Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.178


__ADS_3

Dedy membawa istrinya ke rumah sakit terdekat,dia takut terjadi apa apa pada istrinya. Siska yang badannya panas sehingga tanpa dia sadari,meracau sendiri.


"mas...mau kemana? aqu kok kedinginan?"kata Siska.


"iya...kamu minum dulu,mas mau bawa ke rumah sakit"kata Dedy di dalam mobil lalu mengambil air mineral untuk di minum Siska.


Di berikan air mineral Siska hanya mengikuti perintah suami nya."iya mas...aqu haus nih..."kata Siska.


Setelah memberikan minuman pada istrinya maka mobil pun berjalan, Dedy mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi tapi masih bisa di kontrol.


Hanya memakan waktu lima belas menit mobil sampai di rumah sakit. Sampai di depan rumah sakit Dedy turun untuk memanggil perawat jaga dan dari dalam dengan cepat perawat pun keluar dengan membawa stretcher adalah ranjang transfer pasien yang dapat dengan mudah dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain.


Setelah Siska di pindahkan maka Dedy ikut dengan Siska karena takut terjadi apa apa pada istrinya sementara mobil di serahkan pada perawat laki laki untuk di parkiran.


Masuk ke dalam UGD Siska di bawa untuk di berikan pertolongan pertama sementara Dedy menunggu di luar."bapak menunggu di sini saja...biar kami tangani ibu"kata perawat.


"tolong sembuhkan istri saya suster..."kata Dedy.


"iya...kami usahakan,bapak do'akan yang terbaik untuk istri"kata suster langsung menutup kamar UGD.


Karena tidak di perbolehkan masuk maka Dedy menunggu di kursi yang sudah di siapkan. Menunggu dengan harap harap cemas."bagaimana ini... apakah aqu telpon sekarang atau nanti? tapi takut nya mami dan papi jadi khawatir"kata Dedy dalam hati.


Sambil menunggu keadaan istri nya di depan,tak berapa lama dokter jaga pun datang memasuki ruangan."semoga tidak terjadi apa-apa pada Siska"kata Dedy lagi dalam hati.


Sementara di rumah Bu Mona yang merasa khawatir dengan anak perempuan nya karena dari Dedy ke kantor belum turun untuk makan siang sementara jam makan siang sudah lewat.


Untuk memastikan maka Bu Mona ke dapur menanyakan pada bibi lebih cepat dari pada harus naik tangga yang sering di hindari oleh Bu Mona."bi...non Siska sudah turun?"tanya Bu Mona.


"belum nyonya..."jawab bibi apa adanya.


Mendengar jawaban bibi yang kurang jelas dan kurang meyakinkan maka Bu Mona mempertegas pertanyaan nya.


"bi...maksud saya non Siska sudah makan? apa dia sudah turun dari atas?"tanya Bu Mona lagi.


"maaf Bu... dari tadi non Siska enggak ada turun untuk makan"jawab bibi.


"oh...bibi ada antar makanan ke atas untuk makan siang?"tanya Bu Mona lagi.


"enggak Bu...maaf ...saya lupa..."jawab bibi.


"ya sudah...saya mau ke atas melihat Siska, aduh...masa jam segini belum makan? apa lagi dia itu lagi berbadan dua"kata Bu Mona sambil berjalan ke atas melihat anaknya.


Sampai di atas Bu Mona mengetuk pintu kamar.


Tok...tok...to...


"Siska... kamu sudah bangun?"kata Bu Mona sambil mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban maka diapun membuka pintu kamar.

__ADS_1


"lho... enggak di kunci?kata Bu Mona lalu memasuki kamar.


Di dalam Bu Mona melihat tempat tidur,.dia melihat selimut yang menutupi tubuh, lalu dia buka selimut itu."Siska... bangun..."kata Bu Mona.


"astaghfirullah hal'azim...Siska enggak ada...?kemana dia?"kata Bu Mona terkejut karena yang di buka itu guling yang di tutupi selimut.


Bu Mona melihat ke arah kamar mandi dan ternyata kosong."kemana Siska?kok enggak bilang kalau pergi?"kata Bu Mona ngomong sendiri.


Ternyata bibi yang menyiapkan untuk makan siang di baki, melihat Bu Mona yang seperti mencari sesuatu."Bu...cari apa? ini makanan non Siska di letakkan di mana?"tanya bibi.


"bawa turun saja bi...non Siska enggak di rumah "jawab Bu Mona yang turun ke bawah dan tak lupa mematikan AC kamar Siska yang sepertinya sengaja di hidupkan.


Bibi yang bingung mengikuti langkah majikannya untuk turun ke bawah."non Siska kemana ya...? aqu dari tadi enggak lihat pula "kata bibi ngomong sendiri.


Bu Mona yang merasa khawatir pada Siska dari tadi masuk ke kamar mencari HP untuk menelpon. Pak Kusuma melihat istrinya yang seperti khawatir dan mencari sesuatu.


"mami...ada apa? cari apa?"tanya pak Kusuma.


"itu loh papi... ternyata Siska enggak ada di kamar "kata Bu Mona.


"oh..."kata pak Kusuma.


"papi...kok cuma bilang oh...?"kata Bu Mona.


"lah...dia kan sudah besar... paling dia ke kantor, coba telpon Dedy saja"kata pak Kusuma.


Pak Kusuma tersenyum melihat tingkah istrinya karena lupa di mana keberadaan HP istrinya."mami...HP nya ada di tempat tidur tadi siapa yang meletakkan di tempat tidur?"kata Kusuma.


Bu Mona yang lagi tidak enak hati mendekati tempat HP terletak."papi kok enggak bilang?"kata Bu Mona.


"malas jawab nya nanti pasti salah "kata pak Kusuma dalam hati.


"ya sudah... ambil saja itu"kata pak Kusuma.


Bu Mona pun mengambil HP tersebut dan menelpon HP Siska, tapi tidak di angkat karena HP Siska berada di dalam mobil. Tas Siska memang tidak di bawa Dedy, dia hanya membawa dompet dan HP nya saja.


Bu Mona yang menelpon Siska yang tidak di angkat makin panik."papi...kok enggak di angkat Siska? biasanya dia itu online terus, mami kok jadi khawatir?"kata Bu Mona.


Pak Kusuma yang tidak mau ikut panik dengan istrinya, berusaha tenang dan santai di hadapan Bu Mona. "mami...sabar...biar papi telpon Dedy, pasti Siska sedang bersama suaminya."kata pak Kusuma yakin.


Melihat pak Kusuma tenang dan santai membuat Bu Mona jadi sedikit hilang kekhawatiran karena Dedy mau di telpon.


📞Pak Kusuma:"Assalamualaikum...."


📞Dedy. :"Wa'alaikum salam papi..."


"tau aja kalau Siska lagi di rumah sakit, apakah papi sudah ada firasat?"kata Dedy dalam hati.

__ADS_1


📞Pak Kusuma:"Dedy...Siska ada bersama mu? dia keluar enggak ada kabari orang di rumah "


📞Dedy. :"a...da...sama Dedy..."


Pak Kusuma:"syukur lah kalau begitu...mana dia...papi mau ngomong dengan Siska"


Dedy yang bingung mau menjelaskan bagaimana,maka dia pun dengan berat hati memberi tahu keadaan Siska.


"aqu harus kasi tau papi... mungkin mereka sudah ada feeling karena enggak biasanya menelan Siska kalau keluar"kata Dedy dalam hati.


📞Dedy. :"papi...ada mami...Siska mau ngomong dengan mami... takut sama papi katanya"


Kata Dedy karena takut penyakit jantung pak Kusuma kumat.


Pak Kusuma yang mendengar anak perempuan nya mau ngomong sama maminya langsung memberikan pada Bu Mona tanpa ada yang di khawatirkan.


"mi...ini Siska mau ngomong..."kata pak Kusuma menyerahkan HP pada istrinya.


Bu Mona mengambil HP tersebut dan sebenarnya dia merasa curiga tapi dia berusaha untuk santai m


📞Dedy. :"mami... jangan cemas...kami sekarang berada di rumah sakit karena tiba tiba badan Siska panas"


📞Bu Mona :"apa....kami segera ke sana!"


Perkataan Bu Mona membuat penasaran pak Kusuma yang berada di samping nya.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like... like... like...


add favorit....


komentar yang membangun


bunga mawar yang mau


secangkir kopi hangat


serta


vote... vote... vote...


terima kasih

__ADS_1


🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2