Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.76


__ADS_3

Jam menunjukkan jam 1 siang, saatnya mau check out dari kamar. Tapi Dafi dan Nadya masih di kamar dan tertidur pulas.


Kring...


Kring...


Kring...


Terdengar suara telpon kamar berbunyi, dan membangunkan Dafi. Langsung di angkat nya telpon tersebut.


Resepsionis : "Selamat siang pak"


Dafi. : "Siang...ada apa ya?"


Resepsionis :" sudah jam satu pak, saatnya check out atau bapak mau menambah hari?"


"Dafi. :"oh...iya kami check out paling lama 15 menit lagi


"resepsionis : "oke pak kalau begitu saya tunggu di bawah, terima kasih


"Dafi. :"ya..."


Dafi langsung menutup telponnya.


Nadya yang juga terbangun saat suara telpon kamar berdering sudah terbangun, menanyakan pada suaminya siapa yang telpon.


"siapa yang telpon bang"


"resepsionis menanyakan kita lanjut sampai besok atau check out sekarang?"kata Dafi


"Astaghfirullah... sudah jam berapa? tanya Nadya sambil bangkit dari tempat tidur.


"jam satu ,ayo kita siap siap untuk keluar"kata Dafi.


Mereka pun bergegas untuk bersiap karena mau check out dari kamar hotel. Belum sampai 15 menit semua sudah rapi dan memeriksa barang yang ada di kamar, takut nya ada yang tertinggal. Lalu mereka check out ke resepsionis.


Setelah selesai semua-nya mereka pun jalan pulang ke rumah naik taxi dari pihak hotel saja yang tersedia. Tak berapa lama pun mereka sampai di rumah.


"Assalamualaikum..."


"wa'alaikum salam..."


Yang membukakan pintu ternyata mba marni.


"mba apa kabar keadaan rumah?"tanya Dafi


"baik pak, hanya saja Princess yang suka nanyain ayah dan mama nya kemana?"jawab mba marni


"jadi apa jawab mama"tanya Dafi


"kata ibu ada urusan, tapi princess bilang dia takut ayah dan mamanya di rumah sakit lagi"kata mba marni


"Astaghfirullah hal'azim... kasihan-nya, sampai ke situ pikiran Nisa"kata Nadya yang langsung mencari keberadaan anaknya.


"Nisa...Nisa...dimana?"Nadya mencari keberadaan anaknya.


"masih tidur Bu di kamar"jawab mba marni


Nadya pun ke kamar Nisa.

__ADS_1


Di lihat nya Nisa yang tertidur pulas, di usapnya kening anak tersebut.", tidur yang nyenyak sayang"kata Nadya


Respon Nisa hanya tersenyum mendengar perkataan Nadya, dia di alam antara sadar dan tidur.


Di luar Bu Nani yang mendengar suara Dafi langsung mencari keberadaan anaknya"mba...saya seperti mendengar suara Dafi",tanya Bu Nani pada mba marni yang lagi membuat kan teh hangat untuk Dafi dan Nadya


"iya Bu...pak Dafi sudah pulang dengan Bu Nadya"jawab mba marni


"Alhamdulillah...Nisa pasti senang dari kemarin nyariin mereka terus, sampai sampai di pikiran nya Dafi dan Nadya di rumah sakit lagi. kok sampai situ pikiran si Nisa"kata Bu Nani


Dafi keluar kamar juga mendekati mama-nya,


"ma...Nisa kenapa sampai berpikiran seperti itu?"kata Dafi lagi


"mama juga enggak tau, mungkin karena kejadian yang menimpa kalian secara bergantian"jawab Bu Nani


"iya ya ma, Dafi takut terganggu psikologi-nya"kata Dafi


"masih batas wajar kok,tapi dia lebih posesif dengan kalian berdua"kata Bu Nani.


"ya sudah kalau begitu nanti lebih di perhatikan lagi si Nisa. ma... minta tolong teh-nya antar ke depan saja, aqu mau duduk di teras sambil lihat berita di HP"kata Dafi


"ya..."jawab Bu Nani.


Nadya yang sudah melihat Nisa keluar dari kamar dan mendekati mertua nya.


"mama apa kabar?"tanya Nadya


"Alhamdulillah... sehat, kamu bagaimana?"


"Alhamdulillah sehat juga ma"jawab Nadya


Mendengar itu membuat Nadya malu dan pipinya merah merona."mama ada aja"kata Nadya


"mama yakin kalau Dafi bingung karena kalian baru pertama kali melakukan"kata Bu Nani lagi


"kok mama tau"tanya Nadya


"tau la... waktu kalian menikah keadaan kamu masih belum bisa jalan, mana tega dia melakukan-nya. Mama tau bagaimana Dafi, karena dia anak mama"kata Bu Nani


Nadya hanya mendengarkan cerita mama mertua dan tersenyum."mama percaya sama kamu, tolong jaga Nisa dan percaya sama Dafi. Dia itu anak-nya enggak neko neko, tapi kalau sudah kerja dia akan lupa waktu"Bu Nani memberi wejangan dengan menantu nya.


"oh...iya sampai lupa,tadi Dafi minta bawakan teh hangat ke depan. dia lagi membaca berita melalui HP"kata Bu Nani


"biar Nadya yang antarkan ke depan"jawab Nadya.


Nadya membawa dua cangkir teh hangat beserta kue tradisional yang di beli Bu Nani untuk teman teh.


"bang...ini teh-nya , serius sekali. lagi ngapain?"tanya Nadya


"hhhmmm..."jawab Dafi


Karena Dafi yang konsentrasi melihat HP, Nadya hanya memperhatikan suaminya saja. Yang di perhatikan sebenarnya tau tapi karena lagi tanggung membaca berita Dafi hanya diam saja.


"mama... ayah...mama...ayah..."terdengar suara Nisa dari dalam dan suara tersebut semakin dekat. Nadya berdiri dan menjawab"iya sayang mama di sini"jawab Nadya


"mama...mama..."kata Nisa mendekati Nadya


"sini anak mama..."kata Nadya

__ADS_1


Nadya memeluk anaknya Nisa dan mereka saling berpelukan."mama kemana saja sama ayah?"tanya Nisa


"mama pergi sama ayah karena ada urusan"jawab Nadya


"kok enggak ajak Nisa?"tanya Nisa lagi


"Nisa kan sudah sekolah, jadi enggak bisa ikut. kalau libur nya banyak nanti enggak bisa masuk SD"jawab Nadya


Dafi melihat interaksi antara Nisa dan istrinya.


"nanti kalau pergi lagi ajak Nisa ya..."kata Nisa


"oke princess... besok mama mau nginap di tempat oma Nilam, mau ikut?",tanya Nadya


"mau...mau...Nisa ikut, pulang sekolah nanti di antar pak mien langsung ke tempat Oma Nilam"Nisa memberikan solusi.


"ide yang bagus"kata Nadya


"ayah ikut juga?"tanya Nisa


"ikut dong, masa ayah di tinggal?"kata Dafi.


"asyik... besok pergi sama ayah dan mama"kata Nisa.


"mama mencium aroma apa ini? kok seperti ada yang bau iler"kata Nadya


"hehehehe Nisa belum mandi"jawab Nisa


"pantesan tercium sampai ke sini bau iler-nya"kata Dafi


"ya... sudah Nisa mau mandi dulu dengan mba marni"kata Nisa yang langsung ke dalam mau mandi sore.


Dafi yang melihat putrinya ke dalam juga ikut masuk"yuk kita mandi sore juga"kata Dafi pada istrinya.


"ih...mau-nya abang itu, tapi ujung-ujungnya nanti nanggung. Ada princess yang suka ketuk pintu kamar"kata Nadya pada suaminya.


"ya... sudah kalau begitu mandi... mandi sendiri aja yuk sekalian kita ashar, abang kok kelupaan tadi"kata Dafi


"ya sudah ashar aja dulu kita, nanti keburu habis waktu"kata Nadya


Mereka pun sholat ashar berjamaah di ruang sholat.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like...like...like...


add favorit...


komentar yang membangun


serta


vote...vote ...vote...


Terima kasih

__ADS_1


🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2