Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.145


__ADS_3

Siska dan Dedy mengantar Rahma dan Tito ke sekolah, setelah selesai mengantar mereka kembali lagi ke rumah untuk bersiap-siap ke balai desa untuk pertemuan dengan pak Anto orang tua dari Siti.


"Dedy...kalian bersiap sekarang,biar kita ke balai desa.Cepat datang biar cepat pulang"kata mamak


"baik mak...kami bersiap dulu ya..."jawab Dedy.


Sementara Siska sudah masuk kamar dahulu dan mandi kembali karena dia merasa gerah."sayang...kamu mandi lagi...?


"ya...mas..."jawab Siska dari dalam.


"waduh...dia sudah masuk kamar pula, jangan sampai keluar kamar hanya pakai handuk saja. itu namanya masuk ke kandang buaya"kata Siska dalam hati saat Dedy memanggil nya.


Butuh waktu 20 menit untuk mandi bagi Siska, karena dia berendam di bathtub dengan aroma terapi. Sehingga waktu keluar kamar mandi tercium wangi aroma terapi di hidung Dedy tentunya."kamu siap mandi kok wangi sekali...?"tanya Dedy


"mmmhhh... jangan mulai lagi mas...kita mau ke balai desa dan mamak sudah menunggu di luar"kata Siska.


Perkataan Siska yang menyadarkan Dedy, karena takut khilaf akhirnya dia masuk kamar mandi untuk mandi kembali."sayang....pakai baju yang cepat jangan membuat suami mu ini khilaf"kata Dedy.


"iya mas...mandi sana...biar aqu leluasa untuk berpakaian"jawab siska.


Kalau laki laki biasanya mandi tidak lah memakan waktu yang lama,tak sampai tujuh menit Dedy sudah keluar dari kamar mandi dan Siska sudah memakai baju."biasanya aqu make up dulu baru pakai baju,tapi sekarang terbalik dari pada nanti bisa berantakan"kata Siska dalam hati.


"kamu sudah pakai baju? biasanya make up dulu..."kata Dedy sambil mencari baju nya.


"baju dan perlengkapan lain di atas tempat tidur mas, ternyata mas perhatian juga sama aqu"jawab Dedy.


"harus itu...malah dari dulu saat di rumah papi...kamu saja yang tidak menyadari nya"kata Dedy.


"sudah... jangan di ingat masa lalu...masa depan yang kita hadapi saat sekarang ini,apa lagi hari ini, bagaimana masalah dengan pak Anto itu"kata Siska sambil make up.


"kamu tenang saja dan do'akan biar cepat selesai"kata Dedy meyakinkan istrinya.


Sebenarnya Dedy malas mengurusi masalah ini tapi dia harus menghadapi nya."kalau tidak di selesaikan kasian mamak dan adik adik qu saat qu tinggal ke kota."kata Dedy dalam hati.


Mereka berdua sudah selesai berpakaian maka pasangan suami istri itu keluar kamar, di luar Bu Zubaidah sudah menunggu mereka duduk di kursi tamu."mamak sudah siap ternyata,kenapa enggak ngabari kami ?"kata Dedy.


"enggak apa apa...mamak duduk di sini saja dulu"jawab mamak

__ADS_1


"oh... gitu ya mak...tapi mamak enggak boleh banyak berpikir,kita harus selesaikan masalah ini hari ini juga"kata Dedy.


"iya Dedy...mamak percaya dengan mu..."kata mamak.


"ya sudah...kita berangkat sekarang saja..."kata Siska mengajak mertua dan suaminya.


Bu Zubaidah dan Siska keluar kamar dan Dedy mengunci pintu rumah,lalu mereka berdua duduk di kursi tengah."yah...hari ini jadi supir ternyata.."kata Dedy.


"Siska...kamu duduk di sebelah Dedy saja...biar mamak sendiri di sini."kata mamak


Siska yang sebenarnya mau duduk di depan akhirnya pindah d ke sebelah Dedy."iya Mak..."jawab siska.


Jarak rumah dan balai desa tidak jauh,hanya 15 menit sudah sampai ,jam menunjukkan pukul 09.00wib. Sesuai dengan kesepakatan jam sembilan sampai di balai desa.


Mereka turun mobil dan ternyata pak Anto sudah menunggu mereka dan pak kades juga baru sampai. Setelah dua belah pihak sampai akhirnya di mulai juga pertemuan antara dua keluarga yang tidak ada ikatan apapun hanya saja satu desa saja.


Pak Kades yang memulai membuka acara Adan langsung menanyakan inti dari masalah mereka."sekarang pak Anto dan Bu Zubaidah kita sudah kumpul, jadi masalah sebenarnya apa?"tanya pak kades.


Pak Anto yang sudah tidak sabar yang menjawab pertanyaan dari pak kades."masalah begini...setahu saya Bu Zubaidah pernah mau menjodohkan anak saya Siti dengan anak Dedy anak Bu Zubaidah. Dan ternyata setelah Dedy pulang ternyata dia sudah menikah, jadi saya tidak terima semua ini..."kata pak Anto menjelaskan.


Dengan berat Bu Zubaidah menjawab pertanyaan dari pak kades"mmmhhh...begini pak... memang ada rencana saya menjodohkan Siti dan Dedy. Tapi saya tidak pernah bicarakan ini dengan pak Anto, kalau pun ada itu dengan Siti...tapi itu masih rencana..."jawab Bu Zubaidah.


"apakah Dedy tau hal itu...?"tanya pak kades lagi.


"tidak pak kades...saya hanya selalu menanyakan kapan pulang saja dan ada yang mau saya omongkan dengan nya.makanya dia pulang"kata Bu Zubaidah.


Pak kades melihat ke arah Dedy dan bertanya."Dedy...saya mau tanya, jadi kamu pulang kampung karena permintaan mamak mu?"


"ya pak kades...tapi saya tidak tau kalau cerita tentang perjodohan dan sekarang saya sudah menikah"jawab Dedy.


"apa buktinya kalau kalian sudah menikah? coba tunjukkan bukti nya..."kata pak Anto menanyakan langsung.


Dedy melihat ke arah pak Anto dan membuat dia kesal dan marah."pak saya sudah menikah secara agama dan negara, kalau buku nikah mana mungkin saya bawa. tinggal di kota"kata Dedy.


", sekarang zaman canggih, apakah kamu tidak ada foto pernikahan di HP..."tanya pak Anto lagi.


Dedy bingung untuk menjawab karena waktu menikah dengan Siska seingat dia tidak ada foto yang spesial. Di lihat Dedy ke arah istrinya, Siska hanya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"aduh...kenapa aqu dan Siska tidak ada menyimpan foto pernikahan kami?"kata Dedy dalam hati.


Melihat Dedy yang bingung membuat pak Anto di atas awan."sudah jelas... kalau kalian berdua itu di pertanyaan pernikahan nya, bisa jadi kalau kalian belum nikah"kata pak Anto.


"jaga mulut bapak...saya sudah menikah sah di mata Allah dan juga sah di mata negara"kata Dedy penuh emosi.


Bu Zubaidah melihat anaknya marah membuat dia takut"sudah...Dedy... jangan dengarkan, mama percaya dengan kamu"kata Bu Zubaidah.


Pak kades yang melihat suasana sudah mulai panas menanyakan pada pak Anto"sekarang pak Anto maksudnya apa sekarang ini?"tanya pak kades.


"saya mau Siti di nikahkan dengan Dedy..."kata pak Anto.


Siska yang mendengar permintaan pak Anto seperti di sambar petir, baru saja mereka berdua seperti pengantin baru dan lagi hangat hangat nya. Sekarang kok sudah seperti ada masalah yang besar.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like....like...like...


add favorit...


komentar yang membangun


bunga mawar yang bermekaran


secangkir kopi hangat


serta


vote...vote... vote...


Terima kasih


🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2