Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.229


__ADS_3

Percakapan di kamar ternyata di dengar Leli dari luar, mendengar percakapan itu membuat Leli sedikit kecewa dengan ucapan Andi karena biasanya dia leluasa setiap bulan dapat uang dari abangnya tapi mulai sekarang tidak bisa, hanya dapat uang sewa rumah yang tidak begitu jelas, ada yang bayar bulanan tapi sedikit, kalau tahunan tidak pernah serentak.


"aduh... kalau begini aku bisa enggak bisa ngapain...mana uang arisan sudah banyak di ikuti...bang Faisal tidak pernah memberi banyak..."kata Leli dalam hati.


Leli pun masuk ke dalam kamar mau bergabung dengan mamak dan Andi."eh...ada bang Andi..."kata Leli berpura tidak tau.


"nah...ini ada Leli...jadi kamu jelaskan pada nya"kata mamak


"ada apa Mak..."tanya Leli yang berpura tidak tau.


"ah...macam enggak kenal Leli saja... pasti dia sudah dengar."kata Andi yang yakin Leli pasti sudah mendengar.


"abang ngomong apa sih..."kata Leli.


Andi pun menjelaskan pada adiknya itu, menjelaskan pembicaraan antara Andi dan mamak.


"Leli... sekarang abang sudah berkeluarga, jadi urusan rumah sewa yang ada sudah abang serahkan sama mamak. Jadi kamu bantu mamak untuk mengelolanya."kata Andi.


"iya...bang..."jawab Leli.


"masalah bulanan mamak dan ayah abang masih bisa menanggung semua, tapi untuk kamu mungkin sudah berkurang...tapi insha Allah ada...dari sewa rumah kan juga dapat.


abang enggak cerita dengan dia,biar tidak ribut."kata Andi lagi.


"baik bang...jadi ini abang tinggal di sini kan?"tanya Leli.


"mungkin kami tinggal di rumah yang tipe 36 saja,biar mandiri dan saling mengenal karena kami juga masih saling mengenal."kata Andi...


"enggak apa-apa... yang seperti itu malah lebih awet, yang penting niat awalnya."kata mamak.


"ya mak... do'akan yang terbaik untuk kami Mak..."kata Andi.


"pasti... tanpa di minta, mamak pasti doakan."kata mamak.


Andi memeluk mamak, dan sekalian meminta doa restu... semoga langgeng pernikahan dengan Mila.


"terima kasih Mak... kalau begitu Andi mau melihat rumah dengan Mila... jadi Leli... kalau sore keadaan ayah seperti ini tolong bawa ke rumah sakit."pesan Andi pada Leli.


"baik bang...", jawab Leli.


Andi keluar kamar dan melihat Mila yang sudah duduk di ruang keluarga yang lagi menunggu.


"bagaimana keadaan ayah..."tanya Mila


"sudah mendingan tapi masih lemas, tadi sudah abang pesan sama Leli kalau masih panas bawa ke dokter saja."kata Andi.


"Alhamdulillah... kalau sudah mendingan."kata Mila.


"sekarang kita keluar lihat rumah."kata Andi.


Mila tidak mau banyak bertanya, mengikuti langkah Andi ke kamar mamak untuk permisi keluar karena mau keluar. Tapi belum sampai ke kamar ternyata mamak juga keluar kamar.

__ADS_1


"Mak...kami keluar dulu,mau lihat rumah."kata Andi.


"ya...ada kunci rumah nya?"tanya mamak.


"oh...iya Mak... belum...kok Andi lupa."


"bentar mamak ambilkan, seminggu yang lalu sudah di bersihkan karena pikir mamak kalian akan tinggal di sana."kata mamak sambil mengambil kunci di dalam lemari,lalu memberikan kunci pada Mila.


"Mila...ini kunci rumah nya."kata mamak


"oh...iya mak... terima kasih."kata mamak


"itu rumah Andi kok... memang tidak besar, tapi untuk sementara kalau berdua sudah cukup."kata mamak.


"iya mak..."


Dalam hati Mila penasaran karena ternyata Andi sudah memiliki rumah."lho... ternyata bang Andi sudah punya rumah."kata Mila dalam hati.


Mereka berdua pun menuju rumah yang di tuju, tidak jauh dari rumah keluarga Andi. Rumah tersebut berada di perumahan di daerah depan rumah mamak.


"kita sudah sampai,yuk di lihat dulu."kata Andi.


"bang... kenapa harus di lihat dulu? Mila enggak masalah kok dengan yang ada."kata Mila


"Alhamdulillah...abang senang dengar nya tapi sebaliknya kita lihat, kalau kurang berminat kita..."kata Andi.


"kita nyewa rumah? enggak perlu,ini saja sama Mila sudah cukup."


Masuk ke dalam rumah mengucapkan selamat."Assalamualaikum..."kata Mila dan Andi.


Masuk ke rumah yang kecil type 36, memang kecil tapi minimalis. Walaupun kecil tapi mewah, dalam rumah sudah terisi perabotan di ruang keluarga sekaligus ruang tamu, dapur yang sudah ada kompor, lemari es dua pintu, ruang kamar dengan Pring bad enam kaki, meja rias dan televisi, sementara lemari ada di kamar sebelah.


"bang kok sudah ada peralatan nya, malah sudah mulai lengkap."tanya Mila


"mamak yang isi, setelah kita nikah dia yang mengisinya dan biasanya yang bantu si Leli."kata Andi.


"Alhamdulillah... sudah tersedia semua."kata Mila dengan wajah ceria karena lebih dari ekspektasi di pikiran nya


"kamu suka...?"tanya Andi.


"suka... Alhamdulillah...suka sekali..."kata Mila


"ternyata membuat kamu bahagia itu gampang"kata Andi sambil memeluk dari belakang istrinya.


Mila melihat ke arah suaminya sehingga mereka saling bertatapan."tidak semua orang seperti aku bang... sudah ada rumah dan kendaraan kita sepeda motor itu sudah cukup."kata Mila.


Andi melihat istrinya seperti mau bicara sesuatu."tapi kendaraan kita bukan itu saja sekarang.."


"maksudnya apa bang?"tanya Mila


"sebaiknya kita duduk dulu..."ajak Andi tapi duduk di atas tempat tidur.

__ADS_1


Mila bingung karena kenapa di ajak ke dalam kamar kalau mau duduk."kok di bawa ke kamar..."kata Mila dalam hati.


"tadi kita naik apa kemari?"tanya Andi.


"naik mobil... kenapa?"tanya Mila kembali


"itu sebenarnya punya abang, mobil itu di sewa oleh kantor tapi setelah ini kata Dafi di kembalikan saja karena sudah nikah,kan kasian istri. Jadi mulai kemarin itu punya kita."kata Andi.


"oh... seperti itu...tapi sepertinya kita belum perlu mobil, jadi biar saja di sewa kantor."kata Mila.


"enggak bisa seperti itu karena di dunia bisnis mobil itu sudah tidak layak."kata Andi.


"sebagus itu tidak layak?"


"iya... seperti itu lah kalau di dunia bisnis, orang melihat yang terbaru kalau untuk kendaraan."


"jadi kalau kendaraan nya tidak ganti bagaimana?"


"ya... mereka akan mempertimbangkan, seperti kurang yakin gitu."kata Andi menjelaskan


"Mila enggak ngerti...abang lah yang lebih tau."


"tapi abang yakin dengan Mila..."


"kalau itu harus yakin...jadi selama ini enggak yakin?" kata Mila dengan nada tinggi.


Tapi Andi malah membungkam bibir istri nya dengan b*b*r nya, jadi Mila tidak bisa bicara, sampai mereka kekurangan oksigen. Lalu Mila melepas c*u*a* dari Andi.


"bentar bang...tadi rumah sudah di kunci?"tanya Mila yang mau menghindar.


Tidak menjawab tapi mengambil sesuatu di saku bajunya, sehingga membuat Mila tidak bisa mengelak lagi.


"owalah bang Andi... baru tau surga dunia sehingga mau lagi...mau lagi..."kata Mila dalam hati.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like...like...like...


add favorit...


komentar yang membangun


serta


vote... vote... vote...


terima kasih

__ADS_1


🙏🙏🙏


__ADS_2