
Pak Kusuma melihat seisi rumah Bu Zubaidah yang sangat sederhana,jauh sekali dengan keadaan di rumah pribadi nya.
Biasanya di rumah Siska terima bersih, tidak tau kapan memasak, mencuci dan lain sebagainya pekerjaan rumah tangga.
Setelah selesai memperhatikan rumah,pak Kusuma duduk bergabung dengan yang ada di rumah. Duduk di antara dua keluarga yang pertama kali bertemu, biasanya orang kalau menikah. Acara lamaran, akad dan sekaligus pesta.
Tapi kali ini terbalik dengan kasus Dedy dan Siska. Menikah dulu, pertemuan keluarga baru pesta pernikahan.
Seperti nya Siska tidak begitu antusias dengan pesta di kampung Dedy,dia lebih suka kalau pesta terlaksana di kota saja.
Pak Kusuma mengawali pembicaraan karena dia lelaki yang paling tua di antara orang yang ada."Bu Zubaidah... sebelumnya saya dan keluarga meminta maaf atas kejadian kemarin, itu kami lakukan untuk menguji Siska dan Dedy. Bagaimana dengan mereka? apakah sudah saling menyatu dan bersama menghadapi permasalahan"kata pak Kusuma
"iya pak... sudah berlalu jangan di ingat lagi"jawab Bu Zubaidah."itu namanya Ngeprank..."kata Siska dalam hati.
"Papi... sebelum membuat keputusan, tanya dulu kepada Siska dan Dedy. Apakah mereka setuju?"tanya Bu Mona.
"menurut papi mereka pasti setuju"jawab pak Kusuma dengan percaya diri.
"kan...kumat lagi egois nya...suka menentukan sendiri tanpa menanyakan pada orang yang bersangkutan"kata Bu Mona.
Mendengar perkataan istri nya akhirnya pak Kusuma berpikir ulang dan menanyakan kepada anak dan menantunya."betul juga apa yang di katakan mami... bagaimana pendapat kalian berdua? apakah Dedy dan Siska tidak berkeberatan?"tanya pak Kusuma.
Dedy dan Siska saling pandang mendengar pertanyaan pak Kusuma."papi...kami mau berunding dulu... boleh kan?"tanya Dedy pada mertuanya karena Siska seperti kurang setuju.
"baiklah kalian kompromi setengah jam,papi tunggu dari sekarang"kata pak Kusuma
"baik papi...kami kompromi di luar dulu"kata Dedy.
Pak Kusuma mengerutkan keningnya karena mau kompromi di luar rumah."ngapain di luar rumah,di kamar saja...tapi jangan lama dan yang enggak enggak karena kami menunggu di sini"kata pak Kusuma
"iya papi...mana mungkin lakukan yang... orang banyak yang nungguin,mana nyaman"jawab Siska.
Papi dan anak itu ngomong sedikit enggak enak di dengar,Bu Mona malu mendengarnya,apa lagi ada besan duduk bersama."ini pada ngomong apa...ya sudah sekarang kamu kompromi dengan Dedy"kata Bu Mona.
Dedy dan Siska pun berdiri dan masuk ke dalam kamar, di dalam mereka pun saling pandang."bagaimana menurut kamu ide papi?"tanya Dedy pada istrinya dan dia yakin Siska tidak setuju.
"its...aqu enggak mau.. enggak setuju, di arak di lihat orang sekampung,kan malu jadi nya"kata Siska.
Apa yang di katakan Siska betul,tapi biasanya perintah papi tidak boleh di ganggu gugat."tapi bagaimana lagi? cara menolak secara halus, mas bingung ngomong nya."kata Dedy.
__ADS_1
Siska yang tidak kehabisan akal,dia pun memberikan solusi pada suaminya."mas... bagaimana kalau kita bilang pestanya di rumah ini saja, jangan di arak dan di balai desa. Terserah papi yang mau menyerahkan pada pak kades,kita terima bersih saja."kata Siska.
Dedy memikirkan apa yang di katakan istri nya."betul juga apa yang di katakan Siska, kan malu buat acara di balai desa sementara rumah juga ada di sini"kata Dedy dalam hati.
"hayo...mas lagi mikirin apa?"tanya Siska.
"ih...kamu itu... lagi mikirin rencana kita dan cara penyampaian pada papi"kata Dedy sambil mengacak rambut Siska.
"aduh mas...jadi kusut rambut qu"kata Siska merapikan rambut yang di acak suaminya.
"kamu itu lebih cantik kalau pakai jilbab lho..."kata Dedy.
"oh...ya... nanti kita bicarakan masalah jilbab, sekarang masalah pesta"jawab Siska.
"oke lah kalau begitu... sekarang kita keluar kamar karena kita sudah ada jawaban kalau di tanya"kata Dedy sambil mengecup bibir istrinya sekilas.
"mas... ambil kesempatan ya..."kata Siska.
Kedua suami istri itu pun keluar dari kamar untuk menemui ke dua orang tua yang sudah menunggu. Terlihat mereka berada di ruang keluarga lagi menikmati secangkir teh hangat dengan cemilan yang Tito beli di warung.
Mereka yang menyadari Dedy dan Siska sudah keluar kamar, semua mata tertuju pada mereka berdua."sudah selesai? apa keputusan nya?"tanya pak Kusuma.
"oh... gitu ya... bagaimana dengan pendapat Bu Zubaidah dan mami?"tanya pak Kusuma.
Bu Zubaidah yang di tanya pun menjawab pertanyaan besannya itu."menurut saya betul apa yang di katakan Dedy, biar lah masyarakat di sini yang datang ke rumah, lagian Dedy ada keluarga dan rumah di sini"kata Bu Zubaidah.
Pak Kusuma melihat ke arah istrinya"menurut mami lebih baik seperti itu, kalau papi mau minta tolong sama pak kades, ya enggak masalah"kata Bu Mona sebelum di tanyakan.
"oh... seperti itu ya...jadi tugas pak kades mengundang semua warga"kata pak Kusuma.
"ya... memang seperti itu karena dia yang tau semua warga"kata Bu mona.
Akhirnya kesepakatan sudah di dapat,maka pak Kusuma dan Bu Mona bersiap untuk kembali ke tempat penginapan."Alhamdulillah...kita sudah mendapatkan solusi, kalau masalah biaya...kami yang akan menanggung nya Bu"kata pak Kusuma langsung pada besannya.
"terserah bapak saja...saya ikut aja, karena terus terang untuk biaya kami tidak ada "kata Bu Zubaidah.
"tidak boleh bicara seperti itu... sekarang saya ada jadi tidak masalah kalau pihak kami yang akan menanggung. Lagian ini niat dan nazar saya Bu "jawab pak Kusuma.
"semoga bapak dan keluarga di beri kesehatan dan rezeki yang berlimpah"kata Bu Zubaidah.
__ADS_1
"a...min..."jawab semua yang ada di ruangan.
Pak Kusuma dan Bu Mona melihat ke arah jam."oke lah kalau begitu...kami permisi dan titip Siska,kami mau kembali ke tempat penginapan"kata Bu Mona.
"lho... kirain nginap di sini..."kata Bu Zubaidah.
"maaf...lain kali ya Bu... kebetulan sudah di pesan "kata Bu Mona.
Dedy yang mengetahui kalau di dekat sini tidak ada penginapan,maka langsung di tembak nya."papi dan mami nginap di kabupaten?"tanya Dedy.
"iya... karena di sana yang ada penginapan"jawab Bu Mona
"wah...jauh itu...dari sini biasa nya memakan waktu dua jam"kata Dedy.
"enggak apa apa, dekat kok..di kota kalau sudah macet saja dari kantor sampai rumah memakan waktu tiga jam"jawab pak Kusuma.
BERSAMBUNG
*****
jangan lupa
like...like...like...
add favorit...
komentar yang membangun
bunga mawar yang bermekaran
secangkir kopi original yang hangat
serta
vote... vote... vote...
terima kasih
🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1