Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.115


__ADS_3

Seminggu sudah Dafi dan Nadya tinggal di rumah pak Arif dan Bu Nilam. Selama itu pula sebenarnya Dafi merasa tidak nyaman karena Nisa yang setiap hari menanyakan kapan pulang? sementara itu Nadya yang nyaman tinggal bersama orang tua, apa lagi kalau sang istri setiap hari bercanda dengan abangnya Fatur.


Hari ini Nadya dan Fatur berencana mau jalan berdua, Dafi tidak boleh ikutan. Kalau pun mau ikut jumpa di mall aja, karena ternyata Nadya mau mengenalkan Fatur pada Mila sahabat nya.


Maka di pagi hari Dafi sudah sibuk bersiap mau berangkat ke kantor."nanti pak mien setelah antar abang lalu dia antar Nisa juga ke sekolah?"tanya Nadya pada suaminya di kamar.


"iya...kenapa sweet heart?"tanya Dafi.


"gini bang, aqu dan bang fatur mau ke mall tapi setelah ba'da Zuhur baru jalan"kata Nadya.


"ya sudah enggak apa apa, tapi kamu jaga kondisi dan jangan terlalu capek"Dafi mengingatkan istri tercinta.


"iya... makanya pergi ba'da Zuhur biar pas Mila pulang kerja baru kita jumpa."kata Nadya menjelaskan pada Dafi.


"jadi kalian pergi naik apa? sama pak mien aja kalau gitu"kata Dafi.


"terserah saja, naik taxi online juga enggak masalah kok"kata Nadya.


"enggak... enggak... nanti pak mien yang antar, trus abang nyusul ke sana. boleh kan?"tanya Dafi.


"ya sudah enggak masalah, tapi tadi kami rencana nonton dulu baru makan"kata Nadya.


"yah... jadi enggak bisa ikutan nonton bareng, tapi kalau enggak ada meeting abang yang jemput"kata Dafi yang mau ikutan nonton bioskop bareng.


"oke lah kalau begitu, nanti kami tunggu di rumah. terserah saja siapa yang jemput"kata Nadya yang keluar kamar mau lihat sarapan untuk suami tercinta.


Di ruang makan ternyata sudah lengkap personil tinggal menunggu mereka berdua. Nadya melihat fatur yang juga sudah rapi dengan pakaian dinas lengkap dengan atribut nya."pagi gini sudah genteng, mau kemana bang"tanya Nadya.


"ke kantor, kemarin abang sudah lapor dan di proses. jadi hari ini ke kantor mau laporan"jawab fatur.


Bu Nilam sudah duduk bersama mereka bertanda mereka mau makan"Nadya...mana suami mu"tanya Bu Nilam.


"oh... masih siap siap sebentar lagi keluar kok ma..."jawab Nadya.


Tak berapa lama Dafi keluar dari kamar dengan pakaian yang rapi."Ayo kita sarapan pagi bersama Dafi"ajak pak Arif


"iya ayah"jawab Dafi.


Keluarga tersebut makan bersama tanpa banyak bicara hari ini, menikmati sarapan pagi yang telah di hidangkan oleh Bu Nilam.


Tak perlu lama akhirnya semua sudah selesai menyantap makanan kecuali Nadya yang makan pelan, takut muntah lagi.


Tapi melihat Dafi yang sudah siap dan mau berangkat diapun menyudahi makanan yang ada di depan nya."enggak usah di antar lanjutkan saja makan"kata Dafi.

__ADS_1


Fatur yang sudah meninggalkan ruang makan mau pamit sama mama dan ayah yang masih di meja makan."mama , ayah pergi kerja dulu"kata fatur


"bang perginya sama aja dengan bang Dafi, jam segini masih lancar biasanya jalanan.kecil kemungkinan terjebak macet"kata Nadya memberikan solusi pada fatur.


"naik taxi online saja, nanti merepotkan Dafi pula"jawab fatur.


"enggak kok bang, hari ini enggak ada yang di kejar. jadi barengan aja kita berangkat nya"usul Dafi.


"baik lah kalau begitu aqu numpang saja dengan mu"jawab fatur.


Pak mien yang sudah menunggu di luar pagar langsung menghidupkan mesin mobil karena melihat bos Dafi keluar rumah pertanda mereka mau jalan."pak mien tolong antarkan pak Fatur duluan"perintah Dafi.


"baik pak, pak fatur mau di antar kemana?"tanya pak mien.


"ke kantor b*i*o* setempat"jawab fatur.


"oh...di situ? baik pak otw ke sana aja duluan"kata pak mien.


"pak mien jangan panggil saya pak, seperti sudah tua saja"kata fatur.


"kira kira mau dipanggil apa?"tanya pak pak mien.


"terserah saja tapi jangan seperti saya tua kali gitu"Fatur mengarahkan dalam panggilan untuk nya.


"enggak kok bang hanya melihat jadwal hari ini,kata Nadya nanti dia mau jalan sama abang?"tanya Dafi.


"oh...iya...kami sudah lama enggak jalan berdua, kamu mau ikutan?"kata fatur.


"rencana sih bang, ketemu di mall aja"jawab Dafi yang menggaruk kepala yang enggak gatal.


"kalau mau ikut saja lah, habis Zuhur kami jalan. siap nonton kami baru makan. karena sebelum jalan makan di rumah saja"Fatur jelaskan.


"nanti abang mau cari HP android juga tapi enggak perlu yang mahal. kira kira mana yang bagus?"tanya fatur.


"abang mau budget berapa? biar kita lihat di google kelebihan dan kelemahannya"kata Dafi.


"ya sudah nanti saja dengan Nadya lihat nya, karena aqu sudah mau sampe nih"jawab fatur.


"oh...iya bang"


"pak.... berhenti sebelum simpang ya...di sini saja"fatur mengarahkan.


Fatur keluar dari mobil karena sudah sampai di tempat tujuan"terima kasih pak mien, abang turun duluan"kata fatur.

__ADS_1


"oke bang, kami tinggal"


Mobil pun berjalan pelan karena sudah di persimpangan."pak kalau bisa cepat ya... karena ada meeting pagi ini di kantor"kata Dafi pada pak mien.


"baik pak"jawab pak mien yang menjalankan mobil dengan sedikit kencang.


Sampai di kantor ternyata pegawai sudah banyak yang datang, Dafi melihat jam di HP.


"hampir saja telat, kalau seperti ini setiap hari, bisa kacau.",kata Dafi dalam hati sambil memasuki lif terbuka yang sudah dia tunggu dua menit yang lalu.


Lif terbuka dia masuk bersama dengan karyawan yang lain."pagi pak"kata semua karyawan yang bertemu dengan nya.


"pagi..."jawab Dafi dengan melihat mereka.


Lif terbuka karena sampai ke ruangan nya, lalu dia memasuki ruang tersebut. Andi ternyata juga sudah sampai dan melihat sahabatnya itu."pagi bos, tumben jam segini baru sampai"sapa Andi sambil melihat jam.


Dafi tidak menjawab dia masuk ke ruangan dan di ikuti oleh Andi. "pasti ada masalah ini, makanya dia telat, lebih baik qu ikuti aja ke ruangan nya. pasti dapat cerita"kata Andi dalam hati.


Sampai di dalam Dafi duduk terlebih dahulu"bos ada masalah apa? pagi pagi sudah cemberut?"tanya Andi.


"aqu lagi kesal nih sama abang Nadya si Fatur. tadi kami pergi bareng,ya terpaksa dia duluan yang di antar",kata Dafi.


"enggak apa apa lha bos sekali kali"jawab Andi agar Dafi tenang.


Dafi hanya diam karena jawab Andi itu.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like...like...like...


add favorit...


komentar yang membangun


serta


vote... vote... vote...


Terima kasih

__ADS_1


🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2