidak ada kekhawatiran di dalam hati.


Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil dan Andi membawa mobil menuju ke rumah mereka.


Mama dan ayah pun masuk ke dalam, seperti biasa mama pasti penasaran kalau mendapatkan sesuatu dari orang. Di lihat nya ada beberapa bungkus pakaian yang sudah ada namanya.


"oh...ini untuk ayah, untuk mama, untuk agung dan istri nya."kata mama.


Setelah itu mama melihat lagi di dalam paper bag yang ada amplop nya.


"ayah...ini apa ya...? ada amplop... isinya apa ya...?"kata mama


"coba di buka saja."kata ayah.


Mama membuka amplop di tangan dengan pelan dia merobek nya, di lihat nya ternyata uang.


"ayah...ini ada uang dari mereka berdua."kata mama


"Alhamdulillah...ma...tapi kenapa Andi memberikan uang pada kita? bukannya mereka juga masih merintis, lagian insha Allah kita mampu."kata ayah.


Mama baru ingat cerita Mila tadi sore.


"oh... gini yah...Andi berusaha untuk adil pada kedua orang tua, biar murah rezeki."kata mama


"mama tau dari mana?"


BERSAMBUNG


***


jangan lupa


like... like... like...


add favorit


komentar yang membangun


serta


vote... vote... vote...


terima kasih


🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2