
Setelah acara makan pecel lele di ruang makan, mereka masuk ke kamar masing masing. Nadya masuk ke kamar tak lupa kunci pintu, di lihat nya Dafi sudah di tempat tidur. Nadya ke kamar mandi untuk bersih-bersih, sholat dan tidur di sebelah suami nya.
Mungkin karena keberadaan Nadya di samping membuat Dafi terbangun,"sweet heart baru masuk?"tanya Dafi yang langsung memeluk istrinya,lalu menghirup aroma tubuh istrinya dalam sehingga timbul hasrat untuk melakukan ulang lagi yang di kantor tadi.
Karena sudah malam dan ngantuk berat Nadya tidak mau memancing Dafi untuk lebih dalam lagi"iya"jawab Nadya.
Jawaban yang singkat membuat Dafi mengurungkan niat nya untuk lebih mengeluarkan hasratnya"kamu ngantuk berat ya?"tanya Dafi
"hhhmmm"jawab Nadya dengan mata terpejam.
"ya sudah kamu tidur saja, mimpi yang indah"kata Dafi sambil memeluk pinggang istri nya.
Nadya menghadap Dafi dan mereka bertatapan
"aqu capek, kita tidur aja.besok pagi kalau sudah fit kita lanjutkan lagi seperti di kantor tadi"kata Nadya.
"janji ya..."
"mmmmhhhhh, tapi jangan sampai princess mengetuk pintu kamar"kata Nadya sambil tersenyum mengingat tingkah Nisa
"oke"jawab Dafi singkat dan mengecup kening istrinya.
Sepasang suami istri itu pun tidur dengan nyenyak dan mimpi masing masing yang menghampiri mereka.
Sementara Siska yang di antar oleh Dedy ke rumah mewah. Sebelum masuk ke gerbang rumah satpam memeriksa identitas yang membawa Siska ke dalam rumah
Di pintu gerbang sudah selesai jadi mereka masuk ke dalam rumah mewah, Siska di bawa oleh Dedy ke dalam rumah. Di dalam hanya ada pembantu,"non Siska baru pulang?"kata bibi asisten rumah tangga. Dedy yang punya inisiatif bertanya"di mana di bawa ini bi"tanya Dedy pada bibi ART.
"langsung bawa ke kamar saja mas"kata bibi
"mana kamarnya?"tanya Dedy lagi
"kamar ada di lantai atas"
Dedy membawa Siska ke atas dengan menggendong bak bridal style, Siska yang di gendong pemandangan nya sudah melayang kemana, di lihat nya yang menggendong dirinya adalah Dafi, lalu di peluk nya erat orang yang menggendong dirinya.
Sampai atas bibi ART menunjukkan kamar Siska, jadi Dedy masuk ke kamar untuk meletakkan Siska di atas king size yang sangat empuk. Setelah di letakkan nya di atas tempat tidur Dedy hendak keluar kamar,tapi tangannya di tarik Siska.
"kamu mau kemana?"tanya Siska dengan suara mendesah, dia tidak sadar bicara dengan siapa. Tapi di mata Siska dia melihat Dafi yang beberapa bulan ini jadi incaran nya
__ADS_1
"saya mau keluar Bu"jawab Dedy.
Di tarik Siska tangan yang di pegang nya dari tadi dengan tenaga yang kuat, sehingga Dedy jatuh di atas badan nya Siska."kamu tidak boleh pergi, harus di sini bersama ku. Temani aqu malam ini"kata Siska
Dedy menahan slavina-nya karena mereka terlalu dekat sehingga membuat dirinya jadi ikut bergariah juga, mana ada yang bisa menolak keinginan Siska. Dia sangat cantik dan kaya, sangat perfect di mata laki laki tentu nya, hanya saja perilaku nya sangat arogan, mau menang sendiri, semua keinginan nya harus di ikuti.
Siska yang agresif membuka semua pakaian Dedy, sementara Dedy mau menolak sayang dan dia mengikuti permainan dengan Siska. Akhirnya kejadian di hotel tadi siang terulang kembali di rumah Siska.
Bibi yang mau masuk kamar mengurungkan niatnya karena kamar yang sudah tertutup rapat, dia hanya kerja di rumah itu mana ada wewenang dia untuk ikut campur dalam urusan pribadi majikan nya, apalagi majikan seperti Siska yang arogan dan egois.
Begitu lah kejadian di kamar Siska, dua insan menyatu tanpa ikatan dan tidak sadarkan diri. Penyatuan yang berulang tanpa ada pengaman tentu nya.
Pagi harinya matahari sudah menampakkan diri tapi di kamar Siska masih tertutup rapat tapi tidak terkunci.
Hari ini kedua orang tua Siska ada di rumah, mereka sudah sarapan pagi. Tapi tidak ada tanda tanda kalau anak mereka untuk makan bergabung, pak Kusuma merasa ada yang tidak beres akhirnya dia memanggil bibi ART menghadapnya.
"bibi...Siska tadi malam pulang?"tanya pak Kusuma
"iya pak non Siska pulang tapi sepertinya dalam keadaan mabuk"jawab bibi ART
Pak Kusuma mengerutkan keningnya dan mau marah mendengar putrinya mabuk, tapi untung ada mami yang selalu melembutkan hati suaminya.
Pak Kusuma duduk dan mami Siska mengambil air putih di atas meja"papi... minum saja dulu", perintah istrinya.
Setelah meminum air putih pak Kusuma diam sejenak untuk menarik nafas panjang.
"papi tarik napas dalam dalam"perintah mami
Pak Kusuma mengikuti perintah dari istrinya, setelah aman mami Siska."papi kita sarapan saja dulu, setelah sarapan kalau Siska belum turun juga kita ke kamar nya aja untuk membangunkan Siska"kata mami Siska
Sepasang suami istri yang tidak muda lagi akhirnya makan bersama, mereka mempunyai dua anak dan sepasang. Abang Siska sudah menikah jadi tidak tinggal bersama mereka. Hanya Siska yang tinggal bersama mereka, sebenarnya Siska mau tinggal di apartemen tapi tidak di izinkan pak Kusuma,jadi dia tinggal bersama mereka.
Setelah selesai sarapan pagi Siska belum juga turun, maka pak Kusuma dan istri naik ke atas dan ke kamar Siska. Kamar nya terkunci jadi mereka mengetuk kamar
"Siska... sudah pagi, ayo bangun",kata pak Kusuma.
Tapi tidak ada juga tanggapan dari dalam kamar,pak Kusuma mengambil kunci cadangan di dalam kamar nya. Setelah dapat pak Kusuma membuka kamar putrinya"papi jangan marah marah ya"pesan mami Siska.
Pak Kusuma hanya mengangguk tanpa ada jawaban dari mulut nya.
__ADS_1
Mereka berjalan memasuki kamar Siska, maminya Siska mendahului suaminya pak Dharma."Siska bangun sudah siang"kata pak Kusuma.
Tidak ada jawaban yang di dengar-nya, maka pak Kusuma membuka bad cover yang menjadi selimut mereka.
Setelah selimut di buka, terlihat lah ada seorang laki-laki di dekat Siska yang lagi tertidur."S...I...s...k...a..., siapa ini"kata pak Dharma dengan memegang dada sebelah kiri
Mendengar anaknya hanya diam, membuat pak Kusuma semakin marah.
"penduduk sana papi, mami yang membangun kan Siska"
Pak Kusuma mengikuti perintah dari istrinya.
"Siska ayo bangun kamu sekarang"kata mami Siska dan mengguncang bahu nya.
Siska membuka mata dan melihat ada mami dan papi nya di kamar"aduh pusing kepala qu ma"kata Siska
Mami hanya geleng-geleng kepala dan berkata"siapa laki-laki yang ada di sebelah mu"kata mami menunjuk Dedy yang masih tertidur .
Di lihat Siska orang di sebelah nya, betapa terkejutnya dia ada seseorang di sebelah nya.
"kamu?"kata Siska
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like...like...like...
add favorit
komentar yang membangun
serta
vote...vote... vote...
Terima kasih
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏