Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.206


__ADS_3

Andi yang tak habis pikir dengan mamak yang sudah mempersiapkan sedemikian rupa,niat awal hanya mau bertanya tentang syarat selanjutnya pada ayah Mila tapi kok jadi seperti mau melamar dengan cara sederhana.


"Sebelumnya saya minta maaf karena Andi enggak tau dengan semua ini,saya dan Leli adiknya Andi yang mempersiapkan semua ini"


mamak menjelaskan pada orang tua Mila agar tidak salah paham.


Andi melihat mamaknya sambil geleng-geleng kepala."ya Allah Mak...bawa dua cincin pula itu."kata Andi dalam hati sambil melihat mamak yang membuka dua cincin.


"saya tau ukuran jari tangan Andi jadi ukuran Mila kami hanya menebak, mudah mudahan pas ya..."


Mamak memberikan cincin pada Andi, mengambil kotak cincin yang sudah terbuka.


Andi melihat ke dua cincin lalu yang besar di berikan pada Mila sementara yang kecil dia sendiri yang pegang.


"ya sudah... Andi dulu yang memberikan cincin pada Mila lalu sebaliknya"


mama Mila memberikan aba aba.


Tanpa ada perencanaan akhirnya Andi dan Mila bertukar cincin.


"Alhamdulillah...ini sebagai simbolis saja"kata ayah Mila.


Terlihat dari wajah kedua orang tua terpancar wajah bahagia, akhirnya sebentar lagi Andi berkeluarga. Ini adalah moments yang di tunggu oleh semua anggota keluarga.


"Akhirnya cincin untuk Mila muat juga, semoga kalian secepatnya menikah "


kata mamak Andi.


"kalau sudah cocok sebaiknya di percepat saja, bagaimana pak?"


sekarang ayah Andi yang antusias menantang ayah Mila.


Ayah Mila yang mengerti etika karena dia adalah pihak perempuan mana mungkin yang paling semangat, malu sama calon besan.


"kami pihak perempuan pak...itu terserah pihak laki laki, iya kan ma..."


ayah menanyakan pendapat istrinya.


"betul ayah... terserah orang tua Andi saja"jawab mama Mila.


"kalau saya di tanya...ya secepatnya boleh Minggu depan,bulan depan..."jawab mamak Andi.


Andi melihat ke arah Mila dan begitu juga sebaliknya mendengar para orang tua bicara.


"lebih cepat pasti lebih baik, bagaimana Andi?"tanya ayah Andi pada anaknya.


Andi yang di tanya kebingungan untuk menjawab nya dan melihat mila si samping nya.


"bingung mereka berdua, saran saya bulan depan saja. bagaimana menurut bapak dan ibu?"kata mamak pada orang tua Mila.


Andi dan Mila saling bertatapan mereka berdua seperti tak percaya apa yang baru di dengar tapi tak menjawab.


"kalau tidak ada jawaban berarti setuju"kata ayah Mila.

__ADS_1


Kedua orang tua Andi dan Mila yang seperti nya semangat untuk menikahkan mereka berdua."satu bulan lagi? mendadak sekali..."kata mila dalam hati tapi tak berdaya untuk menolak.


Akhirnya ayah Mila yang bertanya pada Andi sebagai calon menantu."bagaimana menurut mu Andi?


Bingung untuk menjawab pertanyaan tersebut, kalau menolak takut mengecewakan kedua orang tua nya. Tapi belum kompromi dengan Mila sebagai calon istri.


"mmmhhh... terserah saja pak"


"wah... seperti pasrah saja dengan keadaan, kalau saya di tanya ya bulan depan saja.betul apa yang di katakan ayah mu Andi"


"iya pak..."jawaban singkat Andi membuat ayah Mila tersenyum.


"jadi kamu setuju kalau bulan depan kalian menikah?"tanya ayah Mila dengan serius.


"insha Allah saya siap pak..."Andi mantap menjawab pertanyaan dari ayah Mila.


"Alhamdulillah..."jawab semua orang tua mereka mendengar jawaban Andi, setelah itu melihat ke arah Mila.


Sekarang ayah yang melihat ke arah Mila putrinya,dia diam tertunduk malu di lihat semua orang.


"Mila... bagaimana menurut mu..."


Tidak ada jawaban dari mulut Mila, menunduk dan melihat ke arah mamanya, menandakan minta perlindungan.


"biasanya diam artinya setuju..."kata mamak Andi.


Semua tersenyum mendengar perkataan mamak Andi tapi ayah masih menunggu jawaban dari ayah nya.


"Mila... tolong di jawab... semua mau mendengar jawaban mu"


"mmmhhh insha Allah Mila... bersedia..."


"Alhamdulillah..."semua menjawab dan lega mendengar jawaban dari Mila.


Andi seperti tak percaya kejadian malam ini, rencana awal hanya mau menanyakan syarat selanjutnya,tapi tanpa dia sadari dia telah menjalankan syarat selanjutnya dengan membawa kedua orang tua nya.


"Sebulan lagi? aqu akan menikahi Mila? seperti mimpi saja" kata Andi dalam hati. sambil melihat ke arah Mila dan ketahuan oleh yang di lihat.


"Mila... terima kasih ya..."keluar sendiri dari mulut Andi tanpa dia sadari.


"terima kasih? untuk apa?"Mila yang kebingungan mendengar perkataan Andi.


"terima kasih telah menerima abang apa adanya"


"oh...Mila juga apa adanya bang... enggak ada istimewanya"


Karena sudah selesai menanyakan pada Andi dan Mila pokok bahasan sekarang semua yang ada di ruangan kembali memakan bawaan yang di bawakan mamak Andi,memang tadi sudah di makan tapi hanya sedikit.


Sambil makan mereka saling mengenal satu dengan yang lain, Andi dan Mila juga ada di sana , ikut menikmati makanan yang ada di hadapan mereka berdua.


"Mila... besok kita pas photo untuk buku nikah ya...biar selanjutnya abang mengurus di kantor KUA."


"besok? secepat itu "

__ADS_1


Mila yang seperti tak percaya mendengar perkataan Andi, sebentar lagi menjadi suami nya.


"iya...kan bulan depan kita nikah, kamu mau hanya nikah siri?"


"abang kok ngomong begitu... nanti status qu enggak jelas"


"baiklah kalau begitu, jam makan siang bisa? abang jemput ke sekolah."


"bisa... besok pagi Mila permisi dulu dengan ibu kepala "kata Mila dan sambil berkata dalam hati"kok... seperti mimpi saja mau menikah dengan bang Andi."


Setelah percakapan itu mereka berdua pun ikut berbaur dengan kedua orang tua mereka, sehingga mulai terjalin keakraban di antara dua keluarga yang bulan depan akan menjadi keluarga.


Tanpa di sadari ternyata hari sudah malam,jam sepuluh lewat. Tidak enak bertamu malam malam di rumah orang, sehingga ayah Andi yang berpamitan.


"sudah malam pak ...kami semua pamit dulu ya..."


Ayah Mila melihat ke arah jam dinding yang ternyata memang sudah jam sepuluh malam,


"ya Allah...tak terasa ternyata sudah jam sepuluh malam"


"iya... kirain masih jam sembilan malam, kalau begitu kami pamit dulu"mamak pun berbicara lalu mendekati Mila sebagai calon menantu.


"Mila...kami pamit dulu,mamak tunggu kedatangan ke rumah"


"iya Mak... kalau bang Andi enggak sibuk"jawab Mila sambil menyalim mamak.


"duh... sudah manggil mamak ya..."kata mama Mila.


"oh...iya... mengikuti perkataan mamak saja"kata Mila sambil mengingat omongannya tadi.


Semua tersenyum dan saling bersalaman,Mila ikut mengantar sampai depan mobil. Ke dua orang tua sudah masuk mobil, orang tua Mila melihat dari depan pintu. Jadi sekarang Mila dan Andi berhadapan.


"sekali lagi terima kasih sudah menerima abang, semoga malam ini Abang bisa masuk ke dalam mimpi mu yang indah"


"mmmhhh... semoga saja..."


Andi pun masuk mobil dan pulang ke rumah bersama orang tua nya.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like... like... like...


add favorit...


komentar yang membangun


serta


vote... vote... vote...

__ADS_1


terima kasih


🙏🙏🙏


__ADS_2