Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.127


__ADS_3

Keluarga pak Kusuma baru sampai di rumah tapi dia mau ngobrol dengan Siska dan Dedy.


"kalian jangan masuk dulu papi dan mami mau bicara"kata pak Kusuma.


Dedy dan Siska saling pandang karena mereka bingung apa yang mau di bicarakan? sedangkan ke tempat Dafi tadi tidak ada permasalahan."apa yang mau papi bicarakan?"kata Siska dalam hati.


Mereka pun duduk di ruang keluarga dengan perintah dari papi, Bu Mona juga duduk di sana tanpa tau maksud dari suaminya. Pak Kusuma ke kamar sebentar karena ada yang mau di lakukan nya."mami...mau bicara apa lagi papi? bukankah sudah selesai masalah nya"kata Siska pada Bu Mona.


"mami juga enggak tau maksud dari papi mu"jawab Bu Mona.


Tak berapa lama pak Kusuma keluar dari kamar dan duduk dengan tenang bersama mereka."Siska..."kata pak Kusuma


"iya...papi..."jawab Siska dengan penasaran karena tidak tau maksud dari pak Kusuma.


"tadi Dafi sudah memaafkan kamu tapi tadi dia tidak mau menambah beban istrinya yang lagi hamil muda"kata pak Kusuma.


"syukur lah kalau begitu papi"kata Siska sambil menunduk.


Pak Kusuma melihat ke arah Dedy yang hanya diam saja lalu ke arah Siska anaknya"papi juga mau tanya pada kalian berdua"kata pak Kusuma lagi.


"iya...papi mau tanya apa?"tanya Dedy


"sudah berapa lama kalian menikah?"tanya pak Kusuma


"sepertinya satu bulan lebih"jawab Dedy.


Mendengar jawaban dari menantunya sekarang pak Kusuma melihat anaknya"Siska...kamu sudah haid/ halangan?"tanya pak Kusuma.


"kok papi tau kalau Siska lagi halangan?"kata Siska.


"Alhamdulillah... kalau begitu..."kata pak Kusuma.


Siska yang bingung karena papinya mengucapkan Alhamdulillah..


"apa maksud papi Alhamdulillah..."kata Siska dalam hati dan melihat ke arah Dedy yang santai saja.


"apa maksud papi? Siska tidak mengerti"kata Siska.

__ADS_1


Pak Kusuma menarik nafas panjang dan menjelaskan maksudnya."waktu kalian menikah itu kan karena kecelakaan jadi seandainya kamu hamil dalam agama anak mu itu tidak ada ayah itu lah namanya anak haram"kata pak Kusuma.


"oh... seperti itu.."kata Siska yang memang tidak mengerti.


"jadi setelah melahirkan anak tersebut kalian harus menikah ulang"kata pak Kusuma.


Bu Mona juga ikut menjelaskan pada anak perempuan yang memang tidak mengerti."jadi maksud papi pernikahan kalian itu sah di mata agama dan negara"kata Bu Mona.


"oh... seperti itu..."kata Siska.


Pak Kusuma mengambil kendali lagi dalam pembicaraan"jadi maksud papi dan mami kalian sudah menikah jadi sebaiknya Dedy memperkenalkan Siska pada orang tua dan keluarga nya di kampung"kata pak Kusuma.


"maksud papi apa sih... Siska enggak mengerti..."kata Siska.


Dedy menjelaskan pada Siska dan Bu Mona sementara pak Kusuma sudah tau maksud dari menantunya."Siska... kemarin aqu minta cuti seminggu untuk pulang kampung"Kat Dedy.


"trus apa hubungannya ?"tanya Siska.


"maksud papi kalau Dedy pulang kampung kamu juga harus ikut,kamu harus kenal keluarga suami mu, mama mertua mu"kata pak Kusuma.


Siska yang merasa tidak setuju harus ikut bingung mau protes dengan rencana ayah tapi tetap saja di utarakan isi hati nya."jadi maksud papi Siska harus ikut pulang kampung juga dalam satu minggu ini dengan Dedy?"tanya Siska.


"tidak bisa seperti itu papi, biar saja orang tua nya yang kemari"kata Siska.


Bu Mona yang takut terjadi keributan antara papi dan anak ikut menenangkan anaknya."Siska...kamu jangan membantah papi, dari pada nanti dia akan membuat mu lebih susah lagi" kata Bu mona.


"tapi mami... tidak bisa seperti itu"jawab Siska yang sudah berkaca-kaca.


Pak Kusuma tetap dengan keputusan semula dan tidak bisa di bantah."papi tidak mau tau, suka atau tidak kamu harus ikut suami mu atau semua fasilitas yang ada selama ini papi cabut semua nya"kata pak Kusuma


Akhirnya Siska yang mengalah mengikuti apa keputusan dari papinya."baik papi Siska akan ikut kemauan dari papi"jawab Siska


"Alhamdulillah... kalau kamu menerima keputusan papi, ayo mami kita masuk kamar karena tidak ada lagi yang mau di bicarakan"kata pak Kusuma mengajak istrinya masuk ke dalam kamar.


Sementara di ruang tamu tinggal sepasang suami istri yang belum mengenal satu dan lainnya, tapi Dedy berusaha untuk mengajak Siska bicara"Siska... sudah lah... sebaiknya kita masuk kamar saja"kata Dedy.


Siska melihat suaminya dengan tatapan marah..."senang kamu sekarang? apakah ini semua rencana kamu?jangan dekat dekat aqu mau masuk kamar"kata Siska pada suaminya.

__ADS_1


Belum sempat Dedy menjawab Siska meninggalkan suaminya tidak mau mendengar perkataan dari suaminya."Siska sebentar aqu mau bicara"kata Dedy.


Siska tidak memperdulikan suami dia langsung masuk ke kamar dan di ikuti Dedy dari belakang. sampai di dalam kamar Dedy memegang tangan Siska."enggak usah kamu pegang tangan qu"kata Siska.


"kamu itu memang egois, hanya kamu saja yang di dengar kan."kata Dedy.


Siska yang berhadapan dengan Dedy melihat wajah suaminya, mereka saling berhadapan"jadi apa mau kamu"kata Siska yang mulai mengeluarkan air mata.


"aqu juga enggak tau, untuk saat ini aqu masih mengikuti keinginan dari papi mu. cobalah kamu tanya sama mami mu, mungkin mami tau maksud dari papi. Tapi aqu juga akan berusaha tau maksud dari papi mu"kata Dedy.


Mendengar jawaban dari Dedy membuat Kalisa sedikit tenang"ya sudah lah aqu capek mau istirahat"kata Siska.


"silahkan aqu juga sudah ngantuk, istirahat lah sana"kata Dedy.


Siska ke kamar mandi untuk berganti pakaian dan bersih bersih, setelah itu dia naik ke tempat tidur. Karena Siska sudah keluar dari kamar mandi dia pun masuk ke dalam untuk melakukan hal yang sama.


Lalu dia tidur di kursi seperti biasa, sebenarnya Siska sudah memperbolehkan Dedy tidur di tempat tidur yang sama tapi Dedy masih enggan dan hanya sesekali tidur di king size kepunyaan tuan putri yang sekarang ini sudah menjadi istrinya.


Memang pernikahan Dedy dan Siska adalah karena kecelakaan yang di buat oleh Siska dan Dedy termasuk menjadi korban perasaan saat ini karena keputusan dari papi mertua yang selalu mengambil keputusan sepihak.


Namanya juga pak Kusuma, dia selalu memerintahkan apa yang di anggap nya itu bagus di mata nya sendiri tanpa melihat perasaan orang lain, termasuk anaknya sendiri.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like...like...like...


add favorit...


komentar yang membangun


serta


vote... vote...vote...

__ADS_1


Terima kasih


🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2