
Seminggu Berlalu setelah pertemuan Bu Nani dan Bu Nilam belum ada saling kontak karena ada kesibukan. Dan hari ini mereka merencanakan untuk bertemu, Bu Nani,Dafi dan Nisa berkunjung ke rumah Bu Nilam. Tanpa sepengetahuan Nadya dan Dafi.
Di rumah Bu Nani sudah menunggu di jemput Dafi tak lupa mengajak Nisa. Karena lama menunggu akhirnya menelpon Dafi.
📞Bu Nani. : "Assalamualaikum...
Dafi, kamu dimana ??"
📞Dafi. : "Wa'alaikum salam...
Di kantor ma, kenapa ???"
📞Bu Nani. : "Ya... Allah....kamu lupa ???"
📞 Dafi. : "Lupa apa ma ???"
📞Bu Nani. : "Hari ini mama mau keluar tempat teman, mama kan sudah bilang minta tolong antarkan".
📞Dafi. : "Kapan ya...mama bilang, kok Dafi enggak ingat".
📞Bu Nani : "Mana mungkin kamu ingat, yang selalu di ingat hanya kerjaan saja. Cepat pulang, mama tunggu".
📞 Dafi. : "Kan ada pak Min yang bisa antar".
📞 Bu Nani :" mama mau nya kamu yang antar"
📞 Dafi. : "waduh mama, bentar lah. aqu mau serahkan dulu pekerjaan sama Andi".
📞Bu Nani : "Sebaiknya hari ini pekerjaan mu serahkan sama Andi, karena kita mau pergi ke rumah teman mama, dan acara nya lama".
📞Dafi. :" iya ma.... Assalamualaikum...."
📞Bu Nani :" Oke mama tunggu. Wa'alaikum salam..."
Di kantor Dafi bertanya kepada Andi,
" kanapa mama pergi ke rumah temannya harus aqu yang antar ya???"
"Mungkin ada keperluan penting bos.mau kemana ???"tanya Andi penasaran
"Mama qu minta di antar tempat teman nya, enggak mau sama Pak Min. Jadi harus aqu yang antar, kalau titah ibu suri tak bisa di bantah". kata Dafi sambil geleng-geleng kepala.
"ya udah... antar aja dulu, masalah pekerjaan kantor masih bisa aqu yang ngurus".kata Andi
"oke lah kalau begitu, titip Kantor ya...aqu antar ibu Suri dulu". kata Dafi
"Oke bos", hati hati di jalan jawab Andi
Lalu Dafi ke luar kantor menuju rumah. Sampai di rumah memakan waktu 1 jam karena jarak dari rumah ke kantor jauh.
"Alhamdulillah... akhirnya yang di tunggu datang juga", kata mama Dafi.
"Kan jarak antara kantor dan rumah jauh mama".kata Dafi
"iya...mama tau,yuk kita jalan" perintah Bu Nani
Dari belakang Mba Marni menggandeng Nisa untuk masuk ke mobil, setelah itu mba Marni sedikit berlari membawa bungkusan dari dalam rumah yang banyak.
"Apa itu mba ???"tanya Dafi
"enggak tau pak, ibu yang suruh bawa ke mobil".jawab mba Marni
"oh...ya udah letakkan aja di kursi belakang, kalau yang tengah untuk Nisa duduk"kata Dafi
"ya pak". jawab mba Marni
"Jalan kita mama" tanya Dafi sama mama nya yang sudah masuk mobil duduk di depan.
"Ya, ayo kita jalan sudah enggak ada yang di tunggu".
Mereka pun keluar dari halaman rumah, Dafi bertanya dalam hati,ini mau kemana ya...apa tadi yang di bawa mama ??? karena merasa penasaran akhirnya Dafi bertanya ke Bu Nani.
"Ma...kita mau kemana ??? itu mama bawa apa ??? banyak bener"kata Dafi
"Kita mau ke rumah Tante Nilam", jawab mama tanpa ekspresi.
"Apa ??? tempat Bu Nadya ???" Tanya Dafi
"iya...kok kaget ???"
__ADS_1
"Oma Kita tempat gulu Nisa ???" Nisa nyeletuk dari belakang.
"iya Nisa" jawab Oma
"Wih...Nisa senang Oma apa lagi tempat Bu guru".
"Aqu enggak kaget kok mama, bingung aja".kata Dafi.
"apa yang di bingung kan ???tanya Bu Nani
"kok mendadak ???" tanya Dafi
"mana ada yang mendadak, mama sudah kabari Nilam kok"jawab Bu Nani
"tapi kenapa mama enggak cerita sama Dafi"
"bagaimana mau cerita belakang ini kami pulang nya malam terus" jawab Bu Nani
"ya ma... Dafi minta maaf lagi ada proyek kelas kakap di kantor. Dafi menjelaskan
"Alhamdulillah... kalau kamu dapat proyek besar. Kita ini mau ke rumah Nilam mau bersilaturahmi dan sekalian kenal dengan keluarga nya".
"Ya... terserah mama saja".
Tak berapa lama mereka pun sampai ke rumah yang di tuju, keluar dari mobil Dafi mau menggendong Nisa.
"Sini princess ayah, belakangan ini jarang kita cerita ya..."
"Ayah pulang nya malam telus, jadi Nisa sudah tidur dan enggak jumpa sama ayah..
"Sini ayah gendong, sudah lama kan enggak ayah gendong".
"Jangan... ayah, kita mau tempat Bu guru, Nisa malu tau..."
"oh ...iya...ya..."
Lalu mereka melangkah menuju pintu.
tok
tok
tok
Dari dalam rumah Bu Nilam menjawab lalu membuka pintu
"Wa'alaikum salam...."
ceklek...
"Eh...Nani, jadi juga singgah ke rumah, kirain enggak jadi" kata Bu Nilam
"jadi lah...kan sudah janji", jawab Nani.
"mari masuk...eh ada nak Dafi sama si Cantik. Siapa namanya ???" Bu Nilam melihat Nisa yang sangat menggemaskan.
"Nisa Oma" jawab Nisa
"pinter ya...."
ayo silahkan duduk
Dari dalam rumah keluar lah Ayah Nadya.
"Ma...ada tamu ??? siapa ???" tanya ayah Nisa
"iya, ayah... kenalkan ini teman mama sekolah dulu, dan ini anak dan cucunya".Bu Nilam menjelaskan sama suami nya
lalu mereka bersalaman dan saling berkenalan.
"wah...teman mama sudah ada cucu kita kapan yah ???"
"belum ada jodoh nya pa..." jawab Bu Nilam
"Wah... cerita jodoh, kita juga mau cari jodoh nih... dengan senyum".Bu Nani menjawab.
Maksud ibu apa yah ???" tanya ayah Nadya
"
__ADS_1
"Gini loh pak... anak saya yang di sebelah lagi cari calon, mana tau di sini juga lagi cari ???" iya-kan Nilam
sambil menepuk pelan tangan mama, Dafi bertanya sambil berbisik
" mama maksudnya apa ???"
Bu Nani hanya menyuruh Dafi diam sambil meletakkan tangan di bibir dan bilang
kamu diam aja dengan suara nyaris tak terdengar.
"Ya...kalau aqu terserah anak anak nya aja" jawab Bu Nilam.
Dari dalam rumah keluar lah Nadya sambil membawa minuman, untuk di suguhkan ke tamu.
"e....Bu Nadya, repot repot".kata Bu Nani
"Enggak Bu yang sudah ada di sajikan". jawab Nadya sambil melirik Dafi dan mereka saling bertatapan.
"Bu guru..."Nisa mendatangi Bu Nadya
"sini sama ibu, kita ke dalam" ajak Nadya
Lalu Nisa pun mengikuti Nadya ke dalam rumah.
"Ayo nak Dafi , Nina silahkan..." kata ayah Nadya
"iya..."
"Gini lho pak, kedatangan kami ini mau bersilaturahmi dan mau menanyakan tentang Nadya".
"kenapa Nadya Bu" tanya ayah Nadya heran.
Maksud saya mau Dafi dan Nadya di jodohkan maksudnya Ta'aruf aja dulu, tapi jangan lama lama. iya kan Dafi. tanya Bu Nani sama Dafi
"i...ya... Om dan Tante". jawab Dafi gugup.
"Bagaimana mama ??? kok mama enggak pernah cerita???" tanya ayah Nadya ke Bu Nilam.
"Maaf ayah, bukan maksud mama enggak cerita, cuma kemarin belum ada waktu yang cocok untuk menceritakan nya"
, jawab Bu Nilam
*oh... seperti itu ??? sekarang Bapak mau tanya sama nak Dafi, nak Dafi serius sama Nadya anak bapak ???" tanya ayah Nadya
"Iya pak saya mau dan bersedia, dari segi umur juga saya sudah bisa, kalau soal pekerjaan juga insha Allah sudah mapan. Dan saya lihat Bu Nadya dan Nisa juga sudah akrab, walaupun Nisa bukan anak saya, tapi saya juga harus mempertimbangkan perasaan Nisa".jawab Dafi
"Kalau Bapak enggak keberatan, nanti saya akan tanya juga Nadya. sebagai orang tua kami mendukung saja. iya kan ma ???" tanya ayah
iya... dari kemarin mama juga sudah bilang seperti itu sama Nani". jawab Bu Nadya.
"Saya sebagai mama nya Dafi, dari pertama kali jumpa sudah suka sama Nadya. eh... ternyata anak si Nilam, langsung lah saya cerita sama Nilam" jawab Bu Nani.
"Kemarin aqu Nani sudah cerita juga sama Nadya, seperti nya dia mau tapi malu*.
"oh... syukur lah kalau begitu". jawab Bu Nani
"Nanti kita tanyakan lagi dengan Nadya dari hati ke hati" kata Ayah
"Alhamdulillah kalau begitu"² jawab Bu Nani.
Begitulah percakapan mereka. Sebenarnya Dafi terkejut juga karena mama nya tidak pernah cerita. Karena Nadya dan Nisa seperti nya sudah dekat, apa salahnya di coba dulu.
Kalau di tanya bagaimana perasaan sama Nadya, dia sih suka juga. masalah cinta nanti pasti akan tumbuh, dengan selalu kebersamaan pasti nanti akan tumbuh Cinta dengan sendiri nya.
*****
Jangan lupa dukungan nya ya...
vote
Hadiah
Like
favorit
komentar yang membangun
karena masih Author pemula
__ADS_1
Terima kasih
🙏🙏🙏