
Di kediaman Nadya juga sudah heboh, walaupun tidak ada acara pesta pernikahan tapi tamu yang di undang juga termasuk banyak. Tamu memenuhi ruangan tamu dan ada satu tenda yang di pasang agar tidak terlalu banyak orang di dalam ruangan.
Bu Nilam sudah sibuk mengurusi catering untuk tamu yang di bantu bi Sumi. Setelah urusan catering selesai Bu Nilam pun berdandan dengan MUA yang menangani Nadya.
"aduh anak gadis mama, cantik banget. make up nya manglingi lho"kata Bu Nilam.
"cantik-kan bunda ? tidak terlalu menor tapi terlihat elegan"Kata MUA yang menangani Nadya.
",iya... setelah ini saya juga di make up juga ya..."perintah Bu Nilam.
"oke bunda, tapi jangan kemana mana ya..."jawab MUA.
Sementara di luar pak Arif juga sudah mulai menyambut para tamu yang di undang.
Tak berapa lama juga rombongan pengantin pria pun datang dan memasuki ruangan, tapi ada juga yang menunggu di luar.
Dafi yang mau ijab kabul mendatangi pak Arif untuk memberi tahu mahar yang akan di berikan Dafi.
"Assalamualaikum pak...ini dia mahar yang saya berikan kepada Nadya" kata Dafi sambil memberikan secarik kertas pada pak Arif.
"wa'alaikum salam..."pak Arif mengambil kertas yang di berikan Dafi, dia sedikit terkejut melihat tulisan di kertas tersebut.
"enggak salah kamu? sudah yakin?"tanya pak Arif.
"tidak pak, insha Allah yakin"jawab Dafi
"ya sudah, kamu masuk aja dulu karena bapak menunggu tuan Kadhi/penghulu"kata pak Arif
Dafi pun langsung masuk ke dalam rumah dan duduk di tempat yang di sediakan.
Tak berapa lama penghulu/tuan Kadhi yang mau menikahkan Dafi dan Nadya pun datang.
"pak penghulu silahkan masuk"kata pak Arif sambil menyambut penghulu yang baru datang.
"iya, bapak orang tua dari pengantin wanita?"tanya penghulu.
"iya pak"jawab pak Arif
"oh... kalau begitu ayo kita masuk bersama-sama, biar acara cepat di laksanakan. Karena saya juga mau menikahkan yang lain"kata pak penghulu.
Mereka pun masuk bersama dan acara pun di mulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran.
Sementara Nadya menunggu di kamar aja dulu. Setelah selesai pembacaan ayat suci Al-Quran, pak penghulu pun memeriksa berkas.
"apakah anda yang bernama Muhammad Al Qaddafi?"tanya pak penghulu
"betul pak"jawab Dafi
"siapa nama calon istri anda?"tanya penghulu lagi
"Nadya Salsabila binti Muhammad Arif"jawab Dafi
__ADS_1
"wah... ternyata calon pengantin kita sudah siap kelihatan nya"kata pak penghulu dan membuat para tamu di ruangan tersebut tertawa.wkwkwkwk.
"kalau begitu sebelum akad di mulai saya mau bertemu dengan calon mempelai wanita, ada yang mau saya tanyakan"kata penghulu tersebut.
Bu Nilam pun membawa penghulu ke kamar Nadya.Di dalam kamar pak penghulu menyatakan beberapa pertanyaan kepada Nadya
"apakah betul anda yang bernama Nadya Salsabila"tanya pak penghulu
"betul pak"jawab Nadya."
"Alhamdulillah... kalau begitu"jawab pak penghulu
"apakah kamu kenal yang bernama Muhammad Al Qaddafi ?"tanya pak penghulu
Dengan malu malu Nadya menjawab dengan mengangguk."iya pak kenal"
"apakah kamu bersedia menikah dengan nya"
"bersedia"jawab Nadya
"tanpa ada paksaan?"tanya pak penghulu
"tidak pak"
"yakin?"tanya pak penghulu lagi
"insha Allah yakin"jawab Nadya
"terakhir saya mau bertanya, coba bacakan syahadat"perintah pak penghulu
"Ashaduallaailahaillallah wa'ashaduanna Muhammadarrasulullah"jawab Nadya tegas.
Setelah mendengar syahadat yang di bacakan Nadya, pak penghulu keluar dari kamar lalu kembali ke tempat Dafi dan pak Arif.
"Setelah saya berjumpa dengan mempelai wanita dan menanyakan beberapa pertanyaan dan tidak ada paksaan apapun dalam pernikahan ini, maka sebaiknya kita segera mengucap ijab kabul. Biar secepatnya sah, bukan begitu Dafi???"tanya pak penghulu kepada Dafi.
Dafi mendengar perkataan penghulu hanya tersenyum dan hadirin di dalam ruangan juga tersenyum."Bagaimana pak Arif selaku wali dari mempelai perempuan sudah siap untuk menikah-kan anaknya?"tanya pak penghulu kepada pak Arif
"Insha Allah siap pak"jawab pak Arif
"tarik napas panjang ya pak"kata pak penghulu
"untuk calon pengantin laki laki, coba bacakan syahadat sebelum kita ijab kabul"perintah pak penghulu
"Ashaduallaailahaillallah wa'ashaduanna Muhammadarrasulullah"jawab Dafi dengan lantang
"Alhamdulillah... ternyata mempelai pria sudah tidak sabar ya ..."kata pak penghulu
sementara para tamu di dalam ruangan tersenyum dan sedikit tertawa.
"kita istighfar dahulu ya..."perintah pak penghulu dan semua mengucap istighfar termasuk pak Arif dan Dafi. Dan setelah itu pak penghulu mempersilahkan pak Arif dan Dafi berjabat tangan untuk mengucap ijab Kabul.
__ADS_1
"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau ananda Muhammad Al Qaddafi bin Abdullah dengan anak saya yang bernama Nadya Salsabila binti Muhammad Arif dengan mas kawinnya berupa emas logam mulia seberat 1000 gram Tunai" kata pak Arif dengan satu nafas.
"Saya terima nikahnya dan kawinnya Nadya Salsabila binti Muhammad Arif dengan mas kawinnya yang tersebut Tunai" jawab Dafi lantang
"Sah....sah..."tanya pak penghulu kepada saksi dari kedua belah pihak pengantin.
"sah...sah..."jawab saksi pengantin.
"Alhamdulillah...."jawab semua dan pak penghulu mengucapkan doa untuk kepada mempelai. Setelah mengucapkan doa maka pak penghulu mempersilahkan mempelai perempuan untuk masuk.
"kepada mempelai perempuan untuk di bawa ke ruangan ini, karena mempelai pria mau menyerahkan mas kawinnya"kata pak penghulu.
Bu Nilam membawa Nadya keluar dari kamar untuk duduk di ruangan ijab kabul. Karena Nadya masih duduk di kursi roda, maka Dafi mendatangi Nadya. Lalu di gendong nya Nadya dan di dudukan di tempat yang sudah tersedia.
Para tamu melihat Nadya di gendong seperti bridal style, sedikit terharu karena Dafi kelihatan sangat sayang pada Nadya dengan kondisi apapun."aduh... beruntung sekali tuh Nadya, dapat suami yang ganteng, tajir dan bisa menerima dia apa adanya"kata Bu Bedah dengan teman di sebelah.
"Sekarang mempelai pria menyerahkan mahar kepada mempelai wanita"kata pak penghulu
Maka Dafi pun menyerahkan mas kawin dan di terima oleh Nadya.
"Alhamdulillah..."kata pak penghulu.
Dafi dan Nadya pun menandatangani surat nikah dan berkas lainnya.
"sekarang ke dua mempelai untuk sungkem dan memohon doa restu kepada orang tua mereka"perintah pak penghulu.
Karena kondisi Nadya tidak bisa bergerak maka orang tua yang mendatangi mereka.
Di mulai dari pak Arif menyalami putri nya sambil sedikit terharu karena tak terasa anaknya sudah menikah."jadi istri yang Soleha ya nak." bisik pak Arif kepada Nadya."iya ayah..."jawab Nadya sedikit meneteskan air mata haru dan bahagia.
Lalu pak Arif menyalami Dafi"saya titip Nadya tolong jaga dia baik baik"pak Arif membisikkan pada Dafi."iya pak"kata Dafi.
Lalu Bu Nilam dan Bu Nani menyalami Nadya dan Dafi,ada tangis haru dan bahagia pada saat menyalami ke dua mempelai. Sebagai orang tua mereka pasti nya bahagia dengan pernikahan anak mereka.
Setelah itu pak penghulu permisi karena masih ada lagi yang mau di nikah-kan, dan para tamu mengucapkan selamat kepada pengantin dan setelah itu menyantap makanan yang telah tersedia."Alhamdulillah akad nikah berjalan dengan lancar"kata Bu Nilam kepada teman akrab sekalian jadi besannya Bu Nani.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like...like...like...
komentar...
add favorit...
vote...vote ...vote...
Terima kasih
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏🙏