Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.102


__ADS_3

Sementara di kantor Raja Pratama lagi sibuk dengan pekerjaan masing masing, Reza yang lagi di ruangan mendengar ketukan pintu


tok


tok


tok


"masuk", perintah yang punya ruangan.


Dari luar masuk lah seseorang yang mau mengabarkan sesuatu.


Ternyata yang datang adalah Andi, melihat sahabatnya itu datang Dafi tidak memperhatikan tapi dia mendengar apa yang di katakannya.


"bos...ada kabar dari pak Kusuma?"kata Andi yang duduk di depan kursi bos nya itu


"kabar apa ?"tanya Dafi yang masih fokus memperhatikan laptop di hadapannya.


Andi melihat Dafi yang sibuk tapi tetap menyampaikan berita kabar pak Kusuma.


"itu... kemarin setelah jumpa di kantor kita,pak Kusuma masuk rumah sakit. Mungkin karena berita yang kita sampaikan kepada nya sehingga menjadi bebannya"kata Andi.


Mendengar kabar dari sahabat nya Dafi terdiam sejenak karena merasa bersalah.


"jadi... sekarang di rawat di mana?"tanya Dafi melihat Andi sehingga mereka saling berhadapan.


"santai bos... jangan serius kali, tadi informasi yang qu dapat pak Kusuma lagi di rumah sakit XX"kata Andi menjelaskan.


"kamu dapat informasi dari mana?"tanya Dafi lagi.


"ada deh... bos, yang pasti informasi ini akurat kok. bisa di percaya pokoknya"kata Andi menjelaskan dengan percaya diri.


"ya... sudah... nanti jam tiga kita jenguk pak Kusuma"kata Dafi


"maksudnya aqu ikut?"tanya Andi


"iya...lah...kita berdua saja pergi setelah itu baru kita pulang ke rumah masing-masing"kata Dafi


"baiklah kalau begitu, hanya itu kok yang ingin qu sampai kan"kata Andi yang berdiri beranjak pergi keluar ruangan.


Melihat Andi yang beranjak pergi Dafi melihat dan mendiamkan saja karena masih banyak pekerjaan yang belum selesai. Dalam pemikiran Dafi kalau sudah di kantor harus fokus dan secepatnya menyelesaikan pekerjaan hari ini supaya bisa cepat pulang bertemu dengan keluarga.


Setelah berkeluarga pemikiran Dafi berubah, kalau dulu di hati nya hanyalah kerja sehingga pulang paling cepat jam 10 malam. Tapi setelah menikah semua berubah,apa lagi sekarang ini istri tercinta Nadya lagi mengandung anak nya.


Setelah jam tiga sore Dafi mengajak Andi ke rumah sakit untuk menjenguk pak Kusuma, bagaimana pun pak Kusuma rekan bisnis yang baik dan masih ada kerja sama dengan perusahaan tersebut, apa lagi dia adalah teman mama nya waktu sekolah dulu.


"Andi...ayo kita ke rumah sakit XX untuk menjenguk pak Kusuma"kata Dafi yang sudah bersiap siap menunggu di hadapan meja Andi.


Andi yang tidak ada pemberitahuan sebelumnya jadi melongo dan bingung, walaupun tadi sudah di ajak tapi tidak ada pemberitahuan selanjutnya.


"kamu kok bengong gitu,ayo cepat siap siap"perintah Dafi.


"i...ya..."kata Andi yang langsung bergerak merapikan meja dan mengambil tasnya..


"komputer kamu sudah di matikan?"tanya Dafi.

__ADS_1


"sudah..."jawab Andi yang langsung bergerak mengikuti langkah Dafi dari belakang.


Sampai di tempat parkiran mobil Dafi memberikan kunci pada Andi.


"kamu bawa mobil, kita singgah dahulu beli buah untuk pak Kusuma"kata Dafi yang duduk di samping Andi.


"oke bos"jawab Andi yang langsung ke tempat yang di perintahkan Dafi.


Setelah Sampai di supermarket beli buah yang langsung minta di parsel kan supaya lebih indah di pandang dan untuk kolega bisnis tentu yang terbaik di lakukan supaya terjalin kerja sama yang baik.


"sekarang kita lanjut ke rumah sakit aja"perintah Dafi pada sahabatnya.


"siap bos"jawab Andi yang melajukan mobil.


Di rumah sakit ke dua sahabat tersebut ke bagian informasi untuk menanyakan keberadaan pak Kusuma.


"suster...kami mau menjenguk pasien atas nama Pak Kusuma"tanya Dafi pada perawat yang jaga.


"sebentar pak, akan saya coba cek atas nama pak Kusuma"jawab perawat.


Di cek di komputer tidak lah memakan waktu yang lama karena pak Kusuma selalu periksa ke rumah sakit tersebut.


"ke lantai atas ruang VVIP pak, nanti di sana langsung tanya pada perawat yang jaga di bagian tersebut"jawab perawat.


"terima kasih suster atas informasinya"jawab Dafi yang langsung ke lantai atas.


Sampai lantai atas di ruang bagian VVIP, mereka menanyakan pada perawat bagian tersebut."suster kami mau tanya,pak Kusuma di rawat di kamar mana ya...?"tanya Dafi lagi.


"oh...pak Kusuma di ruang mawar 1 , dari sini belok kanan dan dapat ruangan mawar 1"jawab perawat.


Sampai di depan ruangan Dafi mengetuk pintu kamar.


tok


tok


tok.


"Assalamualaikum..."Dafi memberi salam.


"wa'alaikum salam..."jawab Bu Mona dari dalam karena tak biasanya orang yang datang mengucap salam, jadi penasaran dia membuka pintu kamar dan melihat siapa yang datang.


"siapa ya...papi yang datang, enggak biasanya orang yang jenguk mengucap salam. paling hanya mengetuk pintu saja"kata Bu Mona pada suaminya.


"mami lihat aja sana"jawab pak Kusuma.


Bu Mona membuka pintu dan melihat ada dua orang pria ada di depan pintu.


"Bu...ini ruangan pak Kusuma?"tanya Dafi untuk memastikan yang di rawat di dalam.


"oh...iya... silahkan masuk"jawab Bu Mona yang mempersilahkan masuk tamu di hadapannya.


"iya Bu, terima kasih"jawab Dafi dan mengikuti masuk Bu Mona ke dalam ruangan.


Pak Kusuma yang penasaran siapa yang datang menanyakan pada istrinya.

__ADS_1


"siapa yang datang mami?"tanya pak Kusuma dan melihat di belakang Bu Mona orang yang berkunjung.


"pak Dafi...?"tanya pak Kusuma pada tamunya itu.


"iya...pak..."jawab Dafi.


Karena merasa masih malu untuk bertemu Dafi setelah mengetahui kejadian yang di lakukan putrinya sendiri.


"pak Dafi... repot repot ke sini"kata pak Kusuma.


"enggak apa apa pak, tadi pagi kami dapat informasi kalau bapak masuk rumah sakit."jawab Dafi.


"saya malu... tidak seharusnya menjenguk saya setelah kejadian menimpa bapak dan keluarga dulu atas perbuatan anak saya"kata pak Kusuma.


Bu Mona mendengar perkataan suaminya langsung ikut bicara.


"papi jadi ini pak Dafi yang di ceritakan kemarin? yang Siska tabrak?"tanya Bu Mona seperti tak percaya.


"iya...mami"jawab pak Kusuma.


Melihat Dafi dan Andi dari atas sampai kepala jadi lupa mempersilahkan untuk duduk."silahkan duduk pak Dafi dan pak Andi"kata pak Kusuma karena melihat istrinya yang kelihatan bengong.


"mami kok bingung gitu, ambilkan minum untuk tamu kita"perintah pak Kusuma


"Astaghfirullah hal'azim...maaf papi, silahkan duduk ya..."kata Bu Mona lagi.


Dafi dan Andi duduk di bangku dekat pak Kusuma yang memang ada dua kursi di sana sementara Bu Mona mengambilkan air mineral untuk tamu.


tok


tok


tok


Tiba tiba pintu kamar ada lagi yang mengetuk, siapakah yang datang?


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like...like...like...


add favorit...


komentar yang membangun


serta


vote... vote...vote...


Terima kasih


🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2