Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.124


__ADS_3

Semua orang yang di rumah sudah berpakaian rapi untuk menyambut tamu yang datang, makanan untuk di santap juga sudah siap dan tinggal di santap bersama.


Bu Nani dan Dafi sudah menunggu di ruang tamu, mereka menunggu dengan HP di tangan masing masing. Tak berapa lama kemudian ada yang datang sehingga membuat Bu Nani yang paling sibuk.


"Assalamualaikum..."


Terdengar orang yang datang memasuki rumah tapi tidak ada tanda tanda mobil yang masuk.


"wa'alaikum salam..."


di jawab Bu Nani dan yang ternyata adalah...


"kamu Andi? sama siapa?"tanya Bu Nani


"sendiri tante...Dafi yang perintah datang ke sini, katanya penting! makanya saya buru buru datang ke sini"jawab Andi.


"o...wala...teman mu itu selalu membesarkan masalah"kata Bu Nani.


Dafi yang duduk di dalam melihat mama nya belum masuk penasaran siapa yang datang, dan ternyata di lihat Dafi yang datang ternyata sahabat nya."Alhamdulillah...kamu lebih dulu sampai dari pada tamu yang mau datang"kata Dafi


Andi yang belum mengetahui siapa yang datang jadi penasaran"siapa yang mau datang? apakah pak Kusuma?"kata Andi dalam hati


"dari pada penasaran lebih baik qu tanyakan pada bos saja"kata Andi dalam hati lagi.


"bos...siapa yang mau datang? sehingga tante sudah menunggu di depan pintu, seperti orang spesial yang mau datang"kata Andi.


Dafi melihat ke arah sahabat nya dan tersenyum mendengar argumen dari Andi."kamu mau tau yang datang siapa?"tanya Dafi lagi.


"iya...bos , tadi aqu kan sudah nanya,kenapa di ulang lagi? buat penasaran aqu saja bis ini"kata Andi.


"oh...iya...iya .. jangan marah, yang datang itu pak Kusuma"kata Dafi.


"kan betul tebakan qu, jadi kenapa aqu juga di undang?"tanya Andi.


"kamu kan sudah qu anggap bagian dari keluarga ini"jawab Dafi.


"Alhamdulillah... kalau begitu, jadi so sweet dengar nya"kata Andi.


"kamu itu ada aja komentar nya, nanti kamu seperti biasa."kata Dafi.


"oke bos"jawab Andi.


Seperti biasa maksud Dafi adalah tugas Andi memantau keadaan dan kalau tamu sudah datang dia juga duduk bersama dengan mereka, tidak diam sendi luar atau dapur.


Dan kalau ada sesuatu dengan sigap membantu.


Karena belum juga datang maka Dafi menceritakan pada Andi kalau Nadya enggak bisa memanfaatkan secepat pada pelaku kejadian menimpa dia dan Dafi.


"Andi...ada sesuatu yang mau aqu bicarakan dan minta solusi pendapat"kata Dafi


"bicara tentang apa bos?"tanya Andi.

__ADS_1


"tentang kejadian yang menimpaku dan Nadya"kata Dafi


"oh...itu...apa masalah nya?"tanya Andi.


"Tadi aqu sudah cerita pada Nadya tapi seandainya orang yang menabrak qu sudah dapat dan mau minta maaf bagaimana?"


"trus apa Nadya?"tanya Andi penasaran.


"ya dia minta lapor polisi biar di tindak lanjuti dan dia mau memaafkan"kata Dafi.


"waduh... repot juga kalau begitu, sebaiknya nanti pak Kusuma sampai. jangan sampai mereka yang menceritakan terlebih dahulu, jadi di luar kita kasi tau la pak Kusuma"kata Andi.


Dafi senang karena ada orang yang bisa di andalkan nya tidak sendirian seperti ini,apa lagi hanya dia seorang yang lelaki di rumah."ya sudah..aqu juga mengusahakan agar Nadya keluar kamar lama saja"kata Dafi pada sahabatnya.


Tiba tiba Bu Nani masuk ke dalam rumah dan memanggil anaknya."Dafi...itu rombongan pak Kusuma sudah sampai, ayo temani mama untuk menyambut nya kamu juga Andi dekat tante."kata Bu Nani


Dafi dan Andi mengikuti perintah Bu Nani, dan berdiri di sebelah kanan dan kiri Bu Nani.


Pak Kusuma jalan di depan bersama istrinya Bu Mona dan di belakang ada Siska dan Dedy.


"Assalamualaikum..."


pak Kusuma memberi salam pada tuan rumah.


"wa'alaikum salam..."


jawab Bu Nani yang duluan menyalami pak Kusuma beserta keluarga.


Semua yang ada di luar saling bersalaman lalu masuk ke dalam rumah, Dafi yang mau bicara pada pak Kusuma akhirnya mendekati dan mengajak duduk sementara di luar.


"maaf pak bisa saya bicara sebentar saja"kata Dafi pada pak Kusuma.


"oh... boleh...mau bicara apa?"tanya pak Kusuma kembali.


"begini pak... nanti di dalam tolong jangan bilang mau minta maaf karena kejadian kemarin"kata Dafi


"lho... kenapa begitu? ada masalah?"tanya pak Kusuma pada Dafi.


Dafi yang bingung mau bicara dari mana akhirnya memberikan diri untuk menjawab.


"begini pak... istri saya lagi hamil muda dan seharusnya dia bedres, jadi tadi sudah saya tanyakan tentang orang minta maaf yang menabrak kami"kata Dafi.


"maksudnya dia enggak bisa terima begitu saja harus lapor polisi"kata Dafi.


"jadi tujuan kami itu tidak bisa di bilang minta maaf?"kata pak Kusuma.


"ya pak ke rumah kami dalam rangka silaturahim karena sudah lama tidak bertemu"kata Dafi.


"oh...ya sudah, enggak apa ."kata pak Kusuma.


Akhirnya sudah ada kesepakatan akhirnya mereka masuk ke kamar mandi."Alhamdulillah... terima kasih pak, ayo kita masuk ke dalam"kata Dafi

__ADS_1


Di dalam ternyata Bu Nani dan Bu Mona sudah akrab,jadi mereka cerita berdua. Dari jauh terlihat seperti sahabat yang sudah lama tidak bertemu.


Siska dan Dedy hanya diam , tenggelam dengan pemikiran mereka masing masing.


Melihat Dafi masuk maka Bu Nani memerintahkan kalau Nadya di bawa ke ruang tamu."Dafi panggil Nadya keluar, tamu sudah datang"


"iya mama ini lagi mau di panggil"jawab Dafi.


Dafi ke kamar mereka memanggil istri dan anaknya Nisa."lagi ngapain kalian?"tanya Dafi


"lagi nunggu di panggil karena belum jadi kami belajar,iya kan Nisa?"jawab Nadya.


"oh... seperti itu, sekarang kita keluar karena tamu sudah datang" kata Dafi.


"Ayuk Nisa kita keluar dengan ayah,tamu sudah datang. Tapi buku dan lain kita rapikan dan masukkan ke dalam tas."kata Nadya.


"ya...mama..."jawab Nisa.


Mereka bertiga keluar dari kamar dan menuju ruang tamu"nah...itu jeng Mona menantu saya istrinya Dafi"kata Bu Nani.


karena namanya di sebut maka Nadya mendekati Bu Nani dan Bu Mona lalu di salamnya tamu yang datang.


"Nadya tante"kata Nadya memperkenalkan diri.


"ternyata cantik istri pak Dafi"puji Bu Mona.


Nadya tersenyum mendengar pujian dari Bu Mona dan dia mendekati pak Kusuma dan menyalami nya juga dan di sambut oleh pak Kusuma.


Setelah itu Nadya melihat ada dua orang yang lagi duduk berdua dan di perhatikan Nadya seperti pernah melihat nya, tapi dimana ya...


Dalam hati Nadya berkata sendiri.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like....like...like...


add favorit...


komentar yang membangun....


serta...


vote... vote... vote....


Terima kasih


🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2