
Rumah Tangga Dafi dan Nadya Alhamdulillah... berjalan dengan lancar untuk saat ini, walaupun Dafi belum ingat pada istrinya tapi karena Bu Nani meyakinkan kalau Nadya itu istri nya, jadi Dafi percaya. Mana mungkin mamanya berbohong, apa lagi tentang sebuah pernikahan. Sikap Nadya pun seperti layaknya seorang istri dan bahkan jadi seorang ibu untuk Nisa anaknya.
Hari ini adalah Senin, seperti biasa Dafi ke kantor di antar pak Mien dan sakalian mengantar Nisa ke sekolah. Sementara Nadya di rumah saja, dia hari ini mau memasak makanan untuk siang.
"mama...Nisa ke sekolah dulu, jangan lupa jemput ya..."Nisa pamit pada mama-nya.
"oh...iya insha Allah mama jemput dengan pak mien"kata Nadya
"papa enggak di jemput?"kata Dafi
Nadya melihat ke arah suaminya, dia tersenyum dan menggeleng."mau di jemput jam berapa?"tanya Nadya.
"nanti di kabari"kata Dafi sambil mengedipkan matanya pada Nadya.
"sudah ah... nanti telat, ini bekal, di tas juga ada kritik kentang kesukaan Nisa. Tapi jangan makan sendiri,harus di makan bersama teman"pesan Nadya pada anaknya.
"iya mama"jawab Nisa
"bang sarapan nya di makan"kata Nadya
"makan di kantor saja"jawab Dafi
Akhirnya Nadya membuat dua bekal untuk Nisa dan Dafi.
Begitu lah keseharian di pagi hari suasana di rumah Dafi, Keriuhan antara ibu, anak dan ayah, terkadang Bu Nani juga bersama meramaikan suasana tapi pagi ini dia lagi joging bersama tetangga satu komplek dari setengah subuh sampai jam 7 atau jam 8.
Pak Mien sudah standby menunggu bos besar dan bos kecil. Dari dalam rumah keluar Dafi, Nisa dan Nadya di belakang membawa kan bekal untuk Suatu dan anaknya.
"mama Nisa sekolah dulu"kata Nisa sambil mencium punggung tangan mamanya.
"iya...di sekolah dengarkan Bu guru, konsentrasi belajar, dan sayang teman"pesan Nadya pada anaknya
"iya mama cantik", jawab Nisa sambil mencium pipi mamanya lalu masuk ke dalam mobil, dia duduk di bagian tengah mobil.
Setelah itu Nadya menyalami punggung tangan suaminya"kerja yang semangat pak suami, semoga dapat Joo kakap setiap hari"kata Nadya.
Dafi mengulurkan tangannya dan mengecup kening istrinya"A...min..."jawab Dafi
"jam berapa pulang"tanya Nadya
"belum tau, kenapa"tanya Dafi
"enggak apa apa, jangan malam terus pulang nya"pesan Nadya.
"oke sweet heart"jawab Dafi dan masuk ke dalam mobil duduk di depan sebelah pak mien.
Mobil pun jalan menuju sekolah dan kantor tak lupa pagar rumah tertutup sendiri dengan memakai remote control dan kalau mau masuk dengan sensor tangan anggota keluarga di rumah.
__ADS_1
Bu Nani baru selesai jogging beres tetangga satu komplek perumahan, jadi dia pulang ke rumah. Di lihat nya suasana rumah sepi, di cari nya ke kamar sudah kosong maka dia ke dapur.
Di sana di lihat nya Nadya lagi memasak masakan"Nadya... semua sudah pada pergi?"tanya Bu Nani
"iya mama, di antar sama pak mien", jawab Nadya
"masak apa kamu"tanya Bu Nani lagi
"SOP iga dan tempe goreng kriuk"jawab Nadya
"sedap itu, kamu sudah sarapan?"tanya Bu Nani
"belum ma... karena bang Dafi dan Nisa minta di bawa aja, jadi mereka sarapan roti selembar saja tadi. trus Nadya lupa mau sarapan"jawab Nadya panjang.
"Nanti masaknya, temani mama sarapan dulu"ajak Bu Nani
"iya ma..."jawab Nadya
Maka mertua dan menantu itu sarapan bersama, tadi pagi mba marni memasak nasi goreng."mba ayo kita sarapan, nanti aja ngepel nya"ajak Bu Nani
"iya bu"jawab mba marni sambil berjalan mendekat sumber suara.
Jadi sarapan bersama lah mereka bertiga di meja makan.
Sementara di kantor Dafi sudah sampai,dan seperti nya ada tamu yang menunggu di ruang kerja nya."Andi...siapa yang di ruang kerja qu"tanya Dafi pada Andi teman baik nya.
"ah...kamu yang betul? kenapa bisa seperti itu"tanya Dafi
"bos memang tidak suka dengan dia tapi Siska itu yang selalu mengejar mu bos.. Ingat ya... jangan pernah percaya dengan omongan nya"kata Andi mengingatkan.
"kenapa!"kata Dafi
"aqu tidak bisa menjelaskan sekarang karena bos masih amnesia, takut nya nanti berpengaruh buruk dengan ingatan Bos. Jalani aja proses penyembuhan bos, ingat istri yang selalu mendampingi bos"kata Andi
"mmmmhhhhh"jawab Dafi
Mereka berdua masuk ke dalam ruangan."Bu Siska sudah lama?"tanya Dafi
"ada sekitar satu jam"jawab Siska
"oh...ada yang bisa saya bantu?"tanya Dafi
"kerja sama kita sudah 75% selesai, jadi saya mau meeting untuk memeriksa dari awal.mana tau ada yang selip,jadi dari sekarang kita perbaiki",kata Siska
Karena merasa perkataan Siska yang masuk akal akhirnya Dafi menyetujui meeting dadakan."silahkan tunggu di ruang meeting, mana utusan ibu dari perusahaan Kusuma Dewa?"tanya Dafi
"oke pak 30 menit lagi kita meeting agar saya panggil karyawan saya"kata Siska.
__ADS_1
"Andi tolong antar Bu Siska di ruang meeting"perintah Dafi
"baik bos"jawab Andi.
"silahkan ikuti Andi, 30 menit lagi saya ke sana"kata Dafi
Andi mengantarkan Siska ke ruang meeting dan kembali ke ruangan Dafi."enak bener,makan sendiri bos?"kata Andi
"oh...iya itu ada satu lagi, tadi Nadya sengaja buat dua. Untuk mu satu katanya"kata Dafi
"wah...baik benar tu Bu bos, sampaikan terima kasih padanya"jawab Andi
"jadi aqu enggak baik sama mu?"tanya Dafi
"kalau bos itu sangat baik sekali untuk qu"jawab Andi.
Mereka pun sarapan berdua di ruangan Dafi sebelum meeting di mulai.
Di ruang meeting Siska menunggu karyawan dari perusahaan Kusuma Dewa, sebentar nya kerja sama kedua perusahaan tidak ada yang perlu di bicarakan atau di periksa. Sudah berjalan sesuai dengan jalurnya.
Hanya akal akalan Siska saja mau mengganggu untuk terakhir kalinya dengan cara licik nya.
Tapi itu tidak ada yang mengetahui maksud hati Siska yang terselubung. Hanya Andi selalu waspada pada Siska, dia sudah tau siapa yang menabrak Dafi sampai koma dan Kecelakaan Nadya sampai tidak bisa berjalan. Itu semua ulah Siska, dia sangat menyukai Dafi dan mencintai tapi sayang Dafi tidak menerima cinta nya.
Dafi lebih memilih Nadya sebagai istrinya karena dia bisa akrab dan menerima Nisa sebagai anaknya dan Bu Nani juga menyukai Nadya dari pandangan pertama. Karena buat Dafi yang menikah dengan nya harus bisa menerima keluarga nya yaitu Mama dan anaknya.
"Andi setelah sarapan kamu temani Bu Siska di ruang meeting"perintah Dafi
"oke bos, setelah sarapan ya..."jawab Andi yang lagi menikmati makanan dari Nadya bersama bos nya.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like... like... like...
add favorit
komentar yang membangun
serta
vote... vote... vote...
Terima kasih
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏🙏