Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.266


__ADS_3

Besok Hari di kantor Raja Pratama terlihat Andi yang sudah mau keluar untuk istirahat siang. Dafi yang mau makan siang menanyakan pada temannya itu mau makan di mana, biar sama sekalian.


"Ndi...kamu mau makan siang di mana?"tanya Dafi


Terlihat bingung mau menjawab pertanyaan bos sekaligus sahabat nya, dia mau keluar tapi sudah di ajak makan siang. Mereka selalu siang bersama, kalau tidak di kantin atau saat lagi meeting dengan klien.


"mmmhhh... belum tau bos... sebenarnya aku mau permisi, tapi..."


"makan siang di kantin kita sekarang dan kamu cerita pada ku di sana."ajak Dafi


Dafi duluan ke kantin dan di ikuti Andi dari belakang, mau memasuki lift mereka yang di utamakan karena yang mau memakai fasilitas adalah bos.


Sampai di kantin juga mereka berdua lebih di utamakan, pesanan makanan mereka yang di dahulukan. Saat makan mereka pun ngobrol.


"kamu mau ke mana?"tanya Dafi


"aku mau ke rumah mamak...ada sedikit masalah."kata Andi.


Dafi melihat wajah Andi kenapa jam segini ke tempat mamak nya.


"oh... enggak ada kaitannya dengan Mila-kan? hubungan kalian baik baik saja kan?"tanya Dafi.


"Alhamdulillah... hubungan aku dan Mila baik baik saja... tidak ada masalah di antara kami...dia juga bukan orang yang manja."kata Andi.


"oh... syukur lah kalau begitu...aku menanyakan itu karena kalian menikah itu tidak ada proses pacaran, tapi biasanya yang seperti ini yang langgeng... tapi pasti ada juga ujian nya...kamu ingat waktu aku dan Nadya?"tanya Dafi


Apa yang di katakan Dafi ada benarnya juga , pernikahan mereka adalah cobaan nya adalah di Leli yang sering mengganggu nya.


"betul yang bos katakan,tidak ada orang ke tiga di antara kami tapi masalah nya adalah Leli adik ku...dia seperti tidak bisa terima kalau aku ini sudah menikah.",kata Andi.


Makanan mereka pesan pun datang, karena di kantin tidak banyak menu pilihan yang menggoda. Jadi mereka pesan adalah ayam penyet dan just jeruk, jadi sambil makan mereka berdua bercerita.


"apa masalah nya dengan dia? apakah dia mengganggu Mila?"


"masalah nya tidak ada...tapi setelah menikah... otomatis aku jadi tidak memperhatikan nya."kata Andi


"oh... kalau begitu baik baik kamu bicarakan dengan nya... jangan emosi... bagaimana pun Leli itu adik mu."kata Dafi.


Andi tau kalau dari kecil mereka selalu bersama,jarak mereka hanya tiga tahun, sekolah pun mereka sama tapi pas kuliah saja tidak sama karena Leli yang tidak kuliah.

__ADS_1


"iya bos aku tau itu... masalah ini memang tidak ku ceritakan pada Mila... karena aku takut mereka berdua jadi bertengkar"kata Andi


Mereka menyantap makanan yang ada di hadapan kalau sudah dingin pasti tidak akan enak.


"jadi tadi rencana mu jam istirahat pulang ke rumah mamak setelah itu kembali ke kantor?",tanya Dafi.


"rencana seperti itu bos...tapi enggak jadi... takut enggak terkejar."kata Andi.


"gini saja...jam dua kamu boleh pulang untuk menyelesaikan masalahmu dengan Leli."kata Dafi


Mendengar dapat izin pulang cepat dari bos nya membuat Andi senang karena dia mau secepatnya bertemu dengan Leli.


"Alhamdulillah... terima kasih bos atas masukannya."kata Andi.


"mmmhhh...tapi ingat... besok kamu masuk dan tidak boleh permisi karena kita ada pekerjaan yang penting."kata Dafi.


"baik...insha Allah aku besok akan masuk kerja."kata Andi.


"ya sudah... sekarang kita makan saja...biar cepat masuk ke kantor lagi.,"kata Dafi.


Makan ayam penyet dan minum just jeruk di siang hari membuat merah jadi semangat untuk menyelesaikan pekerjaan hari ini.


***


Jam tiga kurang lima sampai ke rumah orang tua nya, mamak membukakan pintu rumah.


Melihat kedatangan Andi membuat mamak senang karena sudah beberapa hari terakhir tidak bertemu.


"apa kabar mu nak? sendiri saja? kenapa Mila tidak di bawa?"tanya mamak.


Pertanyaan yang mamak lontarkan membuat Andi bingung mau menjawab yang mana.


"Alhamdulillah sehat Mak...aku sengaja tidak membawa Mila karena mau menyelesaikan masalah dengan Leli, kira kira Leli ada di rumah?"tanya Andi


Mamak bingung mendengar perkataan Andi,mau menyelesaikan masalah...


"masalah? apa masalah nya dengan Leli?"tanya mamak .


Andi melihat ke arah mamak tak tega rasanya menceritakan kejadian semalam sore yang Mila ceritakan padanya.

__ADS_1


"Mak... kalau aku ceritakan... jangan sedih ya...aku takut membuat mamak stress dan sedih."kata Andi.


"cerita tentang apa? dan masalah apa? ceritakan sama mamak."


"baik lah mak...aku akan ceritakan, semalam saat aku belum pulang ke kantor... ternyata Leli singgah ke rumah. Mila yang ada di rumah menyambut nya."kata Andi bercerita.


Mamak masih terdiam dan tidak mau berkomentar karena serius mendengarkan cerita dari Andi.


"jadi Leli bercerita kalau mamak lagi sakit dan mau berobat, karena tidak ada uang jadi dia minta sama Mila."


Andi pun melanjutkan ceritanya dan mamak sebagai seorang pendengar.


"uang Mila di dompet tidak lah banyak jadi dia kasi Rp250000, setelah itu dia melihat ada udang di freezer... katanya ada udang di sana... terus Leli bercerita kalau mamak suka udang...jadi dia pun meminta udang tersebut."kata Andi.


Mendengar semua cerita anaknya membuat mamak sedih karena Leli sanggup bercerita kalau dia sakit dan tentang udang mamak jadi teringat Dio yang membawa udang goreng crispy.


"oh... udang tadi malam dari rumah mu...?"kata mamak


"iya mak...kata Mila biar di masak dulu...tapi Leli tidak mau...biar dia yang masak."


"Astaghfirullah hal'azim...anak itu kok makin menjadi saja keahlian dalam berbohong, tega dia mendoakan mamak sakit."kata mamak.


Ayah yang melihat Andi dan istri nya lagi ngobrol serius,dia pun mendekati mereka berdua."Andi...kapan sampai?"


"paling dua puluh menit yang lalu."jawab Andi.


Melihat istrinya yang sepertinya mau menangis jadi ayah mendekati nya


"Mak...ada apa ? kenapa sedih sekali?"kata ayah sedikit panik.


Mamak melihat ke arah suaminya dan menjawab pertanyaan ayah.


"itu lah ayah...si Leli semalam mengulah ke rumah Andi di saat dia tidak ada, bisa dia katakan kalau aku lagi sakit dan butuh uang untuk berobat."kata mamak


Kaget ayah mendengar istrinya mengatakan itu,jadi dia duduk ke kursi untuk mencerna cerita tersebut dan hening sejenak...tiba tiba ada seseorang yang mengetuk pintu rumah mereka.


"Assalamualaikum..."


BERSAMBUNG

__ADS_1


*****


__ADS_2