
Mila dan Andi kaget melihat suster membawa seorang pasien yang mereka kenal, apa lagi Mila sedikit shok melihat nya.
"Nadya...kamu kenapa?"tanya Mila
Nadya yang lagi berusaha untuk santai, dia pun berbaring di atas tempat tidur bersalin yang ada di rumah sakit.
"seperti nya kita lahiran nya bersamaan."jawab Nadya.
Mendengar hal itu Mila seperti tak percaya tapi bagaimana lagi.
"kok bisa ya....aduh... aduh..."kata Mila sambil menahan rasa sakit
Andi Marsa iba melihat Mila yang kesakitan dan melihat Nadya juga yang mau melahirkan di sebelah.
"sabar... sayang... banyak istighfar."kata Andi
Nadya yang di sebelah sendirian, jadi Andi pun menelpon sahabatnya itu. Dan di lihat oleh Nadya.
"bang Dafi lagi di jalan menuju ke sini bang Andi."kata Nadya.
"oh... seperti itu... syukur lah kalau seperti itu."kata Andi.
Melihat dua wanita yang lagi tak berdaya, membuat Andi berinisiatif untuk mencari jamu dan madu untuk Mila dan Nadya.
"Abang keluar dulu, mencari makanan dan madu untuk kalian berdua, biar kuat."kata Andi pada istri nya.
Karena ada Nadya di sebelah jadi Mila tidak takut lagi, jadi dia pun mengizinkan suami nya.
"ya bang...tapi jangan lama lama...cepat ke sini lagi."kata Mila
"iya...mana mungkin abang lama."kata Andi.
"aman bang Andi, aku ada di sini...tenang saja di jalan."kata Nadya.
"titip Mila ya....aku pergi sebentar keluar."kata Andi yang langsung keluar ruangan.
Tinggal Mila dan Nadya yang lagi menunggu proses kelahiran, tak berapa lama dokter kandungan kembali masuk ke dalam untuk memeriksa Nadya.
Dokter yang memeriksa Nadya ternyata sudah kenal karena melahirkan Arkan juga sama dokter tersebut.
"lho...Bu Nadya... sudah buka tanda?"tanya dokter
"iya dokter... seperti nya saya juga mau melahirkan seperti teman saya di sebelah."kata Nadya melihat ke arah Mila
"oh... itu temannya?...saya periksa dulu ya... bawaan rileks ya..."kata dokter.
Nadya mengikuti perintah dari dokter, setelah itu dokter pun memberikan instruksi pada suster.
"masih bukaan tiga... pecah ketuban juga, jadi kita suntik sinto...biar cepat lahirannya."kata dokter.
Nadya yang sudah pasrah karena mau melahirkan.
"terserah dokter saja, nama yang terbaik saja."kata Nadya.
"okey... nanti saya datang lagi..."kata dokter meninggalkan dua pasien nya setelah menyuntik Nadya.
__ADS_1
Tak berapa lama Dafi datang ke ruangan, sedikit shok karena melihat dua wanita yang lagi menunggu persalinan. Apa lagi melihat Nadya yang predikatnya masih dua mingguan lagi.
"Sweet heart...kamu kenapa? mau lahiran juga "kata Dafi mendekati istrinya sambil mengecup kening.
"iya bang...anak kita seperti nya mau kompakan sama anak Mila."jawab Nadya.
Mendengar jawaban istri Dafi hanya geleng kepala. "ada saja kamu...Andi mana?"kata Dafi baru sadar kalau Mila hanya sendirian.
"baru saja keluar pak katanya mau beli madu atau jamu biar kuat lahiran nya."jawab Mila
"oh...aduh...kamu kenapa?"tanya Dafi pada istrinya yang tiba tiba menggenggam tangan sekuat tenaga.
"aduh... aduh... sakit bang... sudah mulai beraksi obat nya."kata Nadya
"oh... sabar... sabar... istighfar."kata Dafi menenangkan istrinya.
Begitu juga Mila yang juga sudah kontraksi, dia hanya menggenggam bajunya. Menahan kontraksi untuk melahirkan memang lah sakit. Andi pun kembali ke ruangan bersalin, melihat bos nya sudah di dalam ruangan.
"bos... sudah lama?"tanya Andi
"ada setengah jam, kamu dari mana?"tanya Dafi
"beli ini bos...biar kuat dua ibu yang mau melahirkan ini."jawab Andi sambil memberikan satu bungkusan untuk Nadya.
"terima kasih ya ndi..."kata Dafi
"bos ini seperti orang lain saja."kata Andi
Dua pria itu pun memberikan madu untuk di minum, dengan sangat sabar mereka berdua mendampingi istri masing masing, walaupun mereka berdua juga merasakan kesakitan karena menahan genggaman istri masing masing yang menahan kesakitan.
"seperti nya ibu setelah magrib akan lahiran, jadi biarkan suaminya sholat dulu sembari berdoa."kata dokter dan setelah itu memeriksa Nadya
"Alhamdulillah... sebentar lagi akan lahiran, Abang ke mushola rumah sakit saja ya..."kata Andi minta izin pada istri nya
"ya...tapi jangan lama lama, dan dampingi aku lahiran."kata Mila
"baik sayang..."kata Andi memberikan semangat pada istri nya dan setelah itu dia pun keluar ruangan.
Dokter memeriksa Nadya dan setelah itu dokter geleng kepala, melihat itu Dafi jadi takut.
"enggak apa apa pak, tapi sepertinya ini akan lahiran bersamaan...bapak cepat magrib dulu dan setelah itu langsung ke sini."kata dokter dan langsung keluar juga.
"iya dokter "kata Dafi langsung keluar ruangan dan tak lupa mengecup kening istrinya.
Mendengar itu Nadya hanya tersenyum dan dia hanya santai saja untuk menghadapi nya.
Jadi Mila dan Nadya hanya di batasi kain, karena sudah selesai di periksa,maka kain tersebut di buka kembali.
"Nadya...aku enggak nyangka aja kalau kita kok bisa melahirkan bersamaan."kata Mila
"mungkin mereka mau sahabatan seperti mama dan ayah nya."jawab Nadya
"iya juga ya..."kata Mila
"nanti mereka kan akan sekolah bareng juga seperti kita "kata Nadya
__ADS_1
"kita kan barengan nya pas kerja saja di TK . Bintang."kata Mila
"iya...tapi mereka akan sahabatan dari di kandungan, lahiran...."kata Nadya.
"dan seterusnya...aduh... seperti nya ada yang mau keluar..."kata Mila
Mendengar itu Nadya jadi histeris tapi tak bisa untuk menolong,maka di panggil nya lah perawat.
"suster... suster... tolong...teman saya mau melahirkan."kata Nadya memanggil suster dengan suara kuat.
Suster pun dengan cepat mendatangi kedua pasien tersebut, dan dari pintu Andi juga masuk.
"ada apa Bu?"
"aduh... seperti nya ada yang mau keluar suster."kata Mila
"baik Bu...bawa rileks, biar saya panggil dokter."kata suster.
Melihat itu Andi pun bergegas mendekati istrinya.
"kenapa sayang... sakit ya..."
"seperti nya aku mau lahiran bang."
Dokter dengan langkah cepat mendekati kedua pasien itu.
"yang mana sakit?"kata dokter bingung melihat ke dua orang tersebut.
"saya mau lahiran dokter."kata Mila
"oke Bu... sekarang kita ke posisi mau melahirkan, turun dikit ke bawah."kata dokter
Andi membantu istrinya untuk melakukan hal yang di perintahkan oleh dokter, melihat hal itu dokter salut karena jarang ada suami yang mau mengikuti proses kelahiran.
"bapak kuat untuk mendampingi istri mau melahirkan?"tanya dokter
"insha Allah kuat dokter."jawab Andi.
"syukurlah kalau begitu karena saya takut nantinya bapak trauma melihatnya."kata dokter
"mudah mudahan tidak dokter."kata Andi
BERSAMBUNG
***
jangan lupa
like...
subscribe...
komentar yang membangun
terima kasih
__ADS_1
🙏🙏🙏