Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.278


__ADS_3

Seseorang masuk ke dalam ruangan sehingga membuat mamak dan Retno melihat ke arah sumber suara.


"wa'alaikum salam..."mamak dan Retno menjawab


"bagaimana dengan keadaan ayah..."tanya Andi dengan suara ngos-ngosan karena tadi di telpon sama Retno


Mamak yang kasian melihat anaknya memanggil nya.


"masuk dulu Andi... duduk..."kata mamak


Andi mengikuti perintah mamak masuk dan duduk.


"Retno... ambilkan minuman untuk adik mu."


"baik mak..."jawab Retno mengambilkan air mineral.


Setelah Andi tenang baru mamak yang bicara pada anaknya, mengungkapkan kegelisahan tentang ayah.


"tadi ayah sudah sadar dan bicara..."


Karena sedih dan menangis pembicaraan mamak terhenti...


"ayah ngomong apa mak?"tanya Andi yang duduk di sebelah mamak


"katanya dia sudah enggak kuat... seperti meracau gitu... untuk suster sudah memberikan suntikan penenang dan katanya itu biasa karena seluruh badannya kan sakit semua, banyak alat yang di pasang."kata mamak


"tapi kan mak...betul juga apa yang di katakan suster... logika saja...di cubit sedikit saja sudah kesakitan."kata Retno


Andi jadi paham kenapa mamak sedih dan kak Retno gugup saat menelpon nya tadi.


"jadi mamak harap kamu temui dokter yang bertanggung jawab pada ayah, tanyakan lagi bagaimana perkembangan nya."kata mamak


"baik mak... kalau begitu sebentar lagi Andi temui dokter...kalau sekarang kan masih jam makan siang."kata Andi


Retno yang perutnya juga sudah kerongkongan, dan jam makan siang juga sudah masuk.


"pantesan perut ku sudah berbunyi...ternyata sudah jam makan siang,makan apa kita mak?kata Retno


Mamak yang dari masuk rumah sakit tidak begitu selera untuk makan ,dia hanya mengikuti keinginan anak anak nya dan terserah mau di belikan apa.


"enggak tau... terserah saja..."kata mamak.


"biar aku saja yang beli kak...kok tiba tiba pengen makan nasi Padang pakai rendang... seperti nya enak."kata Andi


Mamak melihat Andi yang tak biasanya kalau membeli makanan itu di bayangkan dan bersemangat untuk memakannya.


"kalau kamu lagi selera itu...mamak mau..."kata mamak


"ya sudah...kakak juga mau ya...jangan lupa kuahnya di pisah."pesan Retno


Andi pun keluar mencari makanan yang di pesan, jadi tinggal mamak dan Retno menunggui ayah.


"mamak kok curiga lihat Andi...apa kabar sama Mila? dari semalam enggak datang... biasanya setiap hari dia pasti menjenguk ayah."


"mungkin Mila sibuk mak... maksudnya curiga kenapa?"tanya Retno.

__ADS_1


"nanti mamak mau tanya kabar Mila... enggak bisa sekarang ini mamak jelaskan."


"ya sudah mak... waktu Zuhur sudah masuk, mamak mau sholat di mana?"


"di sini saja...mana tau ayah sadar."


Mereka pun melaksanakan sholat Zuhur di kamar secara bergantian, setelah selesai baru lah Andi masuk membawa nasi Padang untuk tiga orang.


"kok lama? jauh cari nya?"tanya Retno


"di depan kok kak...tadi terlalu rame jadi aku Zuhur dulu...ya sudah kita makan sekarang."ajak Andi


mengambil cuci tangan di kamar mandi dan air mineral di kotak. membuka plastik yang ternyata ada empat bungkus dan ada kerupuk kulit sapi.


"untuk siapa satu lagi...?"tanya mamak


"mana tau mau nambah Mak...kan kuahnya di pisah."kata Andi


"oh...ya sudah kita makan sekarang."kata mamak.


Makan bertiga...Andi yang kelihatan begitu semangat makan nasi Padang, di tambah dengan krupuk kulit sapi. Retno dan mamak baru setengah habis.... Andi sudah nambah satu lagi.


Mamak dan Retno saling pandang karena melihat Andi yang sudah membuka bungkusan ke dua.


"tadi pagi kamu enggak sarapan?"tanya Retno


"sarapan...tadi makan lontong sayur."kata Andi.


"oh... berarti kamu tadi mencangkul di mana? sampe tambah satu bungkus lagi."kata Retno.


"enggak tau kak... seperti nya nasi Padang ini enak kali...apa lagi ada kuah...rendang nya yang paling menggoda."kata Andi.


Setelah selesai makan bersama sambil menjaga ayah,mamak mau bertanya tentang kecurian nya pada Andi.


"Mak...Andi permisi dulu...ini ada panggilan dari kantor, tapi nanti malam ke sini...jagain ayah, masalah ketemu dokter...ini sekalian mau di tanyakan."kata Andi


"ya sudah... hati hati di jalan, kabari apa yang di katakan oleh dokter."pesan mamak.


Andi pun keluar dari ruangan ayah dan mencari dokter yang menangani ayah, menuju ruangan dokter.


"suster... apakah dokter ada di dalam?"tanya Andi


"maaf pak... dokter sudah pulang...tapi dia akan kontrol lagi ke sini , nanti malam dia akan datang."kata perawat.


"oh... seperti itu ya..."


"iya pak..."


"baik lah... terima kasih atas informasinya.",kata Andi meninggalkan ruangan dokter dan kembali ke kantor.


***


Sementara itu sore hari di rumah orang tua Mila, mama jadi khawatir dengan keadaan Mila yang dari tadi pagi hanya berbaring saja di tempat tidur.


"Mila...kamu makan...belum makan siang, sekarang sudah jam empat sore."kata mama

__ADS_1


"mmmhhh... pahit tenggorokan Mila..apel hijau tadi mana ma...?"tanya Mila


"lah...kan tadi kamu yang habiskan...jam berapa ya Andi pulang? biar bawa kamu ke dokter saja."kata mama.


Mila hanya diam karena dia memang tidak tau dan tidak ada menghubungi Andi dari tadi pagi, mamak sebenarnya sudah mulai curiga dengan keadaan Mila dari semalam.


Tapi kalau tidak mau makan jadi membuat dia jadi khawatir.


"menurut mama...kamu ini hamil...masa dari tadi makan apel asam itu terus, teringat nya kapan kamu terakhir haid?"tanya mama


Mila menghitung dan mengingat kapan terakhir halangan.


"kapan ya... seperti nya...bulan ini aku belum dapat lah ma..."kata Mila


"mmmhhh...jadi terakhir kapan kamu haid?"tanya mama lagi.


Mila mengingat siklus datang bulan nya,dan kapan terakhir dia datang.


"mmmhhh... terakhir halangan saat aku... mmmmm... nikah ma...ya... aku... ingat..."kata Mila sambil berpikir .


Wajah mama terlihat senang mendengar perkataan dari anaknya, mama senang karena akan menambah cucu.


"ya sudah...mama yakin kamu itu lagi hamil... jadi chat Andi sekarang untuk beli test pack ."kata mama


Mila menelan Slavina mendengar kalau kemungkinan dia hamil, menarik nafas panjang mendengar perkataan mamanya.


"chat Andi atau mama yang telpon dia."kata mama


"baik ma..."jawab Mila


Tiba tiba terdengar suara ketukan pintu di depan rumah,jadi mama yang berdiri untuk membukakan pintu rumah.


"ingat... sekarang chat Andi...mama mau buka pintu depan."kata mama


Membuka pintu rumah nya dengan wajah yang berseri, mama senang sekali kalau ternyata Mila hamil.


"Assalamualaikum..." orang di depan pintu mengucapkan salam.


Dengan senyuman yang manis mama menjawab salam tersebut


"Wa'alaikum salam..."


BERSAMBUNG


***


Jangan lupa


like...


subscribe...


komentar yang membangun


serta bingung lima nya..

__ADS_1


terima kasih


🙏🙏🙏


__ADS_2