
Sampai di rumah tempat pak Arif dan Bu Nilam tepat jam 1 siang, maka mereka semua langsung di bawa untuk makan siang bersama yang sudah di siapkan oleh tuan rumah.
"sudah waktu makan siang, sekarang langsung makan aja kita semua"ajak Bu Nilam.
Nadya melihat rumah orang tua nya, tempat dia di besarkan. Ada rasa rindu, seperti kemarin dia bermain dengan teman di antar pak Arif ke sekolah sampai dia bekerja."seperti semalam aqu bermain dengan teman di rumah ini"kata Nadya dalam hati.
"Alhamdulillah... sudah di siapkan begini, jadi enggak enak nih... sampai langsung makan"jawab Bu Nani.
"aduh...kamu ini seperti orang lain saja, biasa aja... dari pagi sudah masak dengan mba iyem yang kerja di rumah"Bu Nilam menjelaskan.
Para orang tua pada makan di meja bersama serta Nisa dan pak mien juga ikutan di sebelah oma, sementara Nadya belum selera makan di temani suami tercinta.
"sweet heart makan kita ya..."ajak Dafi
Nadya melihat Dafi yang mengajak makan, dia hanya menggeleng tanda belum mau makan.
"sedikit saja biar abang suapin, lagian nanti kamu lemas mau minum obat dari dokter"kata Dafi membujuk istri nya
"sebentar lagi bang, masih pusing bang"jawab Nadya.
"kalau begitu abang makan duluan ya..."kata Dafi
"boleh tapi makannya di sini aja" jawab Nadya
"sip"kata Dafi.
Dafi beranjak ke meja makan untuk mengambil makanan dan yang lain masih makan di meja."Dafi duduk , kita makan bersama"ajak pak Arif.
"maaf ayah, saya di ruang keluarga aja. makan dengan Nadya, mana tau dia selera kalau lihat saya lagi makan di depan nya"jawab Dafi.
"oh...ya sudah ambil yang banyak, biar dia makan sekalian"kata Bu Nani.
"secukupnya saja kalau kurang nanti di ambil ulang saja, biar enggak mubazir"jawab Dafi.
Setelah Dafi selesai mengambil makanan dia kembali duduk dekat istrinya."nih abang bawa makan ya...enak ni soto Medan pakai pergedel kentang dan ikan teri kacang"kata Dafi.
Nadya menggeleng menandakan tidak selera untuk makan"ya sudah kalau enggak mau abang makan dulu, aduh...enak sekali soto ayam, nyammy..."kata Dafi yang sengaja makan dengan selera agar Nadya tergoda.
"mmmmhhhhh...enak banget, sudah lama enggak makan soto sekompit ini"kata Dafi lagi dengan penuh semangat.
Nadya memperhatikan suaminya makan dengan penuh semangat dan lama kelamaan seperti dia selera juga dan menahan slavina melihat Dafi makan penuh semangat."bang...mau..."kata Nadya
"oh...iya...sini abang yang suapi, buka mulut nya ya...."kata Dafi dengan senang hati dia menyuapkan makanan ke istri tercinta.
Nadya mengikuti perintah dari Dafi"jangan banyak di sendok dikit aja dulu"kata Nadya.
"ya... maaf tadi lupa mau suapin sweet heart jadi kebanyakan karena abang makan seperti itu"jawab Dafi sambil menggaruk kapala yang tidak gatal.
__ADS_1
Tak terasa pelan tapi pasti yang di bawa Dafi tadi habis untuk Nadya semua"Alhamdulillah... sudah habis semua, nih minum dulu"kata Dafi yang memberikan air putih pada Nadya.
" ambil lagi yah... karena abang masih lapar"kata Dafi.
"ya... ambil sana tadi aqu yang makan semua, habisnya aqu selera lihat abang makan"kata Nadya.
"enggak apa, abang senang lihat kamu makannya banyak"jawab Dafi.
Dafi kembali ke meja makan untuk mengambil makanan lagi dan para orang tua lagi duduk ngobrol di sana"habis makanan tadi?"tanya Bu Nilam.
"iya ma...Nadya yang makan tadi semua"jawab Dafi
"Alhamdulillah... kalau dia selera karena mama masak seleranya dia, apa lagi kalau lihat ikan teri kacang, biasanya makannya nambah"kata Bu Nilam.
"oh... gitu ya ma..."kata Dafi sambil mengambil makanan lagi.
"iya...tapi syaratnya harus ada kuah ya...sayur bening pakai ikan teri kacang aja dia lahap memakannya"kata Bu Nilam.
"ikan teri kacang nya enak oma, Nisa juga suka"kata Nisa.
"wah...bagus itu, makannya nambah lagi ya..."kata Bu Nilam mendekatkan teri kacang ke dekat Nisa yang masih makan di bantu Bu Nani.
Setelah di ambil Dafi kembali duduk dekat Nadya yang duduk sambil melihat TV. "abang makan dulu ya...mau lagi?"kata Dafi
"sudah kenyang, nanti aja"jawab Nadya.
"iya...abang enggak pernah tanya ngapain di umumkan"kata Nadya.
"bukan mengumumkan setidaknya abang juga harus tau, masa aqu lebih tau apa yang di sukai si Andi dari pada istri tercinta"kata Dafi.
"ih... kalau sama bang Andi, kalian sudah lama berteman, dari SMA kan? jadi tau luar dalamnya"kata Nadya."iya...yah...kita belum satu tahun kenal, masih saling mengenal tapi sudah halal"
"wkwkwkwk... seperti makanan aja"jawab Nadya.
"ya suami istri itu memang hubungan yang halal, jadi kita halal dulu baru pacaran nya"kata Dafi.
Bu Nani yang sudah selesai makan mau sholat Zuhur, "Nadya mama mau Zuhur, numpang di kamar mu aja ya..."kata Bu Nani permisi pada menantunya.
"oh...iya ma... tanya sama mbok aja"jawab Nadya.
Bu Nilam yang dari dapur mendengar percakapan mertua dan menantu"Nani mau sholat? di ruang sholat atau kamar?"tanya sahabat nya.
"di kamar Nadya aja Nilam biar lebih nyaman"jawab Bu Nani.
"oh...ya sudah ayo ke kamar Nadya saja"ajak Bu Nilam.
Pak Arif yang sudah selesai makan ikut duduk dengan putri dan menantunya,"Dafi kalau masih kurang masih ada di meja"kata pak Arif pada Dafi yang makan penuh semangat.
__ADS_1
"sudah cukup kok ayah, pantesan tadi habis di makan Nadya semua, soto medan yang komplit dan enak"puji Dafi.
"itu salah satu masakan favorit keluarga dari dulu, biasanya Nadya dan Fatur abangnya kalau mamanya masak soto medan mereka bolak balik nambah, jadi harus masak yang banyak"kata pak Arif.
"iya...ya yah ... apa kabar bang Fatur, kelamaan di pelosok negeri jadi lupa pulang"kata Nadya.
"terakhir dia telpon Alhamdulillah sehat, katanya minta do'akan bisa buat permohonan pindah ke sini."kata pak Arif.
"memangnya bang Fatur itu jarak umurnya dengan Nadya berapa tahun ayah?"tanya Dafi
"seingat ayah 10 tahun, ya kan Nadya?"tanya pak Arif yang ragu ragu.
"iya ayah....bang Fatur dia lama jadi anak tunggal, tapi setelah aqu lahir dia senang sekali"kata Nadya.
"semoga permohonan Fatur untuk pindah di kabulkan, setiap malam ayah dan mama mendoakan"kata pak Arif.
"a...min..."jawab Nadya dan Dafi bersamaan.
tok
tok
tok
"Assalamualaikum...."
Terdengar ada suara tamu yang datang
"seperti ada tamu, biar ayah yang lihat"kata pak Arif berjalan melihat tamu yang datang.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like... like... like...
add favorit...
komentar yang membangun
serta
vote...vote... vote...
terima kasih
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏🙏