
"Sarapan pagi jam 10 pagi... sudah mendekati makan siang pasti nya"kata Dedy dalam hati sambil geleng-geleng kepala setelah mereka bersantap tentu nya.
Melihat Dedy yang senyum sendiri sambil menggeleng kepala membuat Siska kesal karena dia merasa lagi di tertawakan."kamu...kenapa ketawa sendiri?"
"aqu lucu aja...kita sarapan atau makan siang? tapi kalau jam segini namanya breakfast-kan? kata Dedy.
"terserah aja kalau enggak ada papi dan mami aqu biasanya makan jam segini"jawab Siska yang bangkit dari kursi mau keluar.
Melihat Siska sudah rapi dan berjalan menuju keluar membuat Dedy mengikuti langkah istrinya."mana kunci nya?"tanya Dedy pada istrinya.
Tidak menjawab tapi langsung melemparkan kunci pada Dedy dan seketika di tangkap oleh Dedy.
Kunci mobil di tangan dia menuju mobil yang letaknya di garasi, setelah di stater hidup dan memanaskan mesin baru lah di bawa keluar tapi tak lupa berhenti di depan Siska supaya dia masuk ke dalam mobil.
Teri Siska duduk di kursi belakang jadi seolah olah Dedy menjadi supir pribadi. Reaksi Dedy biasa saja dengan wajah yang datar aja, jadi tak kelihatan marah atau kecewa. Tapi dalam hati berkata"sabar Dedy dengan sikap istri mu itu, apa lagi dia anak orang yang berada. jauh dengan mu Dedy,jadi jangan berharap banyak"itu lah perkataan Dedy dalam hati.
"ke rumah sakit kan?"tanya Dedy
"ya... langsung saja ke sana"jawab Siska singkat tanpa melihat Dedy.
"enggak ada pesanan mama? mumpung lagi di jalan, biar di belikan"kata Dedy
"enggak ada ke rumah sakit aja langsung"kata Siska
"baik Bu"jawab Dedy dan tancap gas ke rumah sakit.
Dalam perjalanan hening tidak ada percakapan atau suara. Dedy melihat Siska dari kaca spion yang lagi asyik main HP. Yang di perhatikan hanya cuek saja dan bermain HP terus. Tak terasa mereka pun sampai di rumah sakit tempat pak Kusuma di rawat.
"aqu turun duluan aja kamu sendiri yang parkir kan mobil"kata Siska.
"sudah bisa turun"kata Dedy pada istrinya.
Siska turun sendiri tanpa menunggu Dedy dia langsung ke ruang rawat papi nya, tapi di sana dia malah takut masuk maka dia duduk di depan kamar yang di sediakan.
Dedy yang sudah memarkirkan mobil melihat Siska duduk sendirian merasa kasian jadi dia duduk di sebelah"kenapa enggak masuk?"
"nunggu mami keluar kamar, nih baru aja qu wa"jawab Siska.
"oh... kalau begitu aqu masuk ke dalam aja sekarang,biar mami keluar"kata Dedy
"terserah kamu saja"jawab Siska.
__ADS_1
"tok...tok...tok..."
Dedy mengetuk pintu kamar dan mengucap salam.
"Assalamualaikum..."
Kata Dedy dan masuk ke dalam kamar.
Di dalam pak Kusuma lagi di suapkan makan siang yang ternyata menu sup.
"wa'alaikum salam..."
jawab Bu Mona melihat yang datang Dedy.
"sama siapa kamu ke sini? atau sendirian saja"tanya Bu Mona.
"sama seseorang mami, tapi lagi menunggu di luar"jawab Dedy.
Pak Kusuma yang lagi makan melihat Dedy dan berkata"untuk sementara istri mu tidak boleh jumpa dulu sama qu sebelum dia meminta maaf langsung dengan keluarga pak Dafi."kata pak Kusuma.
"insha Allah secepatnya papi, nanti aqu yang temani dia"kata Dedy.
"syukur lah kalau kamu mau menemani Siska "kata Bu Mona.
"iya...papi nanti Dedy sampaikan"
"kamu harus membawa istri mu itu untuk meminta maaf secepatnya, kalau tidak dia akan tanggung hukuman nya"kata pak Kusuma.
"baik papi, insha Allah secepatnya"jawab Dedy.
Makanan pak Kusuma sudah habis dan Bu Mona mau menemui Siska anaknya di luar."papi...makanan sudah habis, jadi ngobrol sama Dedy dulu ya... karena mami mau ngobrol sama Siska diluar"kata Bu Mona permisi.
"kamu itu...bukannya jaga suami"kata pak Kusuma
"papi...dari semalam mami bareng terus di sini jadi mami mau ketemu Siska, bagaimana pun dia itu anak kita"kata Bu Mona
Pak Kusuma tak menjawab dan berpikir sejenak lalu menjawab"terserah kamu saja"kata pak Kusuma.
Di luar Siska mendengar sayup sayup percakapan dari dalam kamar tapi melihat maminya keluar dia pun senang melihat nya."mami...Siska rindu"kata Siska dan memeluk mami nya itu.
"Sama...mami juga...tadi kamu dengar percakapan papimu?"tanya Bu Mona.
__ADS_1
"mmmmhhhhh... enggak begitu jelas mi, emangnya kenapa?"tanya Siska.
"kamu di perintahkan papi untuk minta maaf pada keluarga Dafi di temani Dedy,trus enggak boleh ke kantor tapi ke rumah nya saja.karena yang jadi korban itu Dafi dan istrinya karena ulah kamu itu"kata Bu Mona.
Mendengar itu Siska seperti di sambar petir karena dia yang memang salah, tapi bagaimana lagi nasi sudah menjadi bubur dan syarat dari papinya."aduh...mami...apa enggak ada syarat lain ?"tanya Siska.
" belum ada pilihan tapi sebaiknya kamu kerjakan saja perintah dari papimu itu dari pada nanti lebih parah lagi perintah nya"kata Bu Mona.
"tapi mi... Siska kan malu melakukan nya"kata Siska.
Bu Mona geleng kepala melihat putrinya yang manja"kamu itu...mau fasilitas yang ada papi cabut semua trus kamu di kirim ke kampung?"kata Bu Mona.
"mami...kok gitu ngomong nya, buat Siska takut aja"kata Siska
"bukannya begitu... ikut saja syarat dari papimu lagian Dedy ikut juga menemani kamu. menurut mami Dedy itu anaknya baik, cocok untuk kamu."kata Bu Mona
"mami ini ngomong nya ngelantur aja,kok lari ke dia"jawab Siska.
"bukannya ngelantur tapi mami hanya mengatakan sejujurnya, papi sudah dapat info tentang keluarga nya,mana mungkin kamu di nikah-kan dengan orang yang tak pantas untukmu. Tapi memang dia dari keluarga yang kurang berada,dia kerja untuk menanggung keluarga nya."kata Bu Mona.
"tapi mi... Siska enggak suka sama dia"kata Siska
Bu Mona geleng kepala dan berkata"Witing Tresno Jalaran Soko Kulino yang artinya cinta tumbuh karena terbiasa selalu bersama,lalu tumbuh tanpa kita sadari"nasehat dari maminya.
Siska tersenyum mendengar perkataan maminya"sudah ah mi... kita cerita yang lain aja, dari kemarin cerita tentang dia saja seperti enggak ada cerita yang lain saja"kata Siska pada maminya.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like...like...like...
add favorit
komentar yang membangun
serta
vote...vote... vote...
__ADS_1
terima kasih
🙏🙏🙏🙏🙏