
Hari ini adalah pernikahan Andi dan Mila, suasana di rumah Andi dari pagi sudah ramai dan heboh... Mempersiapkan untuk pengantaran pengantin, seluruh keluarga inti sudah hadir dari tadi malam. Yang jauh rumah nya hanya kakak Andi sementara abang dan Leli adiknya sekitaran rumah orang tua Andi.
Mamak sudah mempersiapkan keperluan sarapan pagi yang memang sudah disiapkan dari semalam jadi tinggal di sajikan saja. Leli yang ada di sana hanya membantu sedikit saja karena ada anak yang mau di urusin.
Sementara sang pengantin di rias oleh kakaknya saja karena memang bisa melakukan nya dari pada menyewa jasa MUA.
"wah... ternyata om Andi ganteng juga .."
"berarti selama ini enggak ganteng kak?"
"bukan enggak ganteng... karena enggak ada yang ngurusin makanya ganteng nya hilang..."
"setelah ini kan sudah ada yang ngurusin..."kata Andi.
Memang benar adanya selama ini Andi tidak begitu rapi, ke kantor saja penampilan seperti biasa saja, yang penting sopan bertemu dengan rekan bisnis.
Mamak yang sudah selesai menyiapkan sarapan pagi memanggil semua anggota keluarga.
"yang mau sarapan... sudah bisa di nikmati..."
kata mamak.
Bukan anaknya yang datang untuk sarapan tapi malah para cucu yang menghampiri nya.
"astaghfirullah hal'azim... kenapa kalian yang pada datang...mana mama kalian semua?"
"lagi menyampaikan baju yang mau di kapai nek..."
"lagi mandi nek..."jawab cucu yang lainnya.
Sebagai seorang nenek pasti senang melihat cucu pada ngumpul tapi untuk hari ini semua pada ngumpul, seperti lebaran saja.
"ya sudah...makan nya pelan pelan... jangan sampai tumpah."
"iya nek...tapi mau nenek ambil kan.."kata cucu perempuan yang kecil di antara semua cucu
"ya sudah... duduk sana sayang...biar nenek ambil kan."mamak kasian dengan anak kakak Andi yang mau makan sementara mama anak tersebut jadi MUA dadakan untuk Andi.
Para cucu sibuk dengan makanan mereka jadi sekarang para orang tua yang mengambil satu persatu sarapan.
"setelah makan ... mandi lalu bersiap, yang lambat akan di tinggal di rumah."kata mamak memberikan aba aba pada cucunya.
Setelah itu mamak pun mandi dan mempersiapkan diri untuk pernikahan Andi anak nya. Andi yang ternyata sudah siap di rias oleh kakak perempuan nya.
"Andi...kamu sarapan dulu...biar pas akad enggak kelaparan." kata kakak Andi
"lagi enggak selera kak... nanti saja."jawab Andi yang belum selera untuk makan.
"enggak bisa seperti itu...paksa sedikit saja...biar kakak ambil kan."kata kakak pada adiknya yang tidak menolak usulan dari kakak.
__ADS_1
Sementara itu ayah yang sudah siap juga... lalu mengambil sarapan untuk diri sendiri.
Melihat Andi sudah siap dengan pakaian rapi untuk ijab kabul.
"Andi sudah siap... yang lain mana...ayo cepat."Pasan ayah pada yang lain
Leli yang sudah siap dan membawa anaknya untuk sarapan bersama."sebentar ayah...kami belum sarapan."
"paling lama setengah jam di tunggu...malu sama keluarga Mila kalau kita datang terlambat."
"iya ayah...kami sudah siap... kalau yang lain belum siap... enggak usah di tunggu, yang penting pengantin duluan ke tempat mempelai wanita."jawab Leli pada ayah nya.
Sementara di kediaman perempuan tak kalah hebohnya, keluarga Mila memang tidak sebanyak Andi. Mila hanya punya abang yang bernama agung, lalu anak agung hanya dua dan kakak ipar.
Mama yang juga tak kalah repot sementara ayah memeriksa ruangan tamu yang akan di jadikan tempat ijab kabul untuk pengantin.
Mila yang lagi di rias oleh MUA dalam kamar, karena tidak begitu sering pakai make up jadi setelah di rias hasilnya manglingi semua orang. Mila yang kelihatan cantik paduan baju dan make up pas, tidak norak tentunya.
"Alhamdulillah... sudah selesai...jadi mba Mila sudah bisa sarapan."
"iya... sebentar lagi saja."jawab Mila yang malas untuk sarapan karena takut make up yang luntur atau rusak.
"kalau begitu bair di ambilkan ya mba Mila."
"enggak usah...biar saya ambil sendiri."jawab Mila.
"Mila...Mila...."panggil mama pada anaknya.
"ada seseorang yang datang... katanya mau ngomong berdua sama pengantin.
Mila penasaran ada tamu di pagi hari mau ngomong berdua."siapa ya... yang datang..."kata Mila dalam hati.
"masuk saja ke dalam...dia lagi di rias."kata mamak di luar kamar tapi terdengar oleh Mila di kamar.
Tamu tersebut masuk ke dalam kamar mau menemui pengantin wanita.
"aduh... pengantin nya manglingi ya... cantik sekali..."
Mila melihat ke arah sumber suara yang ternyata sahabat nya yang belakangan enggak jumpa , terakhir saat acara anak sahabat nya mereka berjumpa.
"Nadya... Alhamdulillah...kamu datang..."
"pasti lah aku datang...kamu ya... enggak pernah cerita kalau mau nikah dengan bang Andi..."
"ih... bukannya enggak mau cerita... proses kami terlalu cepat dan berjalan begitu adanya... sampai sekarang aku seperti mimpi kalau mau nikah dengan bang Andi."
"itu lah namanya jodoh... padahal kalian sudah setahun kenal tapi sekarang jadinya, tapi... jangan jangan selama ini kalian menjalin hubungan."
Mila melihat sahabatnya yang langsung to the point karena itu salah."kamu...ya enggak lah... mungkin karena niat yang baik...makanya berjalan dengan cepat."
__ADS_1
"tapi enggak apa lah...kamu beruntung bisa jadi dengan bang Andi... orang nya baik dan bertanggung jawab."
"kalau itu sepertinya iya...tau enggak kamu Nadya...adik perempuan yang sudah nikah saja manja dengan bang Andi." Mila cerita pada sahabatnya.
"enggak apa apa lah... jangan jangan kamu cemburu..."
"enggak lah...masa cemburu dengan adiknya..."
Melihat sahabatnya yang sudah cantik dengan pakaian pengantin membuat Nadya senang melihat nya."kita Selfi dulu ya..."mengambil HP di dalam tas.
Mereka berdua pun berfoto berdua dan Mila memfoto Mila sendiri di dalam kamar.
"eh...kamu minta mahar apa dengan bang Andi?"
"aqu minta emas saja...tapi beratnya semampu bang Andi saja."
"kalau hanya lima gram mas kawin nya...kamu mau?"
"kalau hanya segitu bang Andi sanggup... enggak apa apa kok."
Nadya melihat sahabatnya yang tidak begitu kenal dengan calon suaminya."Mila... berarti kamu enggak kenal 100 persen dengan suami mu."
Mila penasaran apa yang di katakan sahabat nya dan dia tidak mengerti.
"maksudnya..."
"nanti kamu akan tau sendiri setelah acara ijab kabul..."
"Nadya... jangan buat orang penasaran ya..."
"penasaran mu itu berita baik kok .. nanti kamu tau sendiri."
Tok...tok...tok...
"Pihak pengantin laki laki sudah datang..." kata MUA sambil mengetuk pintu dari luar dan mengingatkan Mila tentunya untuk bersiap keluar kamar.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like...like... like..
komentar yang membangun
serta
vote... vote... vote...
__ADS_1
terima kasih
🙏🙏🙏