Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.143


__ADS_3

Kedatangan pak Anto ke rumah Bu Zubaidah membuat warga jadi berdatangan ke rumah sehingga pak kades di panggil untuk menyelesaikan masalah ini. Sehingga di buat perjanjian besok akan bertemu di balai desa untuk menyelesaikan masalah ke dua belah pihak karena juga sudah malam hari.


Semua orang sudah pulang dan kembali ke rumah masing-masing, Dedy yang di luar bersama Bu Zubaidah serta Tito yang menghadapi para warga. Sementara Rahma dan Siska di kamar masing masing karena Dedy yang memerintahkan.


Setelah semua pintu di kunci maka tinggal Bu Zubaidah dan Dedy yang ada di ruang tamu."Dedy... maaf kan mamak yang sudah lancang menjodohkan kamu dengan Siti,mamak tidak menyangka jadi begini akibatnya."kata Bu Zubaidah.


Dedy mendengar perkataan dari mamak yang sedih merasa iba dan tak mungkin juga marah."Mak... sudah... jangan di pikirkan, mungkin Dedy enggak jodoh bersama Siti,hanya pak Anto saja yang berlebihan tidak bisa menerima kenyataan"kata Dedy.


Bu Zubaidah sedikit lega dengan ucapan dari anak pertama laki-lakinya yang ternyata sekarang sudah dewasa."sekali lagi mamak minta maaf... masuk lah ke kamar... jelaskan pelan pelan dengan Siska, besok pagi mamak akan ngobrol dengan dia tentang kejadian ini"kata Bu Zubaidah.


"baik mak...Dedy masuk kamar dulu...".


Masuk ke kamar yang memang tidak di kunci oleh Siska, di lihatnya istri nya yang berada di atas tempat tidur."mungkin dia sudah bersih bersih makanya dia langsung ke tempat tidur"kata Dedy dalam hati dan dia pun ke kamar mandi untuk bersih-bersih sebelum naik tempat tidur.


Setelah selesai di kamar mandi Dedy pun naik ke atas tempat tidur, di lihat nya Siska yang ada di dalam selimut."Siska... sudah tidur...?"tanya Dedy.


Tapi tidak ada jawaban dari istrinya, dia pun mendekati Siska. Terdengar suara tersedu yang baru menangis."Siska...kamu menangis...?"tanya Dedy membuka selimut istrinya


Selimut itu terbuka dan memang terlihat pipinya sudah basah dan mata sudah sembab."kamu kenapa... marah...maaf kan mas..."kata Dedy.


Siska hanya diam dan tidak mau melihat ke arah suaminya, sehingga Dedy yang membalikkan tubuh istri nya dan mereka saling berhadapan."mas enggak salah kok mungkin aqu yang salah... kalau tidak kejadian itu mungkin mas akan menikah dengan Siti"kata Siska.


Dedy sedikit marah dengan perkataan istrinya.


"sssstttt...kamu tidak boleh bicara seperti itu... memang dulu kita menikah tidak ada perasaan satu dan yang lain...tapi sekarang lain...kita sudah saling menerima dan memulai dari nol..."kata Dedy yang meyakinkan istrinya.


"tapi mas..."kata Siska tapi Dedy langsung menc*u* b*b*r lembut istrinya.


C*u*a* lembut itu di lepas Dedy karena dia tidak mau di saat hati istri nya sedih tapi dia memanfaatkan kesempatan."curang... mengambil kesempatan..."kata Siska.


"habis kamu...mas enggak mau mendengar nya..."kata Dedy.


"tapi kenapa di lepas..."kata Siska yang menggoda suami nya.


Dedy tersenyum mendengar perkataan istrinya dan tak percaya dengan apa yang di dengar nya."jadi kamu suka..."kata Dedy yang mereka saling pandang.


Siska tidak menjawab tapi dia hanya mengangguk sehingga Dedy mengulangi lagi pada istrinya."jadi boleh kita lanjutkan yang sebelum magrib tadi?"tanya Dedy.

__ADS_1


"belum...ada yang mau aqu tanyakan..."kata Siska.


"apa yang mau di tanyakan?"


"apa hubungan mas dengan Siti? jangan jangan mas memang suka dengan Siti!"kata Siska.


"astaghfirullah hal'azim...kan sudah mas katakan kalau tidak ada hubungan apapun dia sering ke rumah ini hanya bertemu mamak dan rahma. mas juga enggak ada perasaan apapun dengan dia"kata Dedy.


"masa sih...?"kata Siska.


"sayang... percaya lah dengan mas...kamu kan bisa lihat saat kerja di kota bagaimana mas...apa pernah kamu lihat mas mengganggu perempuan yang ada di kantor?"kata Dedy.


Apa yang di katakan Dedy adalah benar"betul juga apa yang di katakan mas... seharusnya aqu yakin dengan suami qu sendiri"kata Siska dalam hati.


"Siska...jadi bagaimana... boleh ya...ini bukti mas dengan kamu"kata Dedy.


"ih...apaan sih ngomong gitu... seharusnya perempuan yang berkata seperti itu... menyerahkan segalanya untuk orang yang dia sayang..."kata Siska


"ya... terserah lah... yang pasti mas melakukan hal ini hanya dengan mu walaupun ini bukan yang pertama tapi ini adalah pertama kalinya dengan kesadaran dan karena sayang dengan mu"kata Dedy menjelaskan.


Dedy yang mendapat angin segar dari istrinya pun kembali menc*u* b*b*r lembut istrinya, c*u*a* dalam lalu turun ke leher jenjang istrinya."agh...agh...agh..."suara ******* Siska.


Setelah itu di buka Dedy selimut yang menutupi seluruh tubuh istri nya, terlihat ternyata Siska sudah memakai baju tidur seksi yang menggoda. "ternyata kamu sudah standby..."tanya Dedy.


"enggak juga karena baju piyama qu pada kotor dan belum di gosok semua"jawab Siska malu dengan wajah merah merona.


"tapi mas suka kok jadi lebih gampang bukanya..."kata Dedy tersenyum dan dia pun membuka semua baju yang menempel di tubuhnya tapi masih ada boxer yang menempel.


Melihat Dedy yang memakai boxer membuat Siska malu tapi mau."belum pernah melihat suami mu pakai ini saja?"


"sudah lupa..."jawab Siska asal saja sehingga membuat Dedy jadi makin gemas terhadap Siska.


Setelah itu dia ke bagian favorit nya yaitu di dadanya, di r*m*s di k*c*p secara bergantian sehingga makin panas saja di dalam kamar padahal AC masih menyala."agh...agh...agh... i*a* mas..."kata Siska sambil menggenggam kepada suaminya.


Apa yang di instruksikan Siska di laksanakan oleh Dedy sehingga olah raga ranjang mereka makin panas saja dan di tuntut untuk di tuntaskan.


Dedy memperlakukan istrinya dengan lembut dan melakukan apa yang di instruksikan Siska agar dia p*a* dan sampai pada puncaknya, karena biasanya perempuan lama mendapatkan nya. jangan hanya untuk dirinya saja."sayang... sudah puas kamu..."tanya Dedy.

__ADS_1


"uuummmhhhuuu...s...u...d...a...h... m...a...s..."jawab Siska dengan d*s*h*n panjang.


Jawaban yang keluar dari istrinya membuat dia puas dan dia pun membuat penyatuan untuk mereka berdua, ini adalah puncak yang ******* untuk mereka berdua.


Walaupun ini bukan yang pertama kali tapi ini adalah penyatuan yang mereka lakukan dengan kesadaran dan kemauan mereka berdua tanpa ada paksaan tapi sudah tumbuh cinta di sana.


Penyatuan itu membuat keduanya puas dan tidur berdua saling berhadapan dan berpelukan."terima kasih sayang sudah percaya dengan mas..."kata Dedy.


"iya...mas...aqu harap kamu adalah imam yang qu cari selama ini"jawab Siska.


"i love you sayang..."kata Dedy yang sangat senang dan tertidur dengan penuh senyuman.


Mereka berdua pun tidur dengan nyenyak..


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like...like...like...


add favorit...


komentar yang membangun


bunga mawar yang bermekaran


secangkir kopi hangat


serta


vote... vote... vote...


terima kasih


🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2