
Tiba tiba terdengar suara orang mengucapkan salam dan tak asing suara nya.
"Assalamualaikum..."
Semua melihat ke arah sumber suara, yang datang adalah keluarga bos... Terlihat Dafi dengan Nadya, Bu Nani,Nisa, arkan dan baby sitter. Satu keluarga ikut datang kecuali mba marni yang jaga rumah.
Andi melihat bos sekeluarga datang langsung menyambut kehadiran mereka, di ikuti oleh Mila dari belakang.
"wa'alaikum salam... bos masuk..."kata Andi mendekati Dafi dan menyalam tangan.
Andi menyambut uluran tangan Dafi setelah itu menyalim Bu Nani,Nadya dan Nisa sementara baby sitter sibuk dengan arkan langsung mencari posisi duduk.
Mila juga mengikuti suaminya untuk menyalim tamu sekaligus sahabat mereka berdua. Mila menyalim semua dan Nadya yang terakhir, terlihat mereka berdua sama sama hamil sehingga mama Mila nyeletuk.
"wah... Tante baru tau kalau kalian sama sama hamil."kata mama Mila
Nadya dan Mila melihat ke arah sumber suara dan menjawab.
"iya Tante... Alhamdulillah...di percaya sama Allah...jadi anak kami nanti kemungkinan lahir nya berjarak hari atau bisa jadi beberapa jam."kata Nadya
"seperti janjian saja... dari di TK kalian sama,eh... dapat suami juga sahabatan dan hamilnya juga sama."kata mama Mila
"iya... seperti janjian saja "kata Mila
Bu Nani pada di sana juga ikut nimbrung untuk ngobrol.
"jenis kelamin nya sama atau tidak?"tanya Bu Nani
Nadya dan Mila yang belum pernah cerita tentang jenis kelamin anak mereka tapi sudah mengetahui apa jenis kelamin nya.
"enggak tau ma... kalau aku kata dokter Lukman insha Allah perempuan."kata Nadya terlebih dahulu.
Mila melihat ke arah Nadya yang seperti tak percaya mendengar nya dan Bu Nani melihat reaksi dari Mila membuat dia penasaran.
"Mila... jangan... jangan...bayi di dalam kandungan mu juga berjenis kelamin perempuan."tebak Bu Nani.
Tebakan Bu Nani benar sehingga Mila tersenyum dan mengangguk.
"iya Tante... hasil USG insha Allah perempuan..."kata Mila akhirnya.
Semua melihat ke arah dua perempuan yang lagi hamil itu dan mengucapkan selamat.
"wah... selamat...semoga ibu dan anak sehat dan selamat."kata mama Mila
"a...min..."jawab semua orang yang ada di sana secara serentak.
Andi dan Dafi setiap hari bertemu tapi mereka tidak pernah membahas jenis kelamin anak mereka, yang di bahas hanya masalah pekerjaan saja.
__ADS_1
Bu Nani yang cerewet melihat ke arah dua pria yang menjadi ayah anak anak yang di kandung.
"kalian baru tau ini juga?"tanya Bu Nani
"iya...ma... karena di kantor kami hanya membahas masalah pekerjaan saja."kata Dafi.
"iya Tante... karena kami lagi kejar target... istri kami kan lagi hamil bersamaan."kata Andi juga
Mama Mila melihat mereka seperti berdebat mengalihkan pembicaraan biar tuntas tanpa berkepanjangan.
"ya sudah... sekarang kita makan saja."kata mama Mila.
Semua seperti terhipnotis oleh mama Mila karena mereka yang baru datang tadi langsung saja mengambil makanan.
Nadya dan Mila duduk berdua karena mereka mau ngobrol sementara Nisa ikut sama Oma tersayang yaitu Bu Nani.
Duduk berdua tidak ada orang yang ada di dekat mereka, sementara para suami duduk berdua juga karena ada yang mau mereka bicarakan.
Nadya yang makan sementara Mila hanya melihat karena dia sudah selesai makan sama suaminya.
"Mila...kok bisa sama ya...baby kita perempuan ?"kata Nadya
"ya itu sudah takdir dari Allah... nanti mereka juga bisa akrab seperti kita."kata Mila
"a...min..."jawab Nadya.
"kamu makan saja dulu Nadya...biar aku yang menggendong arkan m"kata Mila
Baby sitter memberikan pada Mila dan pas di tangan Mila... tidak ada lagi tangisan arkan.
"Kamu makan saja sana ... biar arkan sama saya."kata Mila
Bu Nani melihat cucunya diam setelah di tangan Mila langsung berkomentar.
"mmmhhh kelihatan anak mu memang perempuan..."kata Bu Nani
Mila hanya tersenyum sementara Nadya yang menanyakan pada mama mertua, kenapa bisa membuat kesimpulan seperti itu.
"mama...kok bisa tau?"tanya Nadya
Bu Nani yang memang banyak tau dengan mitos karena menurut usia, dia sudah berpengalaman.
"memang sih mitos, katanya kalau yang di gendong Mila perempuan juga pasti anak itu tidak mau di gendong Mila, dia akan menangis terus."kata Bu Nani
"ih...mama... waktu acara aqiqah arkan...dia memang sudah dekat sama Mila...jadi kalau sekarang ya memang sudah kenal."kata Nadya.
"ya terserah kalau kamu tidak percaya, mama mau ambilkan nasi tambah untuk Nisa."kata Bu Nani
__ADS_1
Jadi Nadya dan Mila pun ngobrol lagi.
"eh...kamu sudah beli persiapan untuk lahiran anak mu?"tanya Nadya
"sudah ada di beli...tapi belum banyak."jawab Mila
Nadya yang memang belum ada persiapan sama sekali karena baju baby arkan juga masih bagus, kalaupun mau di beli hanya sebagai syarat saja.
"bagaimana kalau besok kita ke mall, belanja pakaian bayi."kata Nadya
Mila pasti senang kalau berjalan sama sahabat nya itu, seperti nostalgia mengenang waktu mereka masih kerja sebagai guru dan pulang sering berdua jalan ke mall.
"boleh...tapi jangan besok karena aku masih capek dan rumah belum rapi juga."kata Mila
Nadya mengerti alasan dari sahabatnya, walaupun ada E.O tapi kan rumah pasti juga sedikit berantakan.
"ya sudah... nanti kita chat saja kapan jadi nya."kata Nadya
"ya... nanti aku izin sama bang Andi dulu."
"oh... kalau itu sih gampang..kasi servis yang terbaik sebelum minta izin... pasti dapat lampu hijau."kata Nadya.
Mendengar itu pikiran Mila jadi traveling kemana mana, perut sudah besar bagaimana posisi yang pas.
"eh...Mila... semakin usia kandungan kita...kita harus sering beri servis pada suami... kalau kata Bu bidan biar lancar lahiran nya."kata Nadya
"kamu...perut sudah besar... menurut ku kurang nyaman."kata Mila.
"is...kamu itu...kan bisa cari video di internet, kamu jangan pikirin yang enggak enggak dulu... dari pada suami jajan di luar... lebih baik suguhkan yang terbaik... kenyang kan dia...biar di luar sana dia sudah kenyang duluan."kata Nadya.
"wkwkwk..."kata Mila tertawa
Mila tertawa mendengar nya, Nadya wajar seperti itu karena Dafi adalah seorang CEO dan banyak perempuan sana yang mendambakan suami seperti ini, jadi untuk mengantisipasi Nadya harus banyak cara untuk membuat Dafi selalu merindukan dan ingin selalu menginginkan nya serta bucin terhadap istri nya.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like...
subscribe...
komentar yang membangun
terima kasih
__ADS_1
🙏🙏🙏