Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.30


__ADS_3

Bu Nani penasaran kenapa ada undangan dinner ke rumah Nilam besok malam. kenapa Nilam enggak telponan ya? Dari pada penasaran, lebih baik tanya Dafi aja.Bu Nani berkata dalam hati.


"Dafi jangan masuk kamar dulu, ada yang mama mau tanyakan"kata Bu Nani


"ada apa ma?"


"bagaimana tadi acara dinner nya?"


"lancar aja, kanapa ma?"


"kamu enggak ada masalah sama Nadya?"


"enggak lah, malah kami mulai akrab" kata Dafi


"mama penasaran aja, kenapa kok dadakan orang tua Nadya mengundang kita"


"gini mama, biar Dafi jelaskan"


"oke, mama dengar"


"tadi kami pergi undangan membawa keluarga, nah waktu acara tadi Dafi memperkenalkan Nadya sebagai istri". Dafi menjelaskan sama Bu Nani


"jadi apa hubungannya sama besok dinner?"


"ternyata Ayah nya Nadya tadi tau kalau kami itu bertiga satu keluarga. Seperti nya Ayah Nadya keberatan" kata Dafi


"kamu juga salah seharusnya Nadya di perkenalkan sebagai calon istri aja" kata Bu Nani


"ma... yang mengundang kami itu suka sama Dafi, dari pada dia penasaran terus sama Dafi. bagus lah memperkenalkan istri aja"


"kami sudah siap?"


"siap apa ma?"


"siap menikah dengan Nadya?"


"insha Allah mantap ma"


Mendengar jawaban Dafi yang sudah mantap dengan pilihan nya Bu Nani senang sekali, karena tak sia sia dia menjodohkan dengan Nadya yang ternyata anak dari sahabat nya. Bu Nani mendekati Dafi dan memeluknya sambil berkata "senang mama mendengar jawaban mu"


"mama betul, umur Dafi sudah 33 tahun. sudah seharusnya menikah, jadi apa salahnya membuka hati. Lagian Dafi lihat antara Nadya dan Nisa sudah cocok. Yang penting sekarang itu Nisa" jawab Dafi panjang lebar


"terima kasih Dafi, tolong jaga Nisa baik baik. anggaplah dia itu anak kamu" hiks...hiks...hiks... sambil menangis memeluk Dafi.


"tentu ma" Jawab Dafi


Mereka pun saling berpelukan."mama mau tanya lagi, siapa yang suka sama kamu itu"


"kalau itu enggak usah di bahas lagi"


"enggak bisa seperti itu, kamu harus cerita.mana tau nanti Nilam tanya sama mama,jadi mama bisa jawab"


Kalau mamanya sudah tau seperti ini, sulit untuk tidak cerita. Karena selama ini Bu Nani lah yang tau tentang anaknya. Walaupun terkesan diam dan tidak peduli tapi kalau ada masalah Dafi selalu cerita.


"oke Dafi cerita"


"mama siap mendengarkan"


Dafi pun mulai cerita."Sebulan ini perusahaan kita ada projek dengan perusahaan Kusuma Dewa" cerita Dafi


"Alhamdulillah... pasti projek kakap"


"tau aja mama, pada saat pertemuan pertama perwakilan Kusuma Dewa itu anak nya langsung"


"laki laki atau perempuan perwakilan nya"


"perempuan ma... ternyata anaknya suka sama Dafi" kata Dafi

__ADS_1


"oh... seperti itu"


"dia sering ke kantor, pernah jumpa di taman komplek"


"jumpa di taman komplek, mungkin mengikuti atau mematai kamu"kata Bu Nani penuh dengan curiga.


"itulah sebabnya kenapa waktu dinner tadi bawa Nisa dan Nadya, maksudnya biar dia tau kalau Dafi sudah mempunyai keluarga" jelas Dafi


"oh... jadi seperti itu masalah nya"


"iya ma..."


"ya sudah, besok kalau jumpa sama keluarga Nadya mama bisa menjelaskan nya juga" kata mama


"oke ma sudah malam, Dafi mau tidur dulu" Dafi pun berlalu masuk ke dalam kamar.


"iya, mama juga sudah mau masuk"


"enggak nonton sinetron???" tanya Dafi sambil berjalan


"jam segini mana ada lagi sinetron"jawab Bu Nani sambil mematikan TV dan masuk ke dalam kamar.


Sementara di rumah Nadya setelah Dafi berpamitan pulang. Dari dalam Bu Nilam berjalan mau menemani suaminya berbicara dengan Dafi, tapi ternyata Dafi sudah enggak ada.


"ayah, mana nak Dafi tadi"


"sudah pulang, dia titip salam buat kamu"


"wa'alaikum salam" jawab Bu Nilam dan berkata lagi"kok cepat pulang nya?"


"buru buru dia ma karena anaknya di dalam mobil lagi tidur"jawab ayah Nadya.


"oh... tadi ayah bicara apa sama dia" tanya Bu Nilam penasaran.


"ayah undang dia besok dan mamanya ke rumah"


"kapan?"


"mau bicara kan apa???"tanya Bu Nilam penasaran dan bingung dengan pikiran suaminya.


"ayah enggak suka dengan cara Dafi memperkenalkan pada orang Nadya sebagai istri nya" kata ayah sedikit keras


"aduh ayah itu kan hanya tadi aja, lain kali kita enggak akan izinkan untuk pergi kalau seperti itu cerita nya" kata Bu Nilam


"kamu tenang saja ma...., ini juga untuk kebaikan anak kita"


"ya udah kalau begitu terserah ayah aja" kata Bu Nilam pasrah


"jangan lupa besok ibu masak makan malam yang spesial" kata ayah


"oke, ada request masakan?" tanya Bu Nilam


"enggak ada terserah mama aja" kata ayah Nadya


"Nadya tadi mana ? kok enggak kelihatan" tanya Bu Nilam


"ada di kamar" jawab ayah


"mama ke kamar Nadya dulu ya" Bu Nilam bergerak menuju kamar Nadya.


tok


tok


tok


"Nadya" Bu Nilam mengetuk jam Nadya sambil memanggil nya, ternyata kamar tidak di kunci. Maka dia masuk ke dalam. Di lihat nya Nadya yang ternyata masih sholat. Maka di tungguin nya, sambil duduk di atas spring bed.

__ADS_1


Setelah Nadya sholat tentu saja berdoa terlebih dahulu dan di lihat mama nya duduk di tempat tidur nya."mama" kata Nadya


"iya,mama boleh tanya?"


"mau tanya apa ma?"


"bagaimana tadi acara nya ?" tanya mama


" biasa aja kok ma, hanya makan malam aja"


"oh" kata Bu Nilam


"ayah mana ma"tanya Nadya kembali


"ada di luar" jawab Bu Nilam


"seperti nya Ayah enggak suka kami pergi tadi" kata Nadya


"siapa bilang? enggak boleh berprasangka buruk seperti itu"kata Bu Nilam


"tadi ma pas waktu pulang Nadya di perintahkan ayah untuk masuk ke dalam langsung" cerita Nadya


"jam berapa kamu pulang?"


"setengah sebelas" jawab Nadya


"kenapa telat? janji kan jam 10 sudah sampai"


"tadi ngantar temannya satu kantor dulu, kebetulan dia lebih dekat dari tempat acara makanya dia duluan yang di antar"


"oh... seperti itu , besok ayah mengundang si Nani dan keluarga untuk makan malam di rumah kita"


"masa sih ma?" tanya Nadya hampir tidak percaya


"iya, sebenarnya ayah mu enggak suka kalau kamu itu di perkenalkan sama rekan kerja sebagai istri, bilang aja tunangan" kata mama


"oh... masalah itu" kata Nadya sambil tersenyum


"Nadya kalau misalnya ayah menanyakan keseriusan Dafi bagaimana ?" tanya Bu Nilam


"ya, enggak apa apa sih ma" jawab Nadya tapi dalam hati nya berkata kalau misalnya secepatnya menikah dengan Dafi??? aduh enggak bisa di bayangkan.


"Alhamdulillah kalau begitu, berarti kamu sudah mantap dengan dia?' kata Bu Nilam


"insha Allah ma" jawab Nadya


"kalau begitu tidur lah, besok kamu mau kerja"


"iya ma" jawab Nadya yang memang sudah mengantuk


"jangan lupa sholat malam, minta petunjuk sama Allah. Kalau Dafi jodoh mu persatukan lah, kalau enggak jauhkan dengan jalan Allah" Bu Nilam menasehati.


"terima kasih ma, atas do'a dan masukkan nya"


Nadya langsung memeluk mama nya dengan erat. Ternyata anak gadis qu sudah mau menikah, seperti nya baru kemarin aqu melahirkan nya, membawa ke sekolah. Ada rasa haru di dalam hati nya, ada perasaan senang, sedih dll


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa vote... vote... vote...


like...like... like...


favorit


Dan komentar yang membangun

__ADS_1


Terima kasih


🙏🙏🙏


__ADS_2