Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.197


__ADS_3

Malam yang membuat Andi senang dan gembira karena urusan nya lancar lancar saja.


Setelah itu dia pulang ke rumah dengan hati yang riang tapi sebelum nya dia singgah ke tempat jualan martabak Bangka untuk ayah dan mamak.


Ternyata di sana dia menunggu antrian karena terkenal enak, setelah memesan dua duduk menunggu."kenapa tadi aqu ke rumah Mila tak membawa makanan? aqu lupa... karena mengejarkan ba'da isya jangan sampai terlambat.


Sekitar dua puluh menit pesanan nya pun selesai di buatkan,pas waktu mau bayar dia jumpa dengan seseorang yang baru dia kenal kemarin.


Ternyata Agung... abang nya Mila...Dia membeli dua kotak martabak Bangka , pas waktu menunggu Andi duduk sementara agung menunggu di mobil.


"bang...pesan martabak juga..."


"iya.."


"biar sekalian dengan saya saja...bang tolong hitungkan dengan punya saya"


Andi yang membayar semuanya.


"wah...jadi merepotkan kamu...ini saya mau ke rumah ayah...dia yang pesan tadi..


makasih ya...


"oh...iya bang...sama sama"


"saya duluan ya..."


Agung berjalan membawa martabak yang di bayarkan Andi, dia naik mobil di sebelah kiri penjual martabak sementara Andi duduk di sebelah kanan.


Andi pun melanjutkan perjalanan menuju rumah dengan membawa dua kotak martabak rasa coklat -keju dan kacang - coklat.


Sampai di rumah menunjukkan pukul sepuluh malam, ayah membukakan pintu. Dan ternyata mamak juga belum masuk kamar masih di depan televisi.


Melihat kedatangan anak yang di tunggu dari tadi membuat mata mamak berbinar, seperti melihat sesuatu yang dia inginkan.


"Andi... sudah pulang kamu nak?


Mendekati mamak yang melihat nya lalu memperlihatkan makanan yang di bawa nya."sudah Mak...ini ada martabak Bangka "


Duduk lesehan di bawah dan ayah juga ikut duduk bersama, membuka makanan di tangannya."hanya mamak dan ayah yang ada di rumah?"


"iya...tadi ada adik mu tapi sudah pulang"


"pecahan botol enggak ada?"Andi yang mencari keberadaan keponakan yang biasa berada di rumah.


"enggak ada... mulai kemarin ayah sudah memperingatkan kalau malam sekolah tidak boleh datang"


kata ayah sambil mengambil martabak yang di bawa Andi.


Melihat bawaan nya yang dua kotak untuk bertiga pasti lah berlebih, sayang kalau tak dimakan.


"panggil si leli saja Mak... sayang kalau tidak di makan"


Rumah Leli adiknya Andi balik dinding dengan rumah orang tua tapi berjumpa dengan dapur yang tidak berkunci.


Ternyata orang yang di sebut datang ke tempat mereka.

__ADS_1


"itu... yang di sebut akhirnya nongol" mamak yang duluan melihat kedatangan Leli.


Leli yang melihat ada makanan pun langsung ikut nimbrung."loh...Leli lagi di cari ya... seperti nya kemari dengan langkah kanan"


"kalau mau...makan saja... sengaja beli banyak"Andi membuka martabak yang rasa coklat-keju.


"martabak coklat-keju...aqu suka..."mengambil martabak yang di buka abangnya.


Sambil makan mamak penasaran dengan cerita Andi yang ke rumah pujaan hati nya.


"Andi... bagaimana tadi? "


Sebenarnya Andi malas cerita sekarang karena ada adiknya Leli, karena juga di terima harus menjalankan syarat pertama.


"Alhamdulillah... berjalan dengan lancar "


"Alhamdulillah...mamak senang mendengarnya...jadi kapan bisa kami dengan kenalkan dengan dia?"


"mmmhhh... masih di atur jadwal nya karena dia juga kerja, pulang sore Mak"


Andi menjelaskan sambil melihat reaksi Leli yang selalu heboh, karena ini masih tahap ta'aruf.


Leli yang belum mengerti dengan percakapan ibu dan anak itu, dia sibuk dengan makanan di hadapan nya.


"oh... begitu... kirain besok sudah kamu kenalkan dengan mamak dan ayah"


sedikit kecewa mamak melihat ayah.


"sabar Mak... nanti pasti di kenalkan Andi dengan kita"


"siapa yang mau di kenalkan? jangan... jangan...bang Andi sudah ada pacar ya..."


"ssssttt...kamu dengarkan saja nanti baru nanya, abang mu enggak mau pacaran tapi mau ta'aruf saja" mamak menjelaskan pada Leli.


Seperti tak percaya mendengar perkataan mamak karena selama ini Andi tidak pernah punya pacar, jadi tidak yakin saja.


"Alhamdulillah...bang...sama siapa ta'aruf nya? boleh lah di kenalkan "Leli yang minta penjelasan pada abangnya.


Andi yang lagi makan santai saja mendengar Leli yang minta penjelasan, setelah habis makanan di tangannya baru dia bicara.


"do'akan saja ya... nanti ada waktu nya untuk di kenalkan pada semua anggota keluarga "


"enggak boleh seperti itu bang .. setidaknya kenalkan dengan mamak dan ayah saja dulu, kalau aqu enggak usah dulu juga enggak apa apa, biar dapat doa restu lho..."


"betul juga apa yang di katakan Leli... nanti sebelum tidur aqu what's up Mila saja "kata Andi dalam hati.


"betul itu Andi...doa orang tua itu mujarab, apa lagi doa mamak mu. jangan kamu kecewakan hatinya, dari tadi dia menunggu kepulangan mu dari tempat calon mu itu "ayah yang menjelaskan panjang lebar.


Andi jadi tidak enak hati karena apa yang di katakan ayah ada benarnya juga,jadi dia harus membujuk Mila untuk bertemu orang tua nya secepatnya.


"ya mak... insha Allah secepatnya Andi akan kenalkan dengan mamak dan ayah"kata Andi.


"Alhamdulillah...mamak tunggu ya nak... ingat... secepatnya..."


"iya Mak... paling hari minggu karena Andi juga kerja dan dia juga"

__ADS_1


"enggak apa apa..."


Karena sudah larut malam maka mereka pun bubar, masuk ke kamar masing masing. Lebih martabak tadi di bawa Leli ke rumah nya untuk anaknya walaupun besok anak anak pasti suka tapi kalau di tinggalkan di rumah orang tua tidak ada yang memakannya.


Masuk ke dalam kamar dengan keadaan badan yang capek, bersih bersih lalu mengganti baju kaos yang longgar dan memakai sarung.


Sebelum tidur Andi memeriksa HP dari tadi tidak di buka, sampai rumah dan selama ngobrol dengan keluarga otomatis HP pun tidak di sentuh.


Setelah membuka HP ternyata banyak pesan what's up masuk, pesan tersebut ternyata dari Mila. Saat keluar Mila sudah membuat pesan yang tidak dia baca.


"hati...hati...di jalan.."


"sudah di mana ?"


"sudah sampai atau belum?"


"Alhamdulillah... martabak nya terima kasih..


ayah suka lho...tau aja selera kami... sampai tak bersisa..."


"kok lama buka HP..."


"sudah sampai atau belum...?"


"sudah malam... besok mau kerja..."


"Bismikallah....."


Itu pesan what's up terakhir dari Mila.


"Astaghfirullah hal'azim... kenapa aqu dari tadi enggak periksa HP ? "


Melihat jam di HP yang ternyata sudah jam sebelas malam."enggak mungkin di telpon... lebih baik qu jawab saja pesan what's up nya"


kata Andi sambil membalas pesan dari pujaan hati.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like...like...like...


add favorit...


komentar yang membangun


serta


vote... vote... vote...


terima kasih


🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2