Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.104


__ADS_3

Dafi sampai rumah menjelang magrib tiba, suasana rumah tentu sepi. mama pasti di dalam kamar, Nadya pasti juga di kamar. Nisa dimana ya???kata Dafi dalam hati.


"Assalamualaikum..."


Dafi mengucapkan salam dan melihat keberadaan orang di rumah


"wa'alaikum salam"


mba marni yang menjawab salam dari tuan nya yang baru pulang ke rumah.


"mba...Nisa mana? di kamar?"tanya Dafi


"Nisa di kamar dengan non Nadya di kamar pak"jawab mba marni


"oh...sama Nadya? ngapain mba?"tanya Dafi yang penasaran


"kata Nisa mau jaga mama... karena non Nadya pusing pak"jawab mba marni.


"oh... gitu ya..."kata Dafi dan menuju kamarnya.


Ceklek....


Pintu kamar di buka Dafi yang tidak di kunci dari dalam kamar. Hening... tidak ada suara, Dafi melihat ke tempat tidur. Dan ternyata Nisa dan Nadya ada di sana, Dafi mendekati ke dua orang yang penting dalam hidupnya.


"sweet heart... bagaimana keadaan mu?"Nadya yang pertama kali di dekati untuk menanyakan keadaannya.


"abang... sudah pulang? pusing dan berkunang , kalau berdiri mau jatuh"jawab Nadya


"jangan tidur lagi karena mau azan magrib"kata Dafi.


"ya..."jawab Nadya


Setelah itu Dafi membangunkan Nisa yang berada di sebelah."princess... bangun... sudah sore nih, mau magrib. enggak boleh tidur kalau magrib"kata Dafi


"mmmmhhhhh... bentar lagi ayah, Nisa baru aja tidur"jawab Nisa.


"kalau magrib tidak boleh tidur princess, ayo bangun"kata Dafi yang membangunkan anaknya dengan menggelitik Nisa yang penggeli supaya bangun.


"ampun ayah... Nisa bangun"kata Nisa karena geli dia pun duduk sambil mengucek mata.


Di lihat nya Dafi yang di samping tempat tidur,


"ayah... dari tadi mama muntah terus dan lemas, jadi mama tidur dan Nisa temani mama, takut muntah lagi"kata Nisa.


Dafi mendengar perkataan Nisa langsung menghampiri istri nya"sweet heart kita ke rumah sakit aja, dari pada muntah terus dan akhirnya lemas"ajak Dafi


"di rumah aja la bang, aqu enggak apa apa kok"jawab Nadya.


Tak berapa lama Nadya ngomong,tiba tiba dia pun"hoek ...hoek... hoek..."Nadya mau muntah lagi menutup mulutnya dan berlari mau ke kamar mandi."jangan lari kamu sweet heart"kata Dafi.


Tapi Nadya berjalan cepat saja karena peringatan dari suaminya, setelah selesai dari kamar mandi Nadya keluar kamar mandi dengan kepala yang masih pusing.


"Brug..."

__ADS_1


Nisa menjerit melihat mamanya jatuh


"mama....hu...hu...hu..."


Dafi yang lagi menggendong Nisa yang bangun tidur langsung berlari mendekati istrinya dan meletakkan Nisa di samping.


"mama....mama ..."


Teriakan Nisa yang kuat sampai terdengar keluar kamar, sehingga membuat Bu Nani segera mendatangi kamar Dafi.


"Nisa kenapa ?"tanya Bu Nani pada Dafi yang lagi menggendong Nadya mau meletakkan ke tempat tidur.


Bu Nani melihat menantunya yang di gendong anaknya dengan cepat memanggil mba marni.


"marni... ambilkan air hangat, bawa ke sini"perintah Bu Nani dengan suara sedikit menjerit.


"Dafi...bawa aja ke rumah sakit,mama khawatir kalau begini terus"kata Bu Nani.


Dafi yang panik melihat keadaan Nadya, "iya...ma..."


mba marni masuk ke kamar memberikan pesanan Bu Nani"ini Bu"


Bu Nani mengambil air hangat dari mba marni.


"Nadya...minum dulu"kata Bu Nani pada Nadya dengan mendudukkan di tempat tidur.


Nadya tidak membantah perkataan mertuanya dia minum air hangat yang di berikan."kita ke rumah sakit ya... biar enggak seperti ini terus"kata Bu Nani


Dafi mengambil kunci mobil karena melihat Nadya yang setuju ke rumah sakit. Dia pun menggendong lagi Nadya dan membawa ke mobil. Bu Nani dan Nisa mengikuti dari belakang, setelah mendekati mobil Bu Nani membukakan pintu mobil agar gampang memasukkan Nadya.


Setelah berada di dalam mobil Dafi duduk ke setir untuk menyalakan dan membawa mobil."Dafi... sebentar,mama ikut ya..."kata Bu Nani.


"ya ma..."jawab Dafi


"sebentar dulu, mama mau ambil tas dulu"kata Bu Nani.


"mmmmhhhhh"hanya itu jawaban Dafi.


Bu Nani yang ke dalam rumah di ikuti Nisa dari belakang"oma...Nisa boleh ikut?"tanya Nisa.


"waduh... nanti aja ya... karena kita belum tau keadaan mama"jawab Bu Nani.


"jadi Nisa tinggal dengan mba marni di rumah?"tanya Nisa.


"iya... tapi kalau pun mama di rawat inap, Oma tetap pulang kok sayang"jawab Bu Nani


"janji ya oma, malam ini saya harus pulang"kata Nisa dengan wajah sedih.


"iya... janji untuk cucu oma yang cantik"kata Bu Nani sambil memeluk Nisa


Seperti nya Nisa sudah tenang maka Bu Nani dengan cepat mengambil tas di kamar, lalu ke mobil. Tak lupa dia berpesan pada mba marni"mba kunci semua, jangan pintu di buka kalau ada tamu"kata Bu Nani


"iya Bu"jawab mba marni.

__ADS_1


Karena pak mien sudah pulang ke rumahnya jadi Dafi harus menyetir sendiri, sementara dua wanita yang dia cintai duduk di belakang."Dafi...pelan aja, ini sudah masuk waktu magrib"kata Bu Nani pada anaknya.


"iya...ma..."jawab Dafi dengan singkat karena lagi fokus dengan membawa mobil.


Tak berapa lama mereka pun sampai di rumah sakit XX, sampai di depan ruangan IGD Dafi keluar dan memanggil perawat yang jaga, Bu Nani juga keluar dari mobil untuk menemani menantunya karena setelah mereka turun maka Dafi memarkirkan mobilnya.


Di ruang IGD Nadya mendapatkan pertolongan pertama, karena lemas dia pun di pasang infus di tangan nya. Yang menangani Nadya sementara adalah dokter yang jaga. Tapi semua yang di lakukan untuk pasien adalah petunjuk dari dokter spesialis yang menangani pasien.


Karena Nadya yang lagi mengandung jadi dokter spesialis kandungan yang bertanggung jawab atas perawatan untuk Nadya.


Dafi yang sudah selesai memarkirkan mobil dia pun mendekati Bu Nani mamanya yang menunggu di luar."ma... bagaimana keadaan Nadya?"tanya Dafi.


"masih di tangani oleh dokter"jawab Bu Nani yang juga lagi menunggu kabar dari dalam.


Ada seorang perawat perempuan keluar dari ruangan"keluarga dari Bu Nadya"tanya perawat di depan pintu.


"saya suster"jawab Dafi mendekati perawat.


"Anda siapa nya pasien?"tanya perawat.


"saya suaminya"jawab Dafi dengan mantap.


"oh...begini pak, pasien sudah mendingan. tapi harus di rawat inap, jadi untuk itu tolong di urus administrasi nya.30 menit lagi pasien masuk ruangan"kata perawat pada Dafi.


"oh... begitu ya... baiklah saya akan urus administrasi nya"jawab Dafi.


Sebelum ke bagian administrasi, Dafi berpesan pada mamanya."ma... tolong jaga Nadya, Dafi mau urus administrasi untuk ruang inapnya"jawab Dafi.


"ya"jawab Bu Nani singkat


Dafi pun ke bagian administrasi, karena rumah sakit langganan nya jadi dia tau dimana bagian administrasi. Dengan jalan cepat Dafi jalan sendiri tiba tiba ada yang memanggil nya


"Pak Dafi... lagi ngapain di sini?"


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like...like...like...


add favorit...


komentar yang membangun


serta


vote...vote ... vote...


Terima kasih


🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2