
Tak menyangka apa yang dia dengar dari mulut abang iparnya tentang yang di lakukan oleh Leli .
"apa???"kata Faisal dengan suara keras karena seperti tak percaya.
Mencerna perkataan yang baru dia dengar, kalau ternyata Leli menjadi maling di rumah abang nya sendiri.
"apa ...Leli menjadi maling di rumah bang Andi?"kata Faisal.
"huh...iya... sebenarnya aku tak percaya...tapi itu terjadi di hadapan ku sendiri Faisal..."kata Andi seperti frustasi.
Hening sebentar... karena mereka semua tak percaya,tapi bagaimana lagi?
Akhirnya Faisal berbicara terlebih dahulu karena Leli adalah istrinya.
"Maaf bang..."itu yang keluar dari mulut Faisal.
Andi yang kasian dengan Faisal karena perbuatan adiknya itu... sebagai suami jadi menanggung malu.
"sebenarnya kamu tidak salah...tapi harus tau juga."kata Andi.
"aku bingung mau bicara apa...tapi kalau boleh tau... apa yang di ambil nya.?"tanya Faisal.
"semalam pas pulang kerja...Mila mengeluhkan ada bahan makanan dan pakaian dia yang tidak kelihatan atau hilang."kata Dafi.
Mamak yang ingat kalau Leli semalam membawa nugget dan saos.
"semalam pas setelah menjemput adek, Leli membawa nugget dan saos ukuran 300ml."kata mamak
Lalu mamak ke belakang untuk mengambil nugget di freezer, tadi pagi sudah di goreng sebagian saja.
"ini dia nugget nya."mamak tunjukkan pada orang yang ada di depan.
Faisal mengepalkan tangannya,
"makanan seperti itu dia curi... padahal aku selalu memberikan dia uang belanja."kata Faisal dalam hati.
Tapi tak di sangka hanya mengambil makanan frozen dan saos.
"Astaghfirullah hal'azim...itu yang dia ambil? padahal setiap hari aku setor uang belanja , kalau untuk beli ini... cukup uang nya itu."kata Faisal.
Mamak dan ayah jadi berpandangan karena selama Leli selalu mengeluh kalau tidak di berikan uang belanja dari Faisal.
"Faisal...tapi Leli selalu mengeluh kalau kamu...."kata mamak terputus takut menyinggung perasaan menantu nya itu.
"maksud mamak apa? atau jangan jangan...kalau Leli selalu mengeluh kalau aku tidak pernah memberikan uang belanja."tebak Faisal.
__ADS_1
Mamak jadi tak enak hati karena baru sadar kalau anaknya itu berbohong padanya.
"mmmhhh...bukan maksud mamak meremehkan kamu...tapi kata Leli dia tak pernah mendapatkan uang belanja dari kamu."kata mamak menjelaskan.
Faisal kelihatan sangat marah karena istri nya sanggup mengatakan hal itu kepada orang tua nya, padahal selama ini dia Selalu memberikan uang belanja setiap hari pada istrinya.
"mak...aku memang tidak bisa memberikan uang belanja lebih untuk saat ini tapi... setidaknya sabagai seorang suami...aku sudah melaksanakan tanggung jawab terhadap keluarga."kata Faisal.
Mamak dan ayah jadi saling pandang karena anak mereka sudah berbohong. Andi yang duduk di situ juga jadi semakin marah pada Leli adiknya.
"ck...jadi selama ini Leli sudah membohongi kita semua... kenapa dia bisa seperti itu...aku setiap bulan di mintai nya uang juga."kata Andi.
Ayah yang tak menyangka anak perempuan nya bisa seperti itu, padahal rumah sudah di siapkan, mobil yang Andi belikan juga dia yang pakai.
"jadi kemana semua uang nya? rumah, mobil...dia tinggal pakai... apakah kamu tidak tau kemana uang nya itu?"tanya Andi.
"selama ini dia hanya selalu banyak menuntut untuk kehidupan yang berkecukupan,jadi aku hanya fokus mencari uang. Nanti biar coba di selidiki dulu bang."jawab Faisal.
Tok...tok...tok...
"Assalamualaikum.."
Dio masuk ke dalam rumah mamak dan ayah.
"wa'alaikum salam...Dio...kamu pulang dengan siapa?"tanya Faisal mendekati anaknya dan berharap Leli ada di depan.
Faisal pun ke depan rumah mau membayar becak yang mengantar anaknya.
"pak... ketemu Dio di mana?"tanya Faisal
"tadi Bu Leli yang telpon kalau Dio di antar Kam ke rumah, katanya dia lagi ada urusan dan nenek dan kakek ada di rumah."jawab becak Udin.
"oh... selesai itu... terima kasih ya..."kata Faisal sambil memberikan bayaran ongkos becak.
Masuk ke dalam rumah kembali dan mau memberikan anaknya makan."pasti Leli melarikan diri... takut kalau bang Andi ke sini."kata Faisal dalam hati.
Ternyata jam makan siang sudah masuk dan mamak lagi mempersiapkan nya, jadi mereka berlima termasuk Dio makan bersama di meja makan.
"makan siang kita sekarang... masalah Leli... nanti akan kita bahas lagi saat orang nya ada."kata mamak
Mereka semua pun ke ruang makan dan makam sudah tersedia. Dio yang sudah berganti baju pun kembali ke rumah nenek dan kakeknya.
"baik mak... nanti kalau Leli pulang...kita tanyakan bersama."kata Faisal.
***
__ADS_1
Sementara itu Mila yang sedang berada di rumah orang tua nya, dia pun senang sekali karena bisa lebih lama di sini.
Setelah makan siang bersama... Zuhur terlebih dahulu dan setelah itu bersiap kembali karena Andi berpesan akan menjemput nya jam dua siang.
Melihat anaknya yang sudah rapi... membuat mama bertanya.
"sudah rapi...kamu mau kemana?"
"mau pergi sama bang Andi ma... katanya jam dua dia sampai."jawab Mila
"oh... cepat kali pergi nya, mau kemana?"tanya mama lagi.
"mau lihat rumah ma... yang kami tempati sekarang ini... kecil...masa di dalam ada sepeda motor bang Andi... ruang tamu langsung kelihatan dapur."kata Mila.
"oh... begitu... syukur Andi bisa langsung mendapatkan rumah pengganti, jadi rumah yang sekarang mau di kemanakan?"tanya mama
Mila juga bingung karena itu rumah siapa.
"enggak tau ma...itu rumah siapa juga Mila enggak tau,tapi...kata bang Andi waktu kami mau menikah...mamak nya mengisi rumah itu, apa itu rumah orang tua nya?"kata Mila.
"Mila...kamu itu... seharusnya tau Andi itu punya apa saja..."kata mama
"bagaimana caranya? masa harus maksa, seharusnya bang Andi sendiri yang cerita."kata Mila
Mama yang kesal dengan anaknya karena tidak mengetahui siapa suami nya.
"Mila... menurut mama... kalau Andi itu punya banyak kekayaan."
"mama kok tau?"
"mama bisa baca dia, buktinya saat menikah...kamu minta mahar emas,tapi tidak menentukan jumlah nya...terus berapa jumlah mahar mu?"
"berapa ya... seratus gram.. kayak nya."
"mmmhhh... kalau di rupiah kan jadi berapa? terus ternyata dia juga ada mobil, jangan jangan... rumah yang mau kalian lihat adalah punya dia..."kata mama dengan tegas.
Mila terdiam karena apa yang di katakan mama itu ada benarnya juga.
"iya juga ya ma..."kata Mila pada mamanya yang lagi kesal.
"mama doakan semoga kamu cepat hamil...jadi ada ikatan lebih mendalam karena sudah ada nya anak."kata mama
"apa ma...hamil?"kata Mila.
BERSAMBUNG
__ADS_1
***