
Keesokan harinya jam 10 dokter ortopedi memeriksa Nadya, tetapi dia masih belum bisa banyak bergerak. Jadi dokter hanya memeriksa seperti pasien umum saja. Dokter memerintahkan suster untuk mengukur tensi, suhu badan. "ibu... nanti sore saya cek lagi Nadya, untuk sementara kita observasi perkembangan nya" dokter Ilham menjelaskan pada Bu Nilam.
"iya dokter terima kasih banyak"kata Bu Nilam.
"semoga anak ibu cepat sembuh,saya permisi dulu mau memeriksa yang lain"kata dokter
"silahkan dokter, sekali lagi terima kasih banyak"kata Bu Nilam kembali.
Dokter Ilham pun keluar dari ruangan Nadya,tapi Dafi yang mau masuk ke ruangan melihat dokter keluar langsung memanggil dokter."pagi dokter"sapa Dafi
"pagi pak"jawab dokter Ilham singkat.
"boleh saya menanyakan perkembangan Nadya?"tanya Dafi
"Anda siapa?"tanya dokter Ilham
"saya calon suami nya"jawab Dafi
"oh...jam 11 ke ruangan saya aja pak, karena saya masih keliling memeriksa pasien yang opname" jawab dokter.
"ya dokter, jam 11 saya ke ruangan dokter.terima kasih banyak" jawab Dafi.
Sementara menunggu waktu berjumpa dengan dokter, Dafi masuk ke ruangan Nadya. Di dalam hanya ada Nadya dan Bu Nilam."eh ..nak Dafi"
"iya Tante" jawab Dafi
"titip Nadya dulu, Tante mau ke mushola. Dhuha dulu"kata Bu Nilam
"iya"jawab Dafi
Bu Nilam pun keluar menuju musholla rumah sakit.
Hanya ada Dafi yang menjaga Nadya. Dafi duduk di sebelah Nadya dan memegang tangan. Nadya masih tidur belum juga bangun.
Sambil memegang tangan, Dafi melihat dengan intens wajah Nadya serta mengajak ngobrol walaupun masih tidur."sweet heart, jam 11 nanti Abang mau ketemu dokter ortopedi. Do'akan ya semoga tidak terjadi apa apa"kata Dafi
"Abang juga lagi mencari tahu siapa dalang semua ini, karena dari rekaman CCTV seperti ada yang mengikuti kita"Dafi bercerita sendiri walaupun Nadya belum bangun.
"cepat sembuh ya sweet heart"kata Dafi sambil mencium punggung tangan Nadya.
Tangan Nadya di cium Dafi secara refleks Nadya menggerakkan tangan yang di cium Dafi. Melihat itu Dafi terkejut dan senang melihat nya."sweet heart kamu sudah sadar?" kata Dafi
Nadya yang merasa di panggil perlahan membuka mata. Di lihat nya hanya ada Dafi, dia tersenyum dan mengangguk."mama di mana bang?" tanya Nadya dengan suara pelan.
__ADS_1
"lagi sholat di musholla rumah sakit, kamu mau apa?"tanya Dafi.
"enggak ada"jawab Nadya
"jangan banyak bergerak dulu, sabar ya...ada yang sakit?" tanya Dafi.
"semua sakit bang"jawab Nadya
"kalau bisa di ganti,biar Abang aja yang merasakan sakit nya sweet heart"kata Dafi
Dia merasa teriris mendengar Nadya kesakitan. Kalau waktu bisa di putar kembali, Lebih baik enggak usah sarapan di depan TK, lebih baik di kantor aja. Kalau setelah mengantar aqu langsung pergi pasti tidak akan terjadi.
"yang sabar sweet heart, kamu pasti kuat dan bisa bertahan"kata Dafi. mendengar Dafi memberi semangat, Nadya tersenyum.
"aqu haus, mau minum"kata Nadya.
Dafi pun mengambil kan air mineral dan di beri sedotan untuk mempermudah minum.
Dari balik pintu Bu Nilam masuk, dia sangat gembira melihat anaknya sudah sadar kembali."Alhamdulillah nak,kamu sudah bangun"kata Bu Nilam sambil terharu melihat putrinya."iya ma...Nadya mau duduk, boleh ?" kata Nadya. Dengan cepat Dafi menaikkan tempat tidur Nadya agar duduk, dan di tambah bantal di bagian belakang/punggung Nadya. Untuk menaikkan bantal Bu Nilam yang melakukan nya.
Nadya pun dengan posisi sedikit duduk, tidak seperti tiduran aja. Setelah duduk Nadya mencoba menggerakkan kakinya, tapi seperti tidak ada rasa."ma... kenapa kaki Nadya, enggak bisa di gerakkan?"tanya Nadya."masa sih nak? coba mama pegang!" kata Bu Nilam penasaran dan tidak percaya sama Nadya.
"iya ma..." jawab Nadya.
"sabar Nadya, kita panggil suster"kata Dafi karena dia enggak sanggup melihat Nadya mulai cemas.
Bu Nilam langsung memanggil perawat sambil menekan bel untuk memanggil. Perawat pun datang dengan cepat karena bel/lampu bel berkedip dengan cepat."iya Bu ada apa?" tanya perawat."ini suster, kakinya Nadya tidak bisa bergerak dan merespon sentuhan.
"oh...itu biasa Bu, mungkin pengaruh obat. Untuk memastikan boleh di tanyakan pada dokter Ilham bagian ortopedi.
"baik suster,saya segera menemui dokter Ilham. tadi kita sudah janjian jam 11.kata Dafi
"iya pak, untuk sementara jangan banyak gerak dulu mba Nadya,biar cepat pulih"kata suster.
",hiks...hiks...hiks...iya suster"jawab Nadya sambil menangis. Entah sudah apa di pikiran Nadya melihat kondisi kaki nya.
"Jangan seperti itu anak gadis mama, kamu pasti kuat",. kata Bu Nilam.
Sebenarnya Bu Nilam juga sedih, mau menangis juga. Tapi itu tak mungkin, karena dia harus lebih tegar dan santai untuk memberi semangat pada anaknya
"Nadya tenang ya... Abang mau menemui dokter Ilham dulu, tadi kita sudah janjian juga" kata Dafi pada Nadya.
"Bu...saya keluar dulu,mau jumpai dokter"Dafi permisi sama Bu Nilam.
__ADS_1
"iya nak Dafi, nanti kasi tau kita apa hadiah nya"kata Bu Nilam
"iya Bu" jawab Dafi
"ayah Nisa, datang pas Waktu istirahat" kata y Nilam.
"iya Bu"jawab Dafi sambil mendekati Nadya untuk menenangkan nya."yang kuat sweet heart, Abang senantiasa di samping. kamu pasti bisa melewati ini"kata Dafi dengan sedikit berbisik di telinga Nadya.
Mendengar perkataan Dafi, tangis Nadya semakin pecah. Dia terharu dengan ucapan Dafi, dan mereka pun saling berpelukan."sudah ah... Abang jumpai dokter dulu"kata Dafi
Nadya hanya mengangguk sambil menenangkan diri.
Tinggal lah di dalam kamar hanya ada Nadya dan mamanya. Bu Nilam menenangkan anaknya dengan cara memeluk dan memberikan semangat."kamu Jangan menangis aja Nadya. Ada mama, ayah dan Dafi. Dia dari awal kamu di sini dia juga ikut di sii.enggak pulang dia dari semalam"kata Bu Nilam
"iya ma, tapi bagaimana dengan kaki Nadya. hiks..hiks...hiks..."jawab Nadya sambil menangis. Dalam hati Nadya terharu karena melihat Dafi sangat bertanggung jawab.
"ayo, makan dulu. dari semalam kamu belum makan" kata Bu Nilam.
Lalu dia mengambil makanan untuk Nadya, dsn menyuapkan makanan tersebut dengan pelan pelan."makanan nya di habis kan, biar kamu cepat sembuh"
",iya ma"jawab Nadya sambil mengangguk.
", setelah ini jangan lupa minum obat, biar cepat sembuh"kata Bu Nilam.
Begitulah mereka berdua berbincang sambil menyuapi anaknya makan. Dan tak terasa makanan Nadya habis.
Bagaimana hasil perbandingan antara Dafi dan dokter???
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
vote... vote... vote...
like...
add favorit
Terima kasih
🙏🙏🙏
__ADS_1