
Perawat yang memeriksa Nadya geleng kepala mendengar pertanyaan, tapi memang itu yang memang biasa di dengar dari semua pasien,ingin cepat melahirkan.
"bagaimana suster? sudah bukaan terakhir kan?"tanya Nadya lagi.
"sabar ibu...dua lagi yah... harus semangat,biar lancar persalinan nya. saya akan telpon dokter,biar standby di sini"jawab perawat.
Nadya yang mendengar masih dua bukaan lagi, tidak kecewa karena hanya dua lagi.
"begitu ya...kira kira berapa jam lagi ya...?"tanya Nadya.
"saya tidak bisa memastikan karena setiap orang berbeda,ada yang cepat tapi ada juga yang lama. Sebaiknya ibu berdoa saja, dan minta restu dari orang tua"pesan perawat.
"oh... begitu ya suster, kalau begitu saya telpon mama dulu"kata Nadya
"sebaiknya begitu,biar cepat persalinan nya."kata perawat lagi.
"terima kasih atas masukannya, sebenarnya saya mau buat surprise untuk mama. tapi lebih baik di kabari saja mama"kata Nadya lagi.
"baik Bu Nadya,saya permisi dulu kalau ada sesuatu yang tidak bisa di tahan, panggil kami"kata perawat.
"baik suster "jawab Nadya.
Setelah perawat meninggalkan ruangan,Dafi belum masuk ke dalam.
"bang Dafi mana ya... mungkin dia lagi Zuhur "kata Nadya dalam hati.
Tak berapa lama kemudian Dafi pun masuk ruangan. Nadya yang sudah tidak sabar mau menelpon mamanya.
"bang...mana HP?"tanya Nadya
"HP sama abang, kenapa?"tanya Dafi penasaran.
"aqu mau telpon mama...mau minta doa restu "jawab Nadya.
Dari mengerutkan keningnya mendengar jawaban dari istri nya karena dari awal dia mau kasi surprise untuk Bu Nilam, setelah lahir baru di telpon.
"kenapa telpon mama? katanya mau kasi surprise..."kata Dafi sambil memberikan HP pada istrinya.
Nadya mengambil HP yang di berikan pada nya.
"tadi aqu ngobrol sama perawat,dia yang kasi masukan"jawab Nadya.
"oh...masuk akal juga, ya sudah di telpon aja"kata Dafi
Nadya menelpon Bu Nilam, dengan tak sabar dia mau bicara. dengan mama yang di rindukan nya.
Tut...Tut..Tut...
suara HP berbunyi
"kenapa...?"tanya Dafi
"masuk sih...tapi tidak di angkat"kata Nadya seperti kecewa.
"baru satu kali...coba ulang sekali lagi, mungkin mama enggak dengar"kata Dafi menenangkan istrinya.
"ini sudah tiga kali"jawab Nadya yang menghubungi ulang.
"kalau begitu lima menit lagi di hubungi"Dafi memberi masukan.
"iya....aduh...aduh...aduh..."kata Nadya sambil mencengkram tangan Dafi.
Sebenarnya Dafi juga kesakitan saat Nadya cengkram tangan suaminya tapi bagaimana lagi,memang harus di jalani.
"tarik nafas panjang...hembuskan... sabar..
baca salawat..."pesan Dafi pada istrinya.
__ADS_1
Nadya pun mengikuti arahan dari suami tercinta.
Tok...tok...tok...
seorang ibu ibu dan bapak paruh baya masuk ke dalam mau menemui nadya
"Assalamualaikum... Nadya..."
Yang datang ternyata pak Arif dan Bu Nilam
Dafi dan Nadya melihat ke arah sumber suara dan menjawab.
"wa'alaikum salam...mama ... ayah..."jawab Nadya.
"kalian berdua ya...kenapa enggak kasi kabar kalau lagi di sini"kata Bu Nilam.
"maaf ma...Nadya yang enggak mau mama dan ayah repot kemari"jawab Nadya.
"mana mungkin merepotkan untuk anak sendiri, sudah bukaan berapa kata Bu bidan?"tanya Bu Nilam.
"kata nya dua lagi ma..."jawab Nadya.
"Alhamdulillah... berarti sebentar lagi, banyak baca salawat"kata Bu Nilam
"iya ma...dari mana ayah dan mama tau?"tanya Nadya penasaran.
Bu Nilam tarik nafas panjang
"dari semalam mama enggak enak hati, ingat kamu terus. lalu mama telpon mama mertua mu,dia pikir mama sudah tau. jadi setelah dapat informasi mama langsung ke sini"kata Bu Nilam menjelaskan.
"do'akan ya ma...biar lancar, ayah juga do'akan"kata Nadya.
"ayah pasti mendoakan kamu dan ayah yakin kamu pasti bisa menjalani nya "kata pak Arif.
"a...min..."jawab Nadya dan Dafi bersamaan.
Karena ada Bu Nilam yang sudah datang maka Dafi dan pak Arif menunggu di luar, tidak boleh juga terlalu banyak orang di dalam.
"ya ayah..."jawab Dafi
"kami jaga di luar saja ya..."kata pak Arif
"ya ayah..."jawab Nadya.
"jangan jauh jauh ya..."Bu Nilam mengingatkan.
"iya ma...mana mungkin kami pergi jauh"jawab pak Arif.
Tinggal berdua di dalam Bu Nilam dan Nadya.
"kenapa dari tadi pagi enggak kabari mama"tanya Bu Nilam pada anaknya.
"takutnya mama dan ayah panik, lagian bang Dafi ada di sini "jawab Nadya.
"mama yang khawatir kalau tidak di kabari "kata Bu Nilam pada anaknya.
Tak berapa lama perawat yang memeriksa Nadya kembali masuk untuk memeriksa.
"Bu Nadya... bagaimana? kita periksa sekali lagi ya... mudah mudahan sudah bisa,kan mama nya sudah datang "kata perawat.
"baik suster "jawab Nadya yang kelihatan sudah capek dan pucat.
Perawat pun memeriksa kembali keadaan Nadya, setelah di periksa perawat Nadya tidak sabar menanyakan pada perawat.
"bagaimana suster? sudah terbuka semua?"tanya Nadya yang sudah tidak sabar.
"Alhamdulillah... tinggal satu lagi Bu .. yang semangat ya... pasti bisa, tinggal sedikit lagi yah..."kata perawat memberikan semangat pada Nadya.
__ADS_1
"a...min...a...min... Nadya pasti bisa... terima kasih suster"kata Bu Nilam
"sama sama ibu..."jawab suster sambil keluar dari ruangan Nadya
Perawat lalu keluar ruangan,dia pun menghubungi dokter karena proses persalinan sudah mau di mulai.
"sus... tolong telpon dokter karena ada yang mau melahirkan"kata perawat pada rekannya.
"dokter sudah ada di bawah karena ada yang mau kontrol "jawab rekannya
"Alhamdulillah...kalau begitu, aqu mau mempersiapkan alat dan yang mau di perlukan"kata perawat yang menangani Nadya.
Sementara Nadya yang merasa sudah sangat mulas di perut.
"aduh mama... sakit..."kata Nadya
Bu Nilam yang tidak tega melihat anaknya yang merasakan sakit.
"sabar sayang.... banyak salawat dan baca asma Allah..."kata Bu Nilam menenangkan anaknya yang lagi berjuang untuk melahirkan.
Nadya pun membaca asma Allah yang di katakan mamanya, tapi tetap saja dia masih kesakitan. Tiba tiba ada seseorang yang memasuki ruangan, perawat yang tadi beserta seorang dokter spesialis kandungan yang menangani Nadya.
"Seperti nya ibu sudah siap mau melahirkan, sebaiknya mamanya menunggu di luar"kata pak dokter kandungan.
"baik pak dokter,saya titip anak saya "kata Bu Nilam
Bu Nilam pun keluar dari ruangan,
"ma... tolong panggilkan bang Dafi,"pesan Nadya.
"iya..."jawab Bu Nilam
Tak berapa lama Dafi pun masuk ke dalam dokter bertanya.
"bapak suami ibu Nadya?"tanya dokter
"iya dokter "jawab Dafi berdiri di samping Nadya
"pak...ibu mau melahirkan secara normal, apakah bapak siap dan kuat untuk melihat nya"tanya dokter untuk memastikan.
Dengan tegas Dafi menjawab.
"siap pak...saya menunggui istri melahirkan "jawab Dafi.
"Mantap... yang kuat ya pak...kasi semangat istrinya "pesan dokter.
"siap dokter..."jawab Dafi.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like... like... like...
add favorit...
komentar yang membangun...
bunga mawar yang bermekaran
secangkir kopi hangat
serta
vote... vote... vote...
__ADS_1
Terima kasih
🙏🙏🙏🙏🙏